Seputar Kaltim

    Pisang Kepok Grecek Kaliorang Kutim, dari Kebun 500 Hektare hingga Produk UMKM

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ilustrasi Kebun Pisang Kepok Grecek. (foto : Freepik)

    Kutai Timur - Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim) semakin dikenal sebagai daerah penghasil pisang Kepok Grecek, jenis lokal yang kini menjadi komoditas unggulan.

    Pisang ini tidak hanya dikonsumsi langsung, tapi juga diolah menjadi berbagai produk UMKM seperti, Kalbana (Kaliorang Banana) dan Frutiboks (Fruitibox).

    Camat Kaliorang, Rusnomo, mengatakan luas perkebunan pisang di wilayahnya mencapai sekitar 500 hektare, dengan sebagian besar dikelola masyarakat secara mandiri.

    “Kepala Desa Kaliorang menambah lagi sekitar 60 hektare yang sudah ditanami, dan sudah panen” ujar Rusnomo.

    Ia menambahkan, produksi pisang di Kaliorang cukup stabil. Pisang dipanen setiap hari dan dikirim ke kota-kota besar di Kalimantan Timur, seperti Bontang, Samarinda, dan Balikpapan. Sebagian juga digunakan untuk industri olahan pisang di daerah tersebut.

    Meski produksi stabil, transportasi menjadi tantangan utama. Akses jalan dari kebun ke jalan utama sering rusak, terutama saat musim hujan.

    “Kendala utama kami di transportasi. Saat hujan, banyak pisang yang masak di pohon sulit diangkut karena jalan becek,” jelasnya.

    Meski demikian, Pemerintah dan perusahaan setempat mendukung petani melalui program kemitraan dan perbaikan infrastruktur, sehingga potensi pisang Kepok Grecek terus berkembang.

    Dengan lahan luas dan kualitas buah yang baik, pisang ini kini menjadi ikon pertanian Kaliorang sekaligus sumber bahan baku untuk produk UMKM unggulan daerah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pisang Kepok Grecek Kaliorang Kutim, dari Kebun 500 Hektare hingga Produk UMKM

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Ilustrasi Kebun Pisang Kepok Grecek. (foto : Freepik)

    Kutai Timur - Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur (Kutim) semakin dikenal sebagai daerah penghasil pisang Kepok Grecek, jenis lokal yang kini menjadi komoditas unggulan.

    Pisang ini tidak hanya dikonsumsi langsung, tapi juga diolah menjadi berbagai produk UMKM seperti, Kalbana (Kaliorang Banana) dan Frutiboks (Fruitibox).

    Camat Kaliorang, Rusnomo, mengatakan luas perkebunan pisang di wilayahnya mencapai sekitar 500 hektare, dengan sebagian besar dikelola masyarakat secara mandiri.

    “Kepala Desa Kaliorang menambah lagi sekitar 60 hektare yang sudah ditanami, dan sudah panen” ujar Rusnomo.

    Ia menambahkan, produksi pisang di Kaliorang cukup stabil. Pisang dipanen setiap hari dan dikirim ke kota-kota besar di Kalimantan Timur, seperti Bontang, Samarinda, dan Balikpapan. Sebagian juga digunakan untuk industri olahan pisang di daerah tersebut.

    Meski produksi stabil, transportasi menjadi tantangan utama. Akses jalan dari kebun ke jalan utama sering rusak, terutama saat musim hujan.

    “Kendala utama kami di transportasi. Saat hujan, banyak pisang yang masak di pohon sulit diangkut karena jalan becek,” jelasnya.

    Meski demikian, Pemerintah dan perusahaan setempat mendukung petani melalui program kemitraan dan perbaikan infrastruktur, sehingga potensi pisang Kepok Grecek terus berkembang.

    Dengan lahan luas dan kualitas buah yang baik, pisang ini kini menjadi ikon pertanian Kaliorang sekaligus sumber bahan baku untuk produk UMKM unggulan daerah.

    (Sf/Rs)