Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus penyerangan di Dusun Muara Kate, Paser.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/11/2024) dini hari. Dua warga menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni Rusel (60) yang meninggal dunia dan Ansouka (55) yang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Ia berjanji akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian dan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Sebagai pemerintah, kita berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," ujar Akmal Malik saat ditemui wartawan di Samarinda, Rabu (18/12/2024).
Akmal mengakui bahwa kasus ini menyita perhatian publik dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, ia akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan memastikan bahwa semua pihak terkait bekerja sama untuk mencapai penyelesaian yang adil.
"Kita akan terus berkomunikasi dengan Kapolda Kaltim untuk mengetahui perkembangan penyelidikan. Kita juga akan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan tambang, untuk mencari solusi bersama," tegasnya.
Terkait dugaan keterlibatan perusahaan tambang dalam peristiwa ini, Akmal Malik menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil Inspektorat Pertambangan untuk melakukan evaluasi terhadap izin operasi perusahaan tambang di wilayah tersebut. Ia juga akan meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan.
"Kita akan memanggil semua pihak terkait untuk membahas masalah ini secara menyeluruh. Kita ingin memastikan bahwa aktivitas pertambangan di Kaltim berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat," tegasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus penyerangan di Dusun Muara Kate, Paser.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (15/11/2024) dini hari. Dua warga menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yakni Rusel (60) yang meninggal dunia dan Ansouka (55) yang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Ia berjanji akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian dan perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut.
"Kita sangat prihatin dengan kejadian ini. Sebagai pemerintah, kita berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus ini dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat," ujar Akmal Malik saat ditemui wartawan di Samarinda, Rabu (18/12/2024).
Akmal mengakui bahwa kasus ini menyita perhatian publik dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Oleh karena itu, ia akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan memastikan bahwa semua pihak terkait bekerja sama untuk mencapai penyelesaian yang adil.
"Kita akan terus berkomunikasi dengan Kapolda Kaltim untuk mengetahui perkembangan penyelidikan. Kita juga akan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan tambang, untuk mencari solusi bersama," tegasnya.
Terkait dugaan keterlibatan perusahaan tambang dalam peristiwa ini, Akmal Malik menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil Inspektorat Pertambangan untuk melakukan evaluasi terhadap izin operasi perusahaan tambang di wilayah tersebut. Ia juga akan meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan.
"Kita akan memanggil semua pihak terkait untuk membahas masalah ini secara menyeluruh. Kita ingin memastikan bahwa aktivitas pertambangan di Kaltim berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan tidak merugikan masyarakat," tegasnya.
(Sf/Rs)