Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum memastikan kapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berakhir dan siswa kembali ke sekolah. Evaluasi masih dilakukan karena kondisi asap di sejumlah kecamatan dinilai belum sepenuhnya membaik.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan evaluasi pelaksanaan PJJ telah berlangsung selama satu hingga dua hari terakhir. Menurutnya, kondisi di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perkembangan, tetapi belum seluruhnya memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).
“Sudah satu, dua hari kita evaluasi. Mudah-mudahan kondisi semakin membaik sehingga kita bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Mulyono.
Ia mengatakan, keputusan untuk kembali ke PTM masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan. Mulyono belum merinci kecamatan yang masih terdampak karena situasinya dapat berubah sewaktu-waktu.
Di tengah pelaksanaan PJJ, Mulyono menilai guru, sekolah dan orang tua sudah memiliki pengalaman mendampingi siswa belajar dari rumah, terutama sejak pandemi Covid-19.
“Saya rasa sampai hari ini tidak ada keluhan terkait pembelajaran. Yang ada keluhan mungkin kerepotan saja. Itu karena anaknya harus belajar di rumah,” katanya.
Disdikbud Kutim masih memantau perkembangan kondisi di lapangan sebelum menentukan waktu kembalinya siswa ke pembelajaran tatap muka.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum memastikan kapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berakhir dan siswa kembali ke sekolah. Evaluasi masih dilakukan karena kondisi asap di sejumlah kecamatan dinilai belum sepenuhnya membaik.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan evaluasi pelaksanaan PJJ telah berlangsung selama satu hingga dua hari terakhir. Menurutnya, kondisi di sejumlah wilayah mulai menunjukkan perkembangan, tetapi belum seluruhnya memungkinkan untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).
“Sudah satu, dua hari kita evaluasi. Mudah-mudahan kondisi semakin membaik sehingga kita bisa segera melaksanakan pembelajaran tatap muka,” ujar Mulyono.
Ia mengatakan, keputusan untuk kembali ke PTM masih menunggu perkembangan kondisi di lapangan. Mulyono belum merinci kecamatan yang masih terdampak karena situasinya dapat berubah sewaktu-waktu.
Di tengah pelaksanaan PJJ, Mulyono menilai guru, sekolah dan orang tua sudah memiliki pengalaman mendampingi siswa belajar dari rumah, terutama sejak pandemi Covid-19.
“Saya rasa sampai hari ini tidak ada keluhan terkait pembelajaran. Yang ada keluhan mungkin kerepotan saja. Itu karena anaknya harus belajar di rumah,” katanya.
Disdikbud Kutim masih memantau perkembangan kondisi di lapangan sebelum menentukan waktu kembalinya siswa ke pembelajaran tatap muka.
(Sf/Lo)