Seputar Kaltim

    PMII Samarinda Desak Pj Gubernur Kaltim Tindak Tegas Tambang Ilegal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2024 pukul 22:37 WITA

    Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di depan Kantor Gubernur Kaltim menyuarakan tambang ilegal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Puluhan massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Kamis (4/1/2024), untuk menuntut penindakan tegas terhadap praktek tambang ilegal di wilayah tersebut.

    Humas Aksi, Nazar, mengatakan kepada wartawan bahwa tambang ilegal masih menjadi permasalahan serius di Kaltim, yang merampok sumberdaya alam dan merusak lingkungan.

    "Kami meminta ada resolusi untuk Kaltim ke depan, karena sampai saat ini persoalan tambang ilegal masih marak terjadi di beberapa daerah, seperti Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Penajam," kata Nazar.

    Ia menilai bahwa tambang ilegal sangat merugikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar lokasi pertambangan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi.

    "Oleh karena itu, kami mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim untuk berani bertindak tegas dan memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku tambang ilegal, baik perorangan maupun korporasi," tegasnya.

    Nazar juga mengharapkan kerjasama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk mengawasi dan mencegah praktek tambang ilegal di lapangan.

    "Kami tidak ingin pemerintah hanya diam dan tutup mata terhadap praktek tambang ilegal yang meresahkan masyarakat. Kami juga tidak ingin masyarakat yang menjadi korban harus berkonflik dengan orang-orang yang mencuri sumberdaya alam di daerah mereka," ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian PMII Samarinda terhadap nasib Kaltim yang kaya akan sumberdaya alam, namun masih banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    "Kami ingin Pj Gubernur Kaltim bersama mahasiswa dan masyarakat bisa berkomitmen bersama untuk memberantas tindak pidana tambang ilegal yang sudah berlangsung lama dan tidak kunjung terselesaikan. Kami juga ingin pemerintah tidak hanya menangkap alat, tapi juga menangkap siapa aktor di balik tambang tersebut," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PMII Samarinda Desak Pj Gubernur Kaltim Tindak Tegas Tambang Ilegal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2024 pukul 22:37 WITA

    Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di depan Kantor Gubernur Kaltim menyuarakan tambang ilegal. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Puluhan massa aksi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Gajah Mada, Kamis (4/1/2024), untuk menuntut penindakan tegas terhadap praktek tambang ilegal di wilayah tersebut.

    Humas Aksi, Nazar, mengatakan kepada wartawan bahwa tambang ilegal masih menjadi permasalahan serius di Kaltim, yang merampok sumberdaya alam dan merusak lingkungan.

    "Kami meminta ada resolusi untuk Kaltim ke depan, karena sampai saat ini persoalan tambang ilegal masih marak terjadi di beberapa daerah, seperti Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Penajam," kata Nazar.

    Ia menilai bahwa tambang ilegal sangat merugikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar lokasi pertambangan, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun ekologi.

    "Oleh karena itu, kami mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim untuk berani bertindak tegas dan memberikan sanksi hukum yang tegas kepada pelaku tambang ilegal, baik perorangan maupun korporasi," tegasnya.

    Nazar juga mengharapkan kerjasama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat untuk mengawasi dan mencegah praktek tambang ilegal di lapangan.

    "Kami tidak ingin pemerintah hanya diam dan tutup mata terhadap praktek tambang ilegal yang meresahkan masyarakat. Kami juga tidak ingin masyarakat yang menjadi korban harus berkonflik dengan orang-orang yang mencuri sumberdaya alam di daerah mereka," ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian PMII Samarinda terhadap nasib Kaltim yang kaya akan sumberdaya alam, namun masih banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    "Kami ingin Pj Gubernur Kaltim bersama mahasiswa dan masyarakat bisa berkomitmen bersama untuk memberantas tindak pidana tambang ilegal yang sudah berlangsung lama dan tidak kunjung terselesaikan. Kami juga ingin pemerintah tidak hanya menangkap alat, tapi juga menangkap siapa aktor di balik tambang tersebut," pungkasnya.

    (Sf/Rs)