Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata kukar, Slamet Hadiraharjo. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) merencanakan penambahan teropong demi meningkatkan jumlah pengunjung di Objek Wisata Planetarium Jagad Raya Tenggarong.
Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo mengatakan teropong merupakan alat optik untuk menangkap objek yang sangat jauh, akan menjadi salah satu fasilitas tambahan.
Fungsinya adalah untuk melihat bintang-bintang atau objek langit lainnya secara detail. "Setelah dibuka pada 1 Januari, planetarium sudah penuh pengunjung. Planetarium adalah langka di Kalimantan Timur dna empat ini memiliki nilai edukasi yang penting," ungkapnya.
Ia mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan objek wisata planetarium dengan menambah teropong, tapi tahap awal akan difokuskan pada penayangan film antariksa di planetarium.
"Film yang ditampilkan di planetarium memiliki nilai edukasi yang berbeda. Planetarium adalah hal yang langka, bukan hanya di Kaltim, tetapi juga di Indonesia." jelasnya.
Untuk proyek saat ini, kata dia, pihaknya ingin menghidupkan film tentang antariksa terlebih dahulu.
Ia berharap planetarium juga dapat memiliki teropong bintang. Kini, pembangunan teropong sedang direncanakan dan diharapkan dapat terealisasi secepatnya.
"Kami berharap adanya teropong baru dapat meningkatkan daya tarik planetarium dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan demikian, diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga akan meningkat." pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata kukar, Slamet Hadiraharjo. (Foto:M.anshori/seputarfakta.com)
Tenggarong - Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) merencanakan penambahan teropong demi meningkatkan jumlah pengunjung di Objek Wisata Planetarium Jagad Raya Tenggarong.
Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo mengatakan teropong merupakan alat optik untuk menangkap objek yang sangat jauh, akan menjadi salah satu fasilitas tambahan.
Fungsinya adalah untuk melihat bintang-bintang atau objek langit lainnya secara detail. "Setelah dibuka pada 1 Januari, planetarium sudah penuh pengunjung. Planetarium adalah langka di Kalimantan Timur dna empat ini memiliki nilai edukasi yang penting," ungkapnya.
Ia mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan objek wisata planetarium dengan menambah teropong, tapi tahap awal akan difokuskan pada penayangan film antariksa di planetarium.
"Film yang ditampilkan di planetarium memiliki nilai edukasi yang berbeda. Planetarium adalah hal yang langka, bukan hanya di Kaltim, tetapi juga di Indonesia." jelasnya.
Untuk proyek saat ini, kata dia, pihaknya ingin menghidupkan film tentang antariksa terlebih dahulu.
Ia berharap planetarium juga dapat memiliki teropong bintang. Kini, pembangunan teropong sedang direncanakan dan diharapkan dapat terealisasi secepatnya.
"Kami berharap adanya teropong baru dapat meningkatkan daya tarik planetarium dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan demikian, diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga akan meningkat." pungkasnya.
(Sf/By)