Seputar Kaltim

    Polda Kaltim Bangun RS Bhayangkara di Samarinda, Kapasitas 91 Tempat Tidur Siap Layani Masyarakat Umum

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Juli 2025 pukul 15:37 WITA

    Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi telah memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat IV di Kota Samarinda. 

    Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menandai dimulainya proyek strategis ini.

    Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan, pembangunan RS ini tak hanya untuk anggota Polri, melainkan juga untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.

    "Rumah Sakit Bhayangkara ini kami rancang untuk melayani anggota Polri dan juga masyarakat umum. Karena kami percaya, pelayanan kesehatan yang baik adalah hak setiap warga,” ujar Endar.

    Menurut Kapolda, keberadaan RS Bhayangkara ini akan menjadi tulang punggung layanan kesehatan tak hanya di Samarinda, tetapi juga bagi daerah penyangga di sekitarnya. 

    Pembangunan tahap pertama RS Bhayangkara ini dirancang dengan kapasitas 91 tempat tidur rawat inap dan ditargetkan selesai akhir tahun 2025. Dengan begitu, rumah sakit ini diharapkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026.

    "Targetnya awal tahun depan sudah bisa operasional. Kita sudah siapkan tenaga kerja yang cukup dan alat berat yang memadai. Semoga semua berjalan lancar sesuai rencana,” kata Endar.

    RS Bhayangkara ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Akan ada dua ruang operasi, ruang IGD, tujuh poliklinik rawat jalan, serta ruang kebidanan dan bersalin. 

    Tak hanya itu, tersedia juga ruang medical check-up, ruang hemodialisa, radiologi, laboratorium, dan ruang kedokteran kepolisian. Uniknya, rumah sakit ini juga akan memiliki ruang tahanan dengan lima tempat tidur untuk kebutuhan pengamanan medis khusus.

    Kapasitas tempat tidur terbagi dalam beberapa kategori: 2 tempat tidur VVIP, 8 VIP, 12 kelas 1, 16 kelas 2, 44 tempat tidur standar, dan 8 tempat tidur ruang intensif. 

    Untuk kenyamanan, RS ini bahkan akan memiliki kafe di rooftop yang bisa digunakan bersantai oleh pengunjung maupun tenaga medis.

    Kapolda Endar menegaskan bahwa seluruh layanan di RS ini akan mengakomodasi penggunaan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat umum dapat mengakses layanan dengan terjangkau. 

    "Rumah sakit ini akan terbuka untuk semua. Seluruh sistem layanan kesehatan yang berlaku di rumah sakit pemerintah juga akan diterapkan di sini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

    Pembangunan RS Bhayangkara ini mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim, termasuk Gubernur, Wali Kota Samarinda, dan Bupati di wilayah Kaltim.

    "Kami bersyukur karena pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan,” tambah Endar.

    Polda Kaltim juga memiliki rencana pengembangan lanjutan setelah tahap pertama rampung, termasuk peningkatan kapasitas tempat tidur, penambahan alat medis canggih, dan perekrutan tenaga medis profesional. 

    "Insya Allah, ini baru permulaan. Ke depan kami akan terus kembangkan agar rumah sakit ini benar-benar menjadi rumah sakit unggulan dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkas Endar. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Polda Kaltim Bangun RS Bhayangkara di Samarinda, Kapasitas 91 Tempat Tidur Siap Layani Masyarakat Umum

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Juli 2025 pukul 15:37 WITA

    Peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara TK IV Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi telah memulai pembangunan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat IV di Kota Samarinda. 

    Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menandai dimulainya proyek strategis ini.

    Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan, pembangunan RS ini tak hanya untuk anggota Polri, melainkan juga untuk melayani seluruh lapisan masyarakat.

    "Rumah Sakit Bhayangkara ini kami rancang untuk melayani anggota Polri dan juga masyarakat umum. Karena kami percaya, pelayanan kesehatan yang baik adalah hak setiap warga,” ujar Endar.

    Menurut Kapolda, keberadaan RS Bhayangkara ini akan menjadi tulang punggung layanan kesehatan tak hanya di Samarinda, tetapi juga bagi daerah penyangga di sekitarnya. 

    Pembangunan tahap pertama RS Bhayangkara ini dirancang dengan kapasitas 91 tempat tidur rawat inap dan ditargetkan selesai akhir tahun 2025. Dengan begitu, rumah sakit ini diharapkan mulai beroperasi pada awal tahun 2026.

    "Targetnya awal tahun depan sudah bisa operasional. Kita sudah siapkan tenaga kerja yang cukup dan alat berat yang memadai. Semoga semua berjalan lancar sesuai rencana,” kata Endar.

    RS Bhayangkara ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Akan ada dua ruang operasi, ruang IGD, tujuh poliklinik rawat jalan, serta ruang kebidanan dan bersalin. 

    Tak hanya itu, tersedia juga ruang medical check-up, ruang hemodialisa, radiologi, laboratorium, dan ruang kedokteran kepolisian. Uniknya, rumah sakit ini juga akan memiliki ruang tahanan dengan lima tempat tidur untuk kebutuhan pengamanan medis khusus.

    Kapasitas tempat tidur terbagi dalam beberapa kategori: 2 tempat tidur VVIP, 8 VIP, 12 kelas 1, 16 kelas 2, 44 tempat tidur standar, dan 8 tempat tidur ruang intensif. 

    Untuk kenyamanan, RS ini bahkan akan memiliki kafe di rooftop yang bisa digunakan bersantai oleh pengunjung maupun tenaga medis.

    Kapolda Endar menegaskan bahwa seluruh layanan di RS ini akan mengakomodasi penggunaan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat umum dapat mengakses layanan dengan terjangkau. 

    "Rumah sakit ini akan terbuka untuk semua. Seluruh sistem layanan kesehatan yang berlaku di rumah sakit pemerintah juga akan diterapkan di sini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

    Pembangunan RS Bhayangkara ini mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim, termasuk Gubernur, Wali Kota Samarinda, dan Bupati di wilayah Kaltim.

    "Kami bersyukur karena pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan,” tambah Endar.

    Polda Kaltim juga memiliki rencana pengembangan lanjutan setelah tahap pertama rampung, termasuk peningkatan kapasitas tempat tidur, penambahan alat medis canggih, dan perekrutan tenaga medis profesional. 

    "Insya Allah, ini baru permulaan. Ke depan kami akan terus kembangkan agar rumah sakit ini benar-benar menjadi rumah sakit unggulan dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur,” pungkas Endar. 

    (Sf/Rs)