Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik (kanan). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengungkapkan rasa syukurnya bila Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bila berlangsung satu putaran saja.
"Saya bersyukur saya tidak capek memikirkan sampai dua putaran. Jadi begitu saya tahu satu putaran saya bersyukur cepat selesai," kata Akmal dalam sambutannya pada acara penandatanganan hibah gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Samarinda, Kamis (15/2/2024).
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 16 Februari 2024 pukul 14.00 WITA, dari 823.236 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di seluruh Indonesia, sudah masuk data dari 452.069 TPS atau 54,91 persen.
Dari data tersebut, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul sementara dengan perolehan suara 33.526.056 atau 57 persen. Di posisi kedua, ada pasangan nomor urut 02, Anies Baswedan-Muhammad Imin, dengan suara 16.692.179 atau 24,98 persen. Sementara itu, pasangan nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, berada di posisi ketiga dengan suara 10.597.114 atau 18,02 persen.
Akmal Malik mengatakan, dengan hasil Pilpres yang sudah bisa dipastikan, masyarakat Kalimantan Timur bisa lebih fokus pada agenda penting berikutnya, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November 2024.
"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersiap diri menghadapi Pilkada serentak 2024," ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai PJ Gubernur, ia merasakan tantangan dan beban yang berat dalam mengawal proses demokrasi di Kalimantan Timur, baik dalam Pemilu serentak 2024 maupun Pilkada serentak 2024. Ia berharap, semua pihak bisa menjaga situasi yang kondusif dan damai.
"Tapi kami masih menghadapi satu lagi, Pilkada ini juga menguras pikiran dan pasti lebih kencang, apalagi terjadi dilanjutkan nanti kalau Pilpres (putaran kedua). Kami berharap semua pihak bisa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menghormati hasil yang sah," tuturnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik (kanan). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (PJ) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengungkapkan rasa syukurnya bila Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bila berlangsung satu putaran saja.
"Saya bersyukur saya tidak capek memikirkan sampai dua putaran. Jadi begitu saya tahu satu putaran saya bersyukur cepat selesai," kata Akmal dalam sambutannya pada acara penandatanganan hibah gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Samarinda, Kamis (15/2/2024).
Menurut data terbaru yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 16 Februari 2024 pukul 14.00 WITA, dari 823.236 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di seluruh Indonesia, sudah masuk data dari 452.069 TPS atau 54,91 persen.
Dari data tersebut, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul sementara dengan perolehan suara 33.526.056 atau 57 persen. Di posisi kedua, ada pasangan nomor urut 02, Anies Baswedan-Muhammad Imin, dengan suara 16.692.179 atau 24,98 persen. Sementara itu, pasangan nomor urut 03, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, berada di posisi ketiga dengan suara 10.597.114 atau 18,02 persen.
Akmal Malik mengatakan, dengan hasil Pilpres yang sudah bisa dipastikan, masyarakat Kalimantan Timur bisa lebih fokus pada agenda penting berikutnya, yaitu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November 2024.
"Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersiap diri menghadapi Pilkada serentak 2024," ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai PJ Gubernur, ia merasakan tantangan dan beban yang berat dalam mengawal proses demokrasi di Kalimantan Timur, baik dalam Pemilu serentak 2024 maupun Pilkada serentak 2024. Ia berharap, semua pihak bisa menjaga situasi yang kondusif dan damai.
"Tapi kami masih menghadapi satu lagi, Pilkada ini juga menguras pikiran dan pasti lebih kencang, apalagi terjadi dilanjutkan nanti kalau Pilpres (putaran kedua). Kami berharap semua pihak bisa menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan menghormati hasil yang sah," tuturnya.
(Sf/Rs)