Cari disini...
Seputar Kaltim
Sekretaris Dinas PUPR PPU, Ali Mustofa.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Progres pembangunan pipanisasi air bersih di wilayah pesisir Penajam Paser Utara (PPU), khususnya kawasan Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam yang terhubung hingga Kecamatan Waru kini telah mencapai 91 persen.
Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024 ini memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp5 miliar untuk pemasangan pipanisasi air bersih.
“Kita mendapatkan kucuran Bankeu Pemprov Kaltim Rp5 miliar untuk pipanisasi air bersih di wilayah pesisir, seperti Kelurahan Sesumpu, Tanjung Tengah, Saloloang dan lainnya,” ucap Sekretaris Dinas PUPR PPU, Ali Mustofa, Sabtu (14/12/2024).
Produksi air bersih yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka lewat Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas sebesar 20 liter per detik dan diperkirakan dapat melayani 1.200 pelanggan.
Namun, Ali berharap pemasangan pipanisasi air bersih yang menghubungkan IPA Kecamatan Penajam dan Waru itu bisa ditingkatkan pada 2025 mendatang yang semulanya 20 liter per detik menjadi 50 liter per detik.
Ini bertujuan agar cakupan layanan dan manfaat air bersih bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas. Selain itu, PUPR PPU juga menerima Bankeu senilai Rp5 miliar untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di Kecamatan Babulu dengan memanfaatkan Sungai Telake sebagai sumber air baku.
“Perencanaan Feasibility Study (FS) sudah dibuat oleh Pemprov Kaltim, di mana airnya nanti diambil lewat pipa yang berada di Kecamatan Longkali, Paser. Meski prosesnya di sana, namun pengaliran akan langsung ke PPU,” ungkapnya.
“Jadi itu ada dua regional antara PPU dan Paser. Untuk pengelolaan langsung dibawah Pemprov Kaltim, sedangkan Kapasitas IPA-nya mencapai 80 liter per detik,” tambahnya.
Proyek ini selaras dengan visi pemerintah yang menginginkan perluasan cakupan layanan air bersih dari PDAM Danum Taka.
“Ini akan berimbas dalam penanganan dan penurunan angka stunting di PPU, karena air bersih adalah kebutuhan paling mendasar bagi makhluk hidup. Jadi 2025 kita optimis bisa mencapai target zero stunting,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sekretaris Dinas PUPR PPU, Ali Mustofa.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Progres pembangunan pipanisasi air bersih di wilayah pesisir Penajam Paser Utara (PPU), khususnya kawasan Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam yang terhubung hingga Kecamatan Waru kini telah mencapai 91 persen.
Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2024 ini memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp5 miliar untuk pemasangan pipanisasi air bersih.
“Kita mendapatkan kucuran Bankeu Pemprov Kaltim Rp5 miliar untuk pipanisasi air bersih di wilayah pesisir, seperti Kelurahan Sesumpu, Tanjung Tengah, Saloloang dan lainnya,” ucap Sekretaris Dinas PUPR PPU, Ali Mustofa, Sabtu (14/12/2024).
Produksi air bersih yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka lewat Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas sebesar 20 liter per detik dan diperkirakan dapat melayani 1.200 pelanggan.
Namun, Ali berharap pemasangan pipanisasi air bersih yang menghubungkan IPA Kecamatan Penajam dan Waru itu bisa ditingkatkan pada 2025 mendatang yang semulanya 20 liter per detik menjadi 50 liter per detik.
Ini bertujuan agar cakupan layanan dan manfaat air bersih bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas. Selain itu, PUPR PPU juga menerima Bankeu senilai Rp5 miliar untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di Kecamatan Babulu dengan memanfaatkan Sungai Telake sebagai sumber air baku.
“Perencanaan Feasibility Study (FS) sudah dibuat oleh Pemprov Kaltim, di mana airnya nanti diambil lewat pipa yang berada di Kecamatan Longkali, Paser. Meski prosesnya di sana, namun pengaliran akan langsung ke PPU,” ungkapnya.
“Jadi itu ada dua regional antara PPU dan Paser. Untuk pengelolaan langsung dibawah Pemprov Kaltim, sedangkan Kapasitas IPA-nya mencapai 80 liter per detik,” tambahnya.
Proyek ini selaras dengan visi pemerintah yang menginginkan perluasan cakupan layanan air bersih dari PDAM Danum Taka.
“Ini akan berimbas dalam penanganan dan penurunan angka stunting di PPU, karena air bersih adalah kebutuhan paling mendasar bagi makhluk hidup. Jadi 2025 kita optimis bisa mencapai target zero stunting,” tandasnya.
(Sf/By)