Plastik Mahal, UMKM Paser Putar Otak Cari Kemasan Alternatif

    Seputarfakta.com - Padliannor -

    Seputar Kaltim

    07 April 2026 07:26 WIB

    UMKM di CFD Kabupaten Paser (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Harga plastik di Kabupaten Paser melonjak tajam. Hal tersebut mengakibatkan keresahan di masyarakat khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

    Kenaikan harga plastik itu salah satunya dikarenakan konflik di sejumlah wilayah yang menjadi wilayah impor bahan baku pembuatan plastik, yaitu nafta.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Paser, Yusuf menjelaskan untuk menyikapi hal tersebut pelaku UMKM dituntut lebih kreatif dalam menjalankan usaha mereka.

    "Inikan barang produksi pabrik ya, jadi kita tidak bisa intervensi langsung. Kalaupun mau pengadaan untuk disuplai ke UMKM itu butuh penganggaran sendiri lagi dan tidak mungkin kita lakukan saat ini," kata Yusuf, Selasa (7/4/2026).

    Dengan kondisi seperti sekarang ia menilai pelaku UMKM dituntut untuk mencari alternatif lain untuk dapat digunakan dengan harga yang masih terjangkau, seperti kertas yang diolah untuk membungkus produk mereka.

    Ia menambahkan upaya lainnya yang dapat dilakukan, yaitu dengan melakukan edukasi kepada para konsumen untuk dapat menyediakan tas sendiri ketika hendak berbelanja.

    "Ada dua penyikapan yang dapat dilakukan. Konsumen membawa tas sendiri ketika hendak berbelanja atau bisa juga dari pelaku UMKM yang berinovasi terhadap pembungkusan produk yang mereka jual," tambahnya.

    Sementara salah satu pelaku UMKM di Tanah Grogot, Desy menyebut dengan kenaikan harga salah satu bahan yang ia gunakan dalam usahanya, secara otomatis harga produk yang ia tawarkan juga ikut naik guna menjaga margin penjualan dan biaya produksi.

    "Plastik yang kami gunakan harga biasanya Rp15 ribu sekarang sudah Rp20 ribu satu pack. Ditambah lagi beberapa bahan harganya juga sudah naik, mungkin karena kemasan bahan itu juga menggunakan plastik," ucapnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Plastik Mahal, UMKM Paser Putar Otak Cari Kemasan Alternatif

    Seputarfakta.com - Padliannor -

    Seputar Kaltim

    07 April 2026 07:26 WIB

    UMKM di CFD Kabupaten Paser (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Harga plastik di Kabupaten Paser melonjak tajam. Hal tersebut mengakibatkan keresahan di masyarakat khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 

    Kenaikan harga plastik itu salah satunya dikarenakan konflik di sejumlah wilayah yang menjadi wilayah impor bahan baku pembuatan plastik, yaitu nafta.

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Paser, Yusuf menjelaskan untuk menyikapi hal tersebut pelaku UMKM dituntut lebih kreatif dalam menjalankan usaha mereka.

    "Inikan barang produksi pabrik ya, jadi kita tidak bisa intervensi langsung. Kalaupun mau pengadaan untuk disuplai ke UMKM itu butuh penganggaran sendiri lagi dan tidak mungkin kita lakukan saat ini," kata Yusuf, Selasa (7/4/2026).

    Dengan kondisi seperti sekarang ia menilai pelaku UMKM dituntut untuk mencari alternatif lain untuk dapat digunakan dengan harga yang masih terjangkau, seperti kertas yang diolah untuk membungkus produk mereka.

    Ia menambahkan upaya lainnya yang dapat dilakukan, yaitu dengan melakukan edukasi kepada para konsumen untuk dapat menyediakan tas sendiri ketika hendak berbelanja.

    "Ada dua penyikapan yang dapat dilakukan. Konsumen membawa tas sendiri ketika hendak berbelanja atau bisa juga dari pelaku UMKM yang berinovasi terhadap pembungkusan produk yang mereka jual," tambahnya.

    Sementara salah satu pelaku UMKM di Tanah Grogot, Desy menyebut dengan kenaikan harga salah satu bahan yang ia gunakan dalam usahanya, secara otomatis harga produk yang ia tawarkan juga ikut naik guna menjaga margin penjualan dan biaya produksi.

    "Plastik yang kami gunakan harga biasanya Rp15 ribu sekarang sudah Rp20 ribu satu pack. Ditambah lagi beberapa bahan harganya juga sudah naik, mungkin karena kemasan bahan itu juga menggunakan plastik," ucapnya.

    (Sf/Lo)