Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Kondisi plafon gedung gor pemuda yang ambruk. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Malam yang seharusnya dipenuhi dengan teriakan saat menonton turnamen futsal berubah menjadi kepanikan dan membuat para penonton berlari berhamburan. Pasalnya atap plafon Gerdung Graha Pemuda atau Gedung Gor Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, ambruk tiba-tiba pada Jumat (12/12/2025) malam.
Beruntung, runtuhan plafon tidak menimpa warga yang tengah duduk menyaksikan pertandingan. Meski tanpa korban jiwa, kejadian ini berhasil menarik perhatian masyarakat. Pasalnya diketahui bahwa gedung tersebut masih tergolong baru selesai renovasi pada 27 Desember 2024 sesuai batas kontrak yang telah ditetapkan. Sehingga, hal ini menjadi peringatan serius pemerintah daerah soal kondisi bangunan GOR yang yang baru saja di renovasi tersebut.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Benny Hedryanto, menjelaskan penyebab ambruknya plafon berdasarkan hasil tinjauan bersama konsultan dan pengawas menunjukkan masalah bukan pada atap, melainkan kebocoran dak di pilar sebelah kiri. Sehingga, plafon berbahan PVC tersebut tidak mampu menahan tekanan air yang mengendap.
"Saluran air di atas dak tersumbat ranting dan kotoran. Air hujan tergenang, merembes, lalu menjebol plafon," ungkap Benny.
Ia pun menyampaikan bahwa pilar digedung tersebut ada empat pilar dan pilar sebelah kiri sebelumnya dinilai aman. Sehingga, renovasi beberapa waktu lalu hanya menyasar pilar kanan yang mengalami rembesan. Keterbatasan anggaran pun menjadi alasan perbaikan tidak dilakukan secara menyeluruh.
"Renovasi kemarin bukan renovasi total. Kami hanya memperbaiki kebocoran tertentu, menambah penerangan, mengurangi panas dengan exhaust, dan pengecatan. Anggaran memang tidak memungkinkan," tuturnya.
Dirinya pun menjelaskan bahwa area insiden tersebut pun telah dibersihkan dan diamankan. Sehingga, aktivitas di GOR Pemuda masih dapat berjalan, namun Dispora memastikan akan melakukan pengecekan ulang seluruh pilar dan sistem drainase untuk mencegah kejadian serupa.
"Ini jadi alarm bagi kami. Kedepan, yang kami utamakan adalah pilar dan saluran air. Kalau itu tidak dibereskan, potensi roboh tetap ada," terangnya.
Sementara itu, ia pun mengatakan pihaknya di Dispora sebenarnya telah merencanakan renovasi besar GOR Pemuda dengan konsep gedung multifungsi lengkap tribun keliling dan kapasitas hingga 10 ribu penonton, dengan perkiraan anggaran Rp7–8 miliar.
"Tapi anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp1,2 miliar, bahkan setelah lelang nilainya turun lagi. Akhirnya kami hanya bisa memilih mana yang paling mendesak," ujarnya.
Beny pun menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas dan konsultan untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan, sembari kembali mengusulkan anggaran agar renovasi menyeluruh dapat benar-benar terwujud.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Kondisi plafon gedung gor pemuda yang ambruk. (Foto: Istimewa)
Tanjung Redeb - Malam yang seharusnya dipenuhi dengan teriakan saat menonton turnamen futsal berubah menjadi kepanikan dan membuat para penonton berlari berhamburan. Pasalnya atap plafon Gerdung Graha Pemuda atau Gedung Gor Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, ambruk tiba-tiba pada Jumat (12/12/2025) malam.
Beruntung, runtuhan plafon tidak menimpa warga yang tengah duduk menyaksikan pertandingan. Meski tanpa korban jiwa, kejadian ini berhasil menarik perhatian masyarakat. Pasalnya diketahui bahwa gedung tersebut masih tergolong baru selesai renovasi pada 27 Desember 2024 sesuai batas kontrak yang telah ditetapkan. Sehingga, hal ini menjadi peringatan serius pemerintah daerah soal kondisi bangunan GOR yang yang baru saja di renovasi tersebut.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Benny Hedryanto, menjelaskan penyebab ambruknya plafon berdasarkan hasil tinjauan bersama konsultan dan pengawas menunjukkan masalah bukan pada atap, melainkan kebocoran dak di pilar sebelah kiri. Sehingga, plafon berbahan PVC tersebut tidak mampu menahan tekanan air yang mengendap.
"Saluran air di atas dak tersumbat ranting dan kotoran. Air hujan tergenang, merembes, lalu menjebol plafon," ungkap Benny.
Ia pun menyampaikan bahwa pilar digedung tersebut ada empat pilar dan pilar sebelah kiri sebelumnya dinilai aman. Sehingga, renovasi beberapa waktu lalu hanya menyasar pilar kanan yang mengalami rembesan. Keterbatasan anggaran pun menjadi alasan perbaikan tidak dilakukan secara menyeluruh.
"Renovasi kemarin bukan renovasi total. Kami hanya memperbaiki kebocoran tertentu, menambah penerangan, mengurangi panas dengan exhaust, dan pengecatan. Anggaran memang tidak memungkinkan," tuturnya.
Dirinya pun menjelaskan bahwa area insiden tersebut pun telah dibersihkan dan diamankan. Sehingga, aktivitas di GOR Pemuda masih dapat berjalan, namun Dispora memastikan akan melakukan pengecekan ulang seluruh pilar dan sistem drainase untuk mencegah kejadian serupa.
"Ini jadi alarm bagi kami. Kedepan, yang kami utamakan adalah pilar dan saluran air. Kalau itu tidak dibereskan, potensi roboh tetap ada," terangnya.
Sementara itu, ia pun mengatakan pihaknya di Dispora sebenarnya telah merencanakan renovasi besar GOR Pemuda dengan konsep gedung multifungsi lengkap tribun keliling dan kapasitas hingga 10 ribu penonton, dengan perkiraan anggaran Rp7–8 miliar.
"Tapi anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp1,2 miliar, bahkan setelah lelang nilainya turun lagi. Akhirnya kami hanya bisa memilih mana yang paling mendesak," ujarnya.
Beny pun menyampaikan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas dan konsultan untuk menentukan langkah perbaikan lanjutan, sembari kembali mengusulkan anggaran agar renovasi menyeluruh dapat benar-benar terwujud.
(Sf/Rs)