Cari disini...
Seputar Kaltim
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim menegaskan pentingnya penguatan kader hingga ke tingkat akar rumput dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim menegaskan pentingnya penguatan kader hingga ke tingkat akar rumput dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Hal ini menjadi salah satu penekanan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Kaltim yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026).
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin menyebut Muscab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat arah gerak partai agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya tantangan politik ke depan tidak hanya soal elektoral, tetapi juga bagaimana kader partai mampu hadir secara nyata di tengah persoalan rakyat.
“PKB harus menjadi partai yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader tidak boleh hanya berbicara, tetapi harus hadir memberikan solusi,” ucap Udin sapaan akrabnya kepada media usai pembukaan Muscab.
Udin menekankan penerapan tiga manifesto politik PKB, yakni Politik Kepeloporan, Politik Keteladanan, dan Politik Kehadiran. Ketiga prinsip tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat basis dukungan partai.
Dia mencontohkan kader PKB harus tanggap terhadap persoalan sosial di sekitarnya, mulai dari membantu warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, memperjuangkan pendidikan bagi anak putus sekolah, hingga mendorong perbaikan rumah tidak layak huni.
“Kalau ada warga sakit dan kesulitan berobat, kader harus hadir membantu. Kalau ada anak putus sekolah, harus diperjuangkan agar bisa kembali belajar. Itu bentuk nyata kehadiran partai,” tegasnya.
Selain penguatan kader, muscab juga menjadi forum evaluasi internal partai pasca Pemilu 2024, serta penyusunan strategi menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Dalam forum tersebut, PKB Kaltim menetapkan target peningkatan perolehan kursi di DPRD Provinsi Kaltim.
Saat ini, PKB memiliki enam kursi di DPRD provinsi dan menargetkan peningkatan menjadi 11 kursi pada pemilu mendatang.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB, Imam Ahmad Syukri, menilai target tersebut cukup realistis. Ia menyebut tren elektoral PKB di Kaltim menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk keberhasilan meraih kursi DPR RI pada Pemilu 2024.
“Dengan kekompakan struktur partai hingga tingkat ranting dan kerja nyata di lapangan, target tersebut sangat memungkinkan untuk dicapai,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan situasi ekonomi global yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu kader PKB diminta tidak hanya fokus pada agenda politik, tetapi juga aktif membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
“Masyarakat butuh solusi, bukan sekadar wacana. Di sinilah peran kader PKB diuji, apakah benar-benar hadir atau tidak,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim menegaskan pentingnya penguatan kader hingga ke tingkat akar rumput dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim menegaskan pentingnya penguatan kader hingga ke tingkat akar rumput dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Hal ini menjadi salah satu penekanan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Kaltim yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Rabu (8/4/2026).
Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin menyebut Muscab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat arah gerak partai agar lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya tantangan politik ke depan tidak hanya soal elektoral, tetapi juga bagaimana kader partai mampu hadir secara nyata di tengah persoalan rakyat.
“PKB harus menjadi partai yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kader tidak boleh hanya berbicara, tetapi harus hadir memberikan solusi,” ucap Udin sapaan akrabnya kepada media usai pembukaan Muscab.
Udin menekankan penerapan tiga manifesto politik PKB, yakni Politik Kepeloporan, Politik Keteladanan, dan Politik Kehadiran. Ketiga prinsip tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat basis dukungan partai.
Dia mencontohkan kader PKB harus tanggap terhadap persoalan sosial di sekitarnya, mulai dari membantu warga yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, memperjuangkan pendidikan bagi anak putus sekolah, hingga mendorong perbaikan rumah tidak layak huni.
“Kalau ada warga sakit dan kesulitan berobat, kader harus hadir membantu. Kalau ada anak putus sekolah, harus diperjuangkan agar bisa kembali belajar. Itu bentuk nyata kehadiran partai,” tegasnya.
Selain penguatan kader, muscab juga menjadi forum evaluasi internal partai pasca Pemilu 2024, serta penyusunan strategi menuju Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Dalam forum tersebut, PKB Kaltim menetapkan target peningkatan perolehan kursi di DPRD Provinsi Kaltim.
Saat ini, PKB memiliki enam kursi di DPRD provinsi dan menargetkan peningkatan menjadi 11 kursi pada pemilu mendatang.
Sementara itu, perwakilan DPP PKB, Imam Ahmad Syukri, menilai target tersebut cukup realistis. Ia menyebut tren elektoral PKB di Kaltim menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk keberhasilan meraih kursi DPR RI pada Pemilu 2024.
“Dengan kekompakan struktur partai hingga tingkat ranting dan kerja nyata di lapangan, target tersebut sangat memungkinkan untuk dicapai,” ujarnya.
Dirinya juga mengingatkan situasi ekonomi global yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Karena itu kader PKB diminta tidak hanya fokus pada agenda politik, tetapi juga aktif membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
“Masyarakat butuh solusi, bukan sekadar wacana. Di sinilah peran kader PKB diuji, apakah benar-benar hadir atau tidak,” pungkasnya.
(Sf/Lo)