Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik bersama Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk melanjutkan pembangunan terowongan Samarinda. Dukungan tersebut berupa pemberian sedikit lahan milik Pemprov Kaltim yang berada di Jalan Kakap, yang menjadi jalur masuk terowongan Samarinda.
Hal ini disampaikan Akmal Malik saat melakukan peninjauan lapangan bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun di lokasi pembangunan terowongan Samarinda, Jum'at (11/1/2023) siang. Akmal Malik mengatakan bahwa pembangunan terowongan Samarinda merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan yang sudah lama terjadi di Jalan Otto Iskandardinata (Otista).
"Terowongan Samarinda ini adalah program strategis yang harus didukung oleh semua pihak. Ini adalah solusi untuk mengurai kemacetan di Samarinda, khususnya di Jalan Otista yang selalu macet. Ini juga akan meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas masyarakat Samarinda," kata Akmal Malik.
Menurut Akmal Malik, permasalahan Samarinda adalah permasalahan Kaltim yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara Samarinda dan Kaltim, karena masyarakat Samarinda juga merupakan bagian dari masyarakat Kaltim.
"Kami tidak membedakan antara Samarinda dan Kaltim. Kami harus bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun Kaltim yang lebih maju dan sejahtera. Kalau Samarinda butuh bantuan dari Kaltim, kami siap membantu. Kami tidak mau ada dikotomi antara Samarinda dan Kaltim," ungkap Akmal Malik.
Salah satu bentuk bantuan yang diberikan Pemprov Kaltim adalah pemberian sedikit lahan milik Pemprov Kaltim yang berada di Jalan Kakap, dekat Rumah Sakit Islam Samarinda. Lahan tersebut dibutuhkan untuk membangun akses jalan baru bagi warga yang tidak terdampak oleh pembangunan terowongan Samarinda.
Akmal Malik mengatakan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan yayasan yang mengelola Rumah Sakit Islam Samarinda, dan yayasan tersebut bersedia untuk memberikan lahan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Pemprov Kaltim akan mengoptimalkan kembali pelayanan publik di Rumah Sakit Islam Samarinda, karena rumah sakit tersebut juga merupakan kebutuhan masyarakat Kaltim.
"Kami sudah lihat di lapangan, ternyata untuk pembuatan terowongan, membutuhkan sedikit lokasi jalan provinsi. Untuk kepentingan masyarakat Kaltim, saya sudah bilang ke yayasan, yayasan siap. Selain itu, kami juga akan mengaktifkan kembali pelayanan publik di Rumah Sakit Islam Samarinda, karena masyarakat juga butuh pelayanan kesehatan yang berkualitas," bebernya.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku kaget, atas penolakan penggunaan lahan itu, padahal dalam proyek tersebut Pemkot hanya menginginkan sebagian pagar untuk dimundurkan. Surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim yang didisposisikan oleh BPKAD ini berisi tentang penolakan.
"Saya akhirnya melaporkan kepada PJ, terkait latar belakang pembangunan itu. Dan benar saat saya laporkan beliau baru dapatkan informasinya. Info yang beliau dapatkan adalah lahan yg dibutuhkan tak menggangu bangunan RS , sehingga beliau secara prinsip lahan itu setuju untuk digunakan," jelas Andi Harun.
Andi Harun mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik. Ia mengatakan bahwa dukungan tersebut sangat membantu kelancaran pembangunan terowongan Samarinda, yang merupakan proyek prioritas Pemkot Samarinda.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak PJ Gubernur atas kebijakan yang beliau lakukan. Kami pastikan kebijakan beliau disambut antusias oleh masyarakat Samarinda, karena kami bisa menjalankan pembangunan untuk ditujukan kepentingan umum. Kami berharap pembangunan terowongan Samarinda ini bisa selesai sesuai target dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik bersama Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk melanjutkan pembangunan terowongan Samarinda. Dukungan tersebut berupa pemberian sedikit lahan milik Pemprov Kaltim yang berada di Jalan Kakap, yang menjadi jalur masuk terowongan Samarinda.
Hal ini disampaikan Akmal Malik saat melakukan peninjauan lapangan bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun di lokasi pembangunan terowongan Samarinda, Jum'at (11/1/2023) siang. Akmal Malik mengatakan bahwa pembangunan terowongan Samarinda merupakan solusi untuk mengatasi kemacetan yang sudah lama terjadi di Jalan Otto Iskandardinata (Otista).
"Terowongan Samarinda ini adalah program strategis yang harus didukung oleh semua pihak. Ini adalah solusi untuk mengurai kemacetan di Samarinda, khususnya di Jalan Otista yang selalu macet. Ini juga akan meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas masyarakat Samarinda," kata Akmal Malik.
Menurut Akmal Malik, permasalahan Samarinda adalah permasalahan Kaltim yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara Samarinda dan Kaltim, karena masyarakat Samarinda juga merupakan bagian dari masyarakat Kaltim.
"Kami tidak membedakan antara Samarinda dan Kaltim. Kami harus bersinergi dan berkolaborasi untuk membangun Kaltim yang lebih maju dan sejahtera. Kalau Samarinda butuh bantuan dari Kaltim, kami siap membantu. Kami tidak mau ada dikotomi antara Samarinda dan Kaltim," ungkap Akmal Malik.
Salah satu bentuk bantuan yang diberikan Pemprov Kaltim adalah pemberian sedikit lahan milik Pemprov Kaltim yang berada di Jalan Kakap, dekat Rumah Sakit Islam Samarinda. Lahan tersebut dibutuhkan untuk membangun akses jalan baru bagi warga yang tidak terdampak oleh pembangunan terowongan Samarinda.
Akmal Malik mengatakan bahwa ia sudah berkoordinasi dengan yayasan yang mengelola Rumah Sakit Islam Samarinda, dan yayasan tersebut bersedia untuk memberikan lahan tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Pemprov Kaltim akan mengoptimalkan kembali pelayanan publik di Rumah Sakit Islam Samarinda, karena rumah sakit tersebut juga merupakan kebutuhan masyarakat Kaltim.
"Kami sudah lihat di lapangan, ternyata untuk pembuatan terowongan, membutuhkan sedikit lokasi jalan provinsi. Untuk kepentingan masyarakat Kaltim, saya sudah bilang ke yayasan, yayasan siap. Selain itu, kami juga akan mengaktifkan kembali pelayanan publik di Rumah Sakit Islam Samarinda, karena masyarakat juga butuh pelayanan kesehatan yang berkualitas," bebernya.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengaku kaget, atas penolakan penggunaan lahan itu, padahal dalam proyek tersebut Pemkot hanya menginginkan sebagian pagar untuk dimundurkan. Surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim yang didisposisikan oleh BPKAD ini berisi tentang penolakan.
"Saya akhirnya melaporkan kepada PJ, terkait latar belakang pembangunan itu. Dan benar saat saya laporkan beliau baru dapatkan informasinya. Info yang beliau dapatkan adalah lahan yg dibutuhkan tak menggangu bangunan RS , sehingga beliau secara prinsip lahan itu setuju untuk digunakan," jelas Andi Harun.
Andi Harun mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik. Ia mengatakan bahwa dukungan tersebut sangat membantu kelancaran pembangunan terowongan Samarinda, yang merupakan proyek prioritas Pemkot Samarinda.
"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak PJ Gubernur atas kebijakan yang beliau lakukan. Kami pastikan kebijakan beliau disambut antusias oleh masyarakat Samarinda, karena kami bisa menjalankan pembangunan untuk ditujukan kepentingan umum. Kami berharap pembangunan terowongan Samarinda ini bisa selesai sesuai target dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Rs)