Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    PJU PPU Rawan Dicuri, Dishub Rencanakan Pemasangan CCTV Tiap 100 Meter

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 16:10 WITA

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih mencapai sekitar 2.000 unit. Namun, upaya memenuhi kebutuhan penerangan jalan itu menghadapi persoalan lain, yakni pencurian fasilitas PJU. Baterai, panel surya (solar cell), hingga tiang penerangan dilaporkan hilang di sejumlah wilayah.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, menyebut sedikitnya 10 hingga 15 unit PJU milik pemerintah daerah telah hilang akibat pencurian. Kehilangan tersebut terutama terjadi pada fasilitas yang berada di ruas jalan kabupaten.

    "Itu baru PJU milik Dishub. Ada juga fasilitas milik Dinas Perkimtan. Untuk kejadian ini sudah kami laporkan ke kepolisian. Informasi awal biasanya disampaikan pemerintah desa, kelurahan, maupun masyarakat setempat," ujar Agus, belum lama ini.

    Menurutnya, seluruh PJU yang dipasang Dishub sebenarnya sudah dilengkapi identitas berupa nomor dan tahun pengadaan. Penandaan itu dimaksudkan untuk membedakan aset milik pemerintah daerah. Pencurian masih terjadi meski fasilitas telah diberi label.

    Persoalan tersebut menambah tantangan pemenuhan kebutuhan penerangan jalan di PPU. Dishub mencatat masih ada sekitar 2.000 titik PJU yang dibutuhkan untuk jalan kabupaten di berbagai desa dan kelurahan.

    "Usulan kebutuhan dari desa dan kelurahan masih banyak, jumlahnya sekitar 2.000 unit. Jadi, kebutuhan penerangan masih besar, sementara fasilitas yang sudah terpasang juga menghadapi pencurian," katanya.

    Nilai kerugian dari pencurian itu juga cukup besar. Agus memperkirakan harga satu unit PJU mencapai Rp45 juta. Angka kerugian dapat berbeda bergantung pada komponen yang hilang, sebab pencurian tidak selalu menyasar satu unit secara utuh.

    "Kalau satu unit sekitar Rp45 juta, tinggal dikalikan dengan jumlah yang hilang. Tetapi ada juga pencurian yang hanya mengambil baterai atau solar cell," jelasnya.

    Padahal, fasilitas PJU dibutuhkan untuk menunjang keselamatan dan aktivitas masyarakat, terutama saat malam hari ketika kondisi jalan minim pencahayaan. Karena itu, Agus meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas penerangan yang telah dibangun pemerintah.

    Untuk itu, Dishub PPU merencanakan pemasangan kamera pengawas atau CCTV dengan jarak antarkamera sekitar 100 meter. Selain memantau arus lalu lintas, perangkat itu diharapkan dapat mengawasi aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas PJU.

    Rencana tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Dishub berharap pemasangan CCTV dapat menjangkau ruas jalan di kawasan desa dan kelurahan yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.

    "Itu masih rencana, kalau tersedia anggaran. Kalau memungkinkan, kami ingin menempatkan CCTV di jalan-jalan desa," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    PJU PPU Rawan Dicuri, Dishub Rencanakan Pemasangan CCTV Tiap 100 Meter

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Rusdianto
    05 November 2026 pukul 16:10 WITA

    Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) masih mencapai sekitar 2.000 unit. Namun, upaya memenuhi kebutuhan penerangan jalan itu menghadapi persoalan lain, yakni pencurian fasilitas PJU. Baterai, panel surya (solar cell), hingga tiang penerangan dilaporkan hilang di sejumlah wilayah.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) PPU, Agus Dahlan, menyebut sedikitnya 10 hingga 15 unit PJU milik pemerintah daerah telah hilang akibat pencurian. Kehilangan tersebut terutama terjadi pada fasilitas yang berada di ruas jalan kabupaten.

    "Itu baru PJU milik Dishub. Ada juga fasilitas milik Dinas Perkimtan. Untuk kejadian ini sudah kami laporkan ke kepolisian. Informasi awal biasanya disampaikan pemerintah desa, kelurahan, maupun masyarakat setempat," ujar Agus, belum lama ini.

    Menurutnya, seluruh PJU yang dipasang Dishub sebenarnya sudah dilengkapi identitas berupa nomor dan tahun pengadaan. Penandaan itu dimaksudkan untuk membedakan aset milik pemerintah daerah. Pencurian masih terjadi meski fasilitas telah diberi label.

    Persoalan tersebut menambah tantangan pemenuhan kebutuhan penerangan jalan di PPU. Dishub mencatat masih ada sekitar 2.000 titik PJU yang dibutuhkan untuk jalan kabupaten di berbagai desa dan kelurahan.

    "Usulan kebutuhan dari desa dan kelurahan masih banyak, jumlahnya sekitar 2.000 unit. Jadi, kebutuhan penerangan masih besar, sementara fasilitas yang sudah terpasang juga menghadapi pencurian," katanya.

    Nilai kerugian dari pencurian itu juga cukup besar. Agus memperkirakan harga satu unit PJU mencapai Rp45 juta. Angka kerugian dapat berbeda bergantung pada komponen yang hilang, sebab pencurian tidak selalu menyasar satu unit secara utuh.

    "Kalau satu unit sekitar Rp45 juta, tinggal dikalikan dengan jumlah yang hilang. Tetapi ada juga pencurian yang hanya mengambil baterai atau solar cell," jelasnya.

    Padahal, fasilitas PJU dibutuhkan untuk menunjang keselamatan dan aktivitas masyarakat, terutama saat malam hari ketika kondisi jalan minim pencahayaan. Karena itu, Agus meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas penerangan yang telah dibangun pemerintah.

    Untuk itu, Dishub PPU merencanakan pemasangan kamera pengawas atau CCTV dengan jarak antarkamera sekitar 100 meter. Selain memantau arus lalu lintas, perangkat itu diharapkan dapat mengawasi aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas PJU.

    Rencana tersebut masih bergantung pada ketersediaan anggaran. Dishub berharap pemasangan CCTV dapat menjangkau ruas jalan di kawasan desa dan kelurahan yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.

    "Itu masih rencana, kalau tersedia anggaran. Kalau memungkinkan, kami ingin menempatkan CCTV di jalan-jalan desa," pungkasnya.

    (Sf/Rs)