Seputar Kaltim

    PLN Targetkan Gangguan Listrik Samarinda Tuntas Dua Hari, DPRD Minta Tak Terulang

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    08 Juli 2026 pukul 17:38 WITA

    Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menerima audiensi PLN terkait pemadaman listrik di Samarinda. PLN menyampaikan permohonan maaf dan memastikan gangguan teknis tengah dipercepat penanganannya. (Foto: Humas DPRD Kota Samarinda)

    Samarinda – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir dipastikan disebabkan gangguan teknis pada beberapa titik induk. 

    PLN menargetkan seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari ke depan agar pemadaman serupa tidak kembali terjadi.

    Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah usai menerima audiensi dari pihak PLN. 

    Dalam pertemuan tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus memaparkan perkembangan penanganan gangguan kelistrikan.

    "Yang kedua mereka juga tadi menyampaikan permohonan maaf atas mati lampu beberapa hari ini di Kota Samarinda. Mereka juga melaporkan bahwa itu gangguan teknik. Nah, jadi insyaallah sudah ditangani, mudah-mudahan ke depannya pemadaman itu nanti sudah tidak ada lagi," ujar Helmi, Rabu (8/7/2026).

    Menurutnya, pihak PLN memastikan perbaikan terus dikebut agar sistem kelistrikan kembali normal dalam waktu dekat.

    "Mereka mengharapkan mudah-mudahan dalam sehari dua hari ini segera teratasi," ungkapnya.

    Helmi menjelaskan, berdasarkan pemaparan PLN, gangguan terjadi pada beberapa titik induk yang saat ini masih dalam proses perbaikan. Namun, pihak PLN belum merinci lokasi induk yang mengalami gangguan tersebut.

    "Yang jelas tadi informasinya ada beberapa titik mereka menyampaikan itu yang induk yang masih dalam proses perbaikan," sebutnya.

    DPRD Samarinda juga menyampaikan sejumlah keluhan masyarakat yang muncul akibat pemadaman bergilir tersebut. Tidak hanya rumah tangga, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) hingga pelaku usaha turut terdampak karena aktivitas operasional terganggu.

    "Artinya dengan matinya PLN ini tentu dari sektor UKM, termasuk juga pelaku usaha, sangat terdampak. Ditambah lagi kebutuhan pemukiman, terutama ibu-ibu, aktivitasnya juga terkendala," jelas Helmi.

    Ia berharap penyelesaian gangguan teknis benar-benar dapat dilakukan sesuai target sehingga pelayanan kelistrikan kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman berulang.

    Dalam kesempatan itu, Helmi juga meluruskan isu yang sempat beredar mengenai kenaikan tarif listrik. Ia menegaskan persoalan tersebut tidak dibahas dalam audiensi bersama PLN.

    "Oh kalau bicara tarif tadi kita tidak ada," tegasnya.

    DPRD Kota Samarinda berharap komitmen percepatan perbaikan yang disampaikan PLN dapat direalisasikan sehingga keandalan pasokan listrik di Kota Tepian kembali terjaga dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PLN Targetkan Gangguan Listrik Samarinda Tuntas Dua Hari, DPRD Minta Tak Terulang

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    08 Juli 2026 pukul 17:38 WITA

    Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menerima audiensi PLN terkait pemadaman listrik di Samarinda. PLN menyampaikan permohonan maaf dan memastikan gangguan teknis tengah dipercepat penanganannya. (Foto: Humas DPRD Kota Samarinda)

    Samarinda – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda dalam beberapa hari terakhir dipastikan disebabkan gangguan teknis pada beberapa titik induk. 

    PLN menargetkan seluruh proses perbaikan dapat diselesaikan dalam satu hingga dua hari ke depan agar pemadaman serupa tidak kembali terjadi.

    Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah usai menerima audiensi dari pihak PLN. 

    Dalam pertemuan tersebut, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus memaparkan perkembangan penanganan gangguan kelistrikan.

    "Yang kedua mereka juga tadi menyampaikan permohonan maaf atas mati lampu beberapa hari ini di Kota Samarinda. Mereka juga melaporkan bahwa itu gangguan teknik. Nah, jadi insyaallah sudah ditangani, mudah-mudahan ke depannya pemadaman itu nanti sudah tidak ada lagi," ujar Helmi, Rabu (8/7/2026).

    Menurutnya, pihak PLN memastikan perbaikan terus dikebut agar sistem kelistrikan kembali normal dalam waktu dekat.

    "Mereka mengharapkan mudah-mudahan dalam sehari dua hari ini segera teratasi," ungkapnya.

    Helmi menjelaskan, berdasarkan pemaparan PLN, gangguan terjadi pada beberapa titik induk yang saat ini masih dalam proses perbaikan. Namun, pihak PLN belum merinci lokasi induk yang mengalami gangguan tersebut.

    "Yang jelas tadi informasinya ada beberapa titik mereka menyampaikan itu yang induk yang masih dalam proses perbaikan," sebutnya.

    DPRD Samarinda juga menyampaikan sejumlah keluhan masyarakat yang muncul akibat pemadaman bergilir tersebut. Tidak hanya rumah tangga, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) hingga pelaku usaha turut terdampak karena aktivitas operasional terganggu.

    "Artinya dengan matinya PLN ini tentu dari sektor UKM, termasuk juga pelaku usaha, sangat terdampak. Ditambah lagi kebutuhan pemukiman, terutama ibu-ibu, aktivitasnya juga terkendala," jelas Helmi.

    Ia berharap penyelesaian gangguan teknis benar-benar dapat dilakukan sesuai target sehingga pelayanan kelistrikan kembali normal dan masyarakat tidak lagi mengalami pemadaman berulang.

    Dalam kesempatan itu, Helmi juga meluruskan isu yang sempat beredar mengenai kenaikan tarif listrik. Ia menegaskan persoalan tersebut tidak dibahas dalam audiensi bersama PLN.

    "Oh kalau bicara tarif tadi kita tidak ada," tegasnya.

    DPRD Kota Samarinda berharap komitmen percepatan perbaikan yang disampaikan PLN dapat direalisasikan sehingga keandalan pasokan listrik di Kota Tepian kembali terjaga dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.

    (Sf/Rs)