Seputar Kaltim

    Pj Gubernur Sudah Serah Terima Hak Pengelola, Borneo FC Bisa Pakai Stadion Segiri pada 16 Februari Saat Derby Papadaan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Februari 2025 pukul 13:45 WITA

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat mencoba rumput Stadion Segiri Samarinda, setelah melakukan penyerahan pengelolaan kepada Pemkot Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kabar gembira bagi pecinta sepak bola Kalimantan Timur, khususnya pendukung setia Borneo FC. 

    Stadion Segiri, yang selama ini menjadi kandang kebanggaan tim berjuluk Pesut Etam, akhirnya telah rampung direnovasi dan siap digunakan kembali.

    Renovasi Stadion Segiri yang menelan anggaran Rp81 miliar dari APBN ini meliputi berbagai aspek, mulai dari perbaikan lapangan rumput, instalasi, tribun, kursi single seat, hingga toilet dan pengecatan ulang. 

    Bahkan, pagar keliling stadion pun tak luput dari perbaikan. Pengerjaan yang dimulai pada awal tahun 2024 ini telah rampung hingga masa pemeliharaan.

    Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, saat acara serah terima Stadion Segiri kepada Pemerintah Kota Samarinda pada Senin (10/2/2025).

    "Alhamdulillah, hari ini kita bersama dengan perwakilan provinsi Kaltim dan juga dari Dinas PUPR. Kita menyambut aspirasi dari teman-teman. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah membangunkan stadion ini, yang merupakan kebanggaan bagi kita, Stadion Segiri," ujar Akmal Malik.

    Akmal Malik menjelaskan bahwa setelah pembangunan selesai, sesuai regulasi, pemeliharaan stadion hanya dilakukan selama enam bulan. Namun, karena Borneo FC tidak memiliki home base, pemerintah provinsi mencari solusi agar stadion dapat segera digunakan.

    "Nanti, BPKP yang akan membantu. Kami akan menyerahkan pengelolaan stadion ini kepada Kota Samarinda untuk bekerja sama dengan Borneo FC. Kami juga akan membantu menyalurkan aspirasi dari Borneo FC agar penggunaan stadion ini tidak merubah aturan dan merusak fasilitas," lanjutnya.

    Ia berharap Wali Kota Samarinda beserta jajaran dapat duduk bersama dengan Borneo FC untuk mengatur pengelolaan stadion dengan bantuan BPKP. Akmal Malik juga berharap stadion kebanggaan ini dapat mendorong prestasi klub kebanggaan, salah satunya Borneo FC, ke tingkat internasional.

    Sementara itu, Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, menyambut gembira kabar baik ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait, terutama BPPW, atas kerja kerasnya.

    "Tadi seperti apa yang dikatakan pak Pj dari pusat melakukan penyerahan ke provinsi, setelah itu penyerahan selanjutnya ke pemerintah kota, pihak-pihak Borneo FC akan merumuskan agreement-nya karena stadion ini masih dalam masa pemeliharaan, targetnya tanggal 16 sudah bisa bermain di stadion Segiri," kata Ponaryo Astaman.

    Ponaryo menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispora dan BPKAD untuk hal teknis penggunaan stadion. Panpel Borneo FC juga sudah standby untuk memenuhi segala macam perizinan. 

    Ia berharap semua proses berjalan lancar dan Borneo FC dapat segera kembali bermain di kandang sendiri. 

    Diketahui, Borneo FC akan menghadapi Barito Putera pada lanjutan BRI Liga 1 Indonesia. Borneo FC akan menjadi tuan rumah atsa Derby Papadaan atau laga antar pulau Kalimantan ini yang berlangsung pada 16 Februari 2025 mendatang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pj Gubernur Sudah Serah Terima Hak Pengelola, Borneo FC Bisa Pakai Stadion Segiri pada 16 Februari Saat Derby Papadaan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Februari 2025 pukul 13:45 WITA

    Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat mencoba rumput Stadion Segiri Samarinda, setelah melakukan penyerahan pengelolaan kepada Pemkot Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kabar gembira bagi pecinta sepak bola Kalimantan Timur, khususnya pendukung setia Borneo FC. 

    Stadion Segiri, yang selama ini menjadi kandang kebanggaan tim berjuluk Pesut Etam, akhirnya telah rampung direnovasi dan siap digunakan kembali.

    Renovasi Stadion Segiri yang menelan anggaran Rp81 miliar dari APBN ini meliputi berbagai aspek, mulai dari perbaikan lapangan rumput, instalasi, tribun, kursi single seat, hingga toilet dan pengecatan ulang. 

    Bahkan, pagar keliling stadion pun tak luput dari perbaikan. Pengerjaan yang dimulai pada awal tahun 2024 ini telah rampung hingga masa pemeliharaan.

    Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, saat acara serah terima Stadion Segiri kepada Pemerintah Kota Samarinda pada Senin (10/2/2025).

    "Alhamdulillah, hari ini kita bersama dengan perwakilan provinsi Kaltim dan juga dari Dinas PUPR. Kita menyambut aspirasi dari teman-teman. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah membangunkan stadion ini, yang merupakan kebanggaan bagi kita, Stadion Segiri," ujar Akmal Malik.

    Akmal Malik menjelaskan bahwa setelah pembangunan selesai, sesuai regulasi, pemeliharaan stadion hanya dilakukan selama enam bulan. Namun, karena Borneo FC tidak memiliki home base, pemerintah provinsi mencari solusi agar stadion dapat segera digunakan.

    "Nanti, BPKP yang akan membantu. Kami akan menyerahkan pengelolaan stadion ini kepada Kota Samarinda untuk bekerja sama dengan Borneo FC. Kami juga akan membantu menyalurkan aspirasi dari Borneo FC agar penggunaan stadion ini tidak merubah aturan dan merusak fasilitas," lanjutnya.

    Ia berharap Wali Kota Samarinda beserta jajaran dapat duduk bersama dengan Borneo FC untuk mengatur pengelolaan stadion dengan bantuan BPKP. Akmal Malik juga berharap stadion kebanggaan ini dapat mendorong prestasi klub kebanggaan, salah satunya Borneo FC, ke tingkat internasional.

    Sementara itu, Direktur Utama Borneo FC, Ponaryo Astaman, menyambut gembira kabar baik ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terkait, terutama BPPW, atas kerja kerasnya.

    "Tadi seperti apa yang dikatakan pak Pj dari pusat melakukan penyerahan ke provinsi, setelah itu penyerahan selanjutnya ke pemerintah kota, pihak-pihak Borneo FC akan merumuskan agreement-nya karena stadion ini masih dalam masa pemeliharaan, targetnya tanggal 16 sudah bisa bermain di stadion Segiri," kata Ponaryo Astaman.

    Ponaryo menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispora dan BPKAD untuk hal teknis penggunaan stadion. Panpel Borneo FC juga sudah standby untuk memenuhi segala macam perizinan. 

    Ia berharap semua proses berjalan lancar dan Borneo FC dapat segera kembali bermain di kandang sendiri. 

    Diketahui, Borneo FC akan menghadapi Barito Putera pada lanjutan BRI Liga 1 Indonesia. Borneo FC akan menjadi tuan rumah atsa Derby Papadaan atau laga antar pulau Kalimantan ini yang berlangsung pada 16 Februari 2025 mendatang.

    (Sf/Rs)