Seputar Kaltim

    Pj Gubernur Kaltim Sebut Polemik Terowongan Samarinda Bak Drama Hollywood, Selesai dengan Bahagia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Januari 2024 pukul 21:46 WITA

    Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik setelah menghadiri rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Samarinda terkait permasalahan Tunnel. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menyebut polemik pembangunan terowongan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang melintasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim  telah diselesaikan secara baik dan damai, bahkan menyebut permasalahan ini seperti drama Hollywood yang berakhir dengan bahagia.

    Hal ini disampaikan Akmal Malik usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Lanjutan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahaka Samarinda, Senin (22/1/2023).

    "Alhamdulillah, kita sudah menemukan titik temu dan kesepakatan bersama. Ini seperti film Hollywood yang happy ending," kata Akmal Malik.

    Ia menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Wali Kota Samarinda, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan proyek tunnel tersebut.

    "Kami semua sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami tidak ingin ada konflik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota," ujarnya.

    Akmal Malik menambahkan bahwa penyegelan yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim terhadap lokasi proyek tunnel sejak Sabtu (20/1/2023) lalu telah dibuka kembali dan Pemkot Samarinda diperbolehkan untuk melanjutkan pekerjaan konstruksi dengan syarat-syarat tertentu.

    "Kami meminta Pemkot Samarinda untuk menyelesaikan semua prosedur administrasi yang diperlukan dalam waktu satu minggu ke depan. Misalnya, mengurus izin penggunaan tanah, melakukan analisis dampak lingkungan, dan sebagainya," tuturnya.

    Ia berharap bahwa proyek tunnel yang merupakan bagian dari program penataan kota Samarinda dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Kami mengapresiasi upaya Pemkot Samarinda untuk meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas warga. Kami juga berkomitmen untuk mendukung dan mengawasi proyek ini agar sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pj Gubernur Kaltim Sebut Polemik Terowongan Samarinda Bak Drama Hollywood, Selesai dengan Bahagia

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Januari 2024 pukul 21:46 WITA

    Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik setelah menghadiri rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Samarinda terkait permasalahan Tunnel. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menyebut polemik pembangunan terowongan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang melintasi aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim  telah diselesaikan secara baik dan damai, bahkan menyebut permasalahan ini seperti drama Hollywood yang berakhir dengan bahagia.

    Hal ini disampaikan Akmal Malik usai menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Lanjutan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahaka Samarinda, Senin (22/1/2023).

    "Alhamdulillah, kita sudah menemukan titik temu dan kesepakatan bersama. Ini seperti film Hollywood yang happy ending," kata Akmal Malik.

    Ia menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Wali Kota Samarinda, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan proyek tunnel tersebut.

    "Kami semua sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami tidak ingin ada konflik antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota," ujarnya.

    Akmal Malik menambahkan bahwa penyegelan yang dilakukan oleh Pemprov Kaltim terhadap lokasi proyek tunnel sejak Sabtu (20/1/2023) lalu telah dibuka kembali dan Pemkot Samarinda diperbolehkan untuk melanjutkan pekerjaan konstruksi dengan syarat-syarat tertentu.

    "Kami meminta Pemkot Samarinda untuk menyelesaikan semua prosedur administrasi yang diperlukan dalam waktu satu minggu ke depan. Misalnya, mengurus izin penggunaan tanah, melakukan analisis dampak lingkungan, dan sebagainya," tuturnya.

    Ia berharap bahwa proyek tunnel yang merupakan bagian dari program penataan kota Samarinda dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    "Kami mengapresiasi upaya Pemkot Samarinda untuk meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas warga. Kami juga berkomitmen untuk mendukung dan mengawasi proyek ini agar sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)