Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat diwawancarai mengenai BKT pada Sabtu (16/3/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Di tengah sorotan terhadap penurunan anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) yang turun drastis menjadi Rp200 miliar pada tahun 2024, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan di Kaltim. Penurunan anggaran ini menjadi perhatian khusus publik, mengingat tahun sebelumnya anggaran tersebut mencapai setengah triliun.
Dalam sebuah agenda Bincang Santai bersama media yang diadakan di Ruang VVIP Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu (16/3/2024), Akmal Malik menjelaskan bahwa penurunan anggaran BKT bukanlah keputusan yang diambil selama masa jabatannya. "Saya mulai menjabat pada 4 Oktober 2023, dan semua penganggaran telah selesai sebelum saya terlantik," ujar Malik.
Sebagai birokrat yang menghormati aturan, Akmal menyatakan bahwa dirinya harus mendengar dan patuh pada peraturan yang ada dan tidak dapat mengubah keputusan yang sudah dibuat oleh DPRD dan pemerintah sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa masih ada ruang untuk intervensi skala kecil, seperti mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi anggaran.
Lebih lanjut, Akmal berambisi untuk meningkatkan anggaran beasiswa jika diberi kewenangan untuk menyusun APBD 2025. "Jika diberi kewenangan untuk anggaran 2025, saya akan usahakan untuk meningkatkannya," tegasnya.
Tidak hanya fokus pada BKT, Akmal juga memiliki visi untuk mendorong pemuda-pemudi Kaltim agar mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ia berencana untuk mempersiapkan calon penerima beasiswa LPDP dengan lebih baik dan bergengsi, melanjutkan misi Gubernur sebelumnya, Isran Noor, dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim.
"Kami akan mendorong anak-anak Kaltim untuk masuk dalam beasiswa LPDP. Kami akan menyiapkan mereka selama satu tahun untuk program yang lebih bergengsi. Ini adalah tugas kami untuk menyiapkan calon yang mau ikut LPDP, dan kami akan menganggarkannya," tutup Akmal.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik saat diwawancarai mengenai BKT pada Sabtu (16/3/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Di tengah sorotan terhadap penurunan anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) yang turun drastis menjadi Rp200 miliar pada tahun 2024, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan komitmennya untuk memajukan pendidikan di Kaltim. Penurunan anggaran ini menjadi perhatian khusus publik, mengingat tahun sebelumnya anggaran tersebut mencapai setengah triliun.
Dalam sebuah agenda Bincang Santai bersama media yang diadakan di Ruang VVIP Rumah Jabatan Gubernur pada Sabtu (16/3/2024), Akmal Malik menjelaskan bahwa penurunan anggaran BKT bukanlah keputusan yang diambil selama masa jabatannya. "Saya mulai menjabat pada 4 Oktober 2023, dan semua penganggaran telah selesai sebelum saya terlantik," ujar Malik.
Sebagai birokrat yang menghormati aturan, Akmal menyatakan bahwa dirinya harus mendengar dan patuh pada peraturan yang ada dan tidak dapat mengubah keputusan yang sudah dibuat oleh DPRD dan pemerintah sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa masih ada ruang untuk intervensi skala kecil, seperti mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi anggaran.
Lebih lanjut, Akmal berambisi untuk meningkatkan anggaran beasiswa jika diberi kewenangan untuk menyusun APBD 2025. "Jika diberi kewenangan untuk anggaran 2025, saya akan usahakan untuk meningkatkannya," tegasnya.
Tidak hanya fokus pada BKT, Akmal juga memiliki visi untuk mendorong pemuda-pemudi Kaltim agar mendapatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Ia berencana untuk mempersiapkan calon penerima beasiswa LPDP dengan lebih baik dan bergengsi, melanjutkan misi Gubernur sebelumnya, Isran Noor, dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim.
"Kami akan mendorong anak-anak Kaltim untuk masuk dalam beasiswa LPDP. Kami akan menyiapkan mereka selama satu tahun untuk program yang lebih bergengsi. Ini adalah tugas kami untuk menyiapkan calon yang mau ikut LPDP, dan kami akan menganggarkannya," tutup Akmal.
(Sf/Rs)