Cari disini...
Seputar Kaltim
Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi, (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Rencana pembangunan jaringan listrik untuk Kampung Airport dan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), pada 2026 masih terkendala jalur pemasangan jaringan yang melintasi kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, mengatakan PLN telah menganggarkan pembangunan jaringan listrik untuk kedua wilayah tersebut. Namun, pekerjaan belum dapat dilaksanakan karena jalur yang akan dilalui tiang listrik masih membutuhkan penyelesaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak pengelola TNK.
“Untuk tahun 2026 itu PLN telah menganggarkan jaringan listrik untuk kampung Airport dan Teluk Lombok. Saat ini itu terkendala di jalurnya,” ujar Dewi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kutim.
Ia menjelaskan, kawasan Airport dan pantai Teluk Lombok sudah berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Kendala berada pada jalur yang akan digunakan untuk pemasangan jaringan listrik karena masuk kawasan TNK.
“Jalur yang dilalui oleh tiang-tiang listrik ini TNK, saat ini itu masih dipending oleh teman-teman PLN dari hasil rapat kemarin karena harus ada penyelesaian dulu PKS antara TNK dengan teman-teman PLN,” katanya.
Menurut Dewi, proses PKS perlu segera diselesaikan karena pembangunan tersebut telah masuk dalam rencana tahun anggaran 2026. Ia khawatir keterlambatan tersebut kembali menunda pemasangan jaringan listrik.
Dewi mengaku telah meminta perkembangan proses PKS kepada sejumlah pihak di pemerintah daerah. Namun, jawaban yang diterimanya masih sebatas diminta menunggu proses administrasi.
Dewi khawatir waktu pelaksanaan semakin terbatas sehingga anggaran yang telah disiapkan PLN tidak dapat direalisasikan.
“Tapi ini kan anggaran sudah mau habis ini. Kalau nanti PLN tidak bisa melaksanakan secara otomatis untuk Airport dan Teluk Lombok bisa jadi kabur lagi,” jelasnya.
Karena itu, Dewi meminta DPRD Kutim ikut mengawal penyelesaian PKS tersebut agar pembangunan jaringan listrik bagi masyarakat Airport dan Teluk Lombok tidak kembali tertunda.
“Jadi mohon bantu bapak-bapak dewan, tolong kami dibantu untuk dikawal mengingatkan kembali pimpinan-pimpinan kami yang memang diamanahi untuk mengawal dari proses PKS ini,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi, (foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Rencana pembangunan jaringan listrik untuk Kampung Airport dan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim), pada 2026 masih terkendala jalur pemasangan jaringan yang melintasi kawasan Taman Nasional Kutai (TNK).
Camat Sangatta Selatan, Dewi Dohi, mengatakan PLN telah menganggarkan pembangunan jaringan listrik untuk kedua wilayah tersebut. Namun, pekerjaan belum dapat dilaksanakan karena jalur yang akan dilalui tiang listrik masih membutuhkan penyelesaian Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak pengelola TNK.
“Untuk tahun 2026 itu PLN telah menganggarkan jaringan listrik untuk kampung Airport dan Teluk Lombok. Saat ini itu terkendala di jalurnya,” ujar Dewi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kutim.
Ia menjelaskan, kawasan Airport dan pantai Teluk Lombok sudah berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL). Kendala berada pada jalur yang akan digunakan untuk pemasangan jaringan listrik karena masuk kawasan TNK.
“Jalur yang dilalui oleh tiang-tiang listrik ini TNK, saat ini itu masih dipending oleh teman-teman PLN dari hasil rapat kemarin karena harus ada penyelesaian dulu PKS antara TNK dengan teman-teman PLN,” katanya.
Menurut Dewi, proses PKS perlu segera diselesaikan karena pembangunan tersebut telah masuk dalam rencana tahun anggaran 2026. Ia khawatir keterlambatan tersebut kembali menunda pemasangan jaringan listrik.
Dewi mengaku telah meminta perkembangan proses PKS kepada sejumlah pihak di pemerintah daerah. Namun, jawaban yang diterimanya masih sebatas diminta menunggu proses administrasi.
Dewi khawatir waktu pelaksanaan semakin terbatas sehingga anggaran yang telah disiapkan PLN tidak dapat direalisasikan.
“Tapi ini kan anggaran sudah mau habis ini. Kalau nanti PLN tidak bisa melaksanakan secara otomatis untuk Airport dan Teluk Lombok bisa jadi kabur lagi,” jelasnya.
Karena itu, Dewi meminta DPRD Kutim ikut mengawal penyelesaian PKS tersebut agar pembangunan jaringan listrik bagi masyarakat Airport dan Teluk Lombok tidak kembali tertunda.
“Jadi mohon bantu bapak-bapak dewan, tolong kami dibantu untuk dikawal mengingatkan kembali pimpinan-pimpinan kami yang memang diamanahi untuk mengawal dari proses PKS ini,” pungkasnya.
(Sf/Lo)