Seputar Kaltim

    Pj Gubernur Kaltim Kunjungi Lokasi Banjir di Mahulu

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    18 Mei 2024 pukul 14:23 WITA

    Pj Gubernur Akmal Malik saat ditemui awak media sebelum berangkat ke Kabupaten Mahulu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Untuk memastikan kondisi banjir di Kabupaten Mahulu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik melakukan kunjungan ke lokasi terdampak banjir, Sabtu  (18/5/2024) hari ini.

    Ada tiga kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Ujoh Bilang, Datah Bilang dan Long Iram.

    Dalam kunjungan, dirinya ingin memastikan infrastruktur pendukung dan kebutuhan  masyarakat terdampak dapat terpenuhi, terutama aliran listrik dan kebutuhan masyarakat. 

    "Untuk data yang diterima dari PLN di kawasan Ujoh Bilang terdapat 3.339 pelanggan dan yang terdampak ada 1.350 pelanggan. Kondisi sekarang, belum ada satu pun yang menyala," ucap Akmal  kepada awak media di Hotel Royal Suite, Sabtu (18/5/2024).

    Sementara untuk Kecamatan Datah Bilang. Dari 646 pelanggan, ada sekitar 540 pelanggan yang terdampak dan satu-satunya yang berhasil diatasi baru di Kecamatan Long Iram sebanyak 1.300 pelanggan dan 540 sudah menyala.

    "Kami berharap, mudah mudahan hari ini terutama di Ujoh Bilang bisa menyala," harapnya.

    Menurutnya kolaborasi antara pemerintah daerah sangat penting, karena infrastruktur PLN rusak parah. Kemudian kebutuhan darurat ada kurang lebih 1.200 kilowat. 

    "Hari ini (Sabtu), saya bersama Kapolda dan Bupati Mahulu akan berkunjung kesana. Kami berharap ada orkestrasi yang baik dalam menangani masyarakat yang terdampak bencana ini, terutama kebutuhan listrik," jelasnya.

    Selain itu, ia juga telah memerintahkan kepala BPBD bersama Dinas ESDM untuk menyiapkan dua drum bahan bakar, mengingat bahan bakar sangat dibutuhkan untuk menghidupkan mesin-mesin dalam membersihkan material sisa banjir.

    Secara umum memang penanganan sudah berjalan, begitupub dengan bantuan termasuk dari PLN dan BUMN.

    "Saya juga berterimakasih kepada Bayan grup yang telah menyiapkan pesawat. Kami berharap para pengusaha di Kaltim dapat memberikan bantua kepada saudara kita yang mengalami bencana di Mahulu," terangnya.

    Bencana ini memang hampir siklusnya setiap tahun terjadi. Hanya saja tahun ini sangat besar. 

    Untuk itu, ia minta BPDB untuk menyiapkan Early Warning System (Sistem peringatan dini), agar ke depannya hal ini tidak terjadi lagi.

    "Paling tidak warga bis menyelamatkan aset-aset berharganya," paparnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pj Gubernur Kaltim Kunjungi Lokasi Banjir di Mahulu

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Buniyamin
    18 Mei 2024 pukul 14:23 WITA

    Pj Gubernur Akmal Malik saat ditemui awak media sebelum berangkat ke Kabupaten Mahulu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Untuk memastikan kondisi banjir di Kabupaten Mahulu, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik melakukan kunjungan ke lokasi terdampak banjir, Sabtu  (18/5/2024) hari ini.

    Ada tiga kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Ujoh Bilang, Datah Bilang dan Long Iram.

    Dalam kunjungan, dirinya ingin memastikan infrastruktur pendukung dan kebutuhan  masyarakat terdampak dapat terpenuhi, terutama aliran listrik dan kebutuhan masyarakat. 

    "Untuk data yang diterima dari PLN di kawasan Ujoh Bilang terdapat 3.339 pelanggan dan yang terdampak ada 1.350 pelanggan. Kondisi sekarang, belum ada satu pun yang menyala," ucap Akmal  kepada awak media di Hotel Royal Suite, Sabtu (18/5/2024).

    Sementara untuk Kecamatan Datah Bilang. Dari 646 pelanggan, ada sekitar 540 pelanggan yang terdampak dan satu-satunya yang berhasil diatasi baru di Kecamatan Long Iram sebanyak 1.300 pelanggan dan 540 sudah menyala.

    "Kami berharap, mudah mudahan hari ini terutama di Ujoh Bilang bisa menyala," harapnya.

    Menurutnya kolaborasi antara pemerintah daerah sangat penting, karena infrastruktur PLN rusak parah. Kemudian kebutuhan darurat ada kurang lebih 1.200 kilowat. 

    "Hari ini (Sabtu), saya bersama Kapolda dan Bupati Mahulu akan berkunjung kesana. Kami berharap ada orkestrasi yang baik dalam menangani masyarakat yang terdampak bencana ini, terutama kebutuhan listrik," jelasnya.

    Selain itu, ia juga telah memerintahkan kepala BPBD bersama Dinas ESDM untuk menyiapkan dua drum bahan bakar, mengingat bahan bakar sangat dibutuhkan untuk menghidupkan mesin-mesin dalam membersihkan material sisa banjir.

    Secara umum memang penanganan sudah berjalan, begitupub dengan bantuan termasuk dari PLN dan BUMN.

    "Saya juga berterimakasih kepada Bayan grup yang telah menyiapkan pesawat. Kami berharap para pengusaha di Kaltim dapat memberikan bantua kepada saudara kita yang mengalami bencana di Mahulu," terangnya.

    Bencana ini memang hampir siklusnya setiap tahun terjadi. Hanya saja tahun ini sangat besar. 

    Untuk itu, ia minta BPDB untuk menyiapkan Early Warning System (Sistem peringatan dini), agar ke depannya hal ini tidak terjadi lagi.

    "Paling tidak warga bis menyelamatkan aset-aset berharganya," paparnya.

    (Sf/By)