Cari disini...
Seputar Kaltim
Pasar Lapangan Pemuda, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Para pedagang di Lapangan Pemuda mengeluhkan tidak mengalami kenaikan omset setelah direlokasi dari Pasar Tangga Arung setahun terakhir ini.
Salah satu pedagang baju, Rahman mengatakan pemindahan lapak dari pasar Tangga Arung ke Pasar Lapangan Pemuda tidak mengalami peningkatan hingga kini.
"Ada penurunan, berjualan di Lapangan Pemuda hampir satu tahun tapi tidak ada kenaikan omset," kata Rahman, Rabu (13/2/2025).
Ia menyebut dalam sehari, pendapatan penjualan hanya Rp200 ribu sampai Rp500 ribu dan terkadang tidak pembeli yang datang.
Dirinya menginginkan pemerintah daerah (Pemda) dapat mengambil peran untuk mendukung pelaku usaha lokal, khususnya di Pasar Lapangan Pemuda.
"Upaya atau peran pemerintah selama ini baru sekali saja saat pertama relokasi pasar. Itu pun dengan menggelar even," sebutnya.
Ini sangat jauh berbeda ketika pasar masih berada di Pasar Tangga Arung. Apalagi menjelang Ramadan, biasanya sudah mulai ramai. Sementara di Lapangan Pemuda biasa saja, tak ada peningkatan.
"Penjualan baju di Lapangan Pemuda ini sangat minim. Karena lokasinya yang kurang strategis," ucapnya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah mengaku pemda terus berupaya untuk membantu meramaikan Lapangan Pemuda.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan bersurat ke Sekretaris Daerah agar seluruh OPD dapat membeli barang di kedua pasar itu.
"Mungkin akan program belanja bagi para pegawai itu juga akan berlaku di Pasar Lapangan Pemuda, Kami komitmen dalam mendukung pelaku usaha lokal. Nanti kita minta untuk dijadwalkan berkunjung ke Pasar Lapangan Pemuda," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pasar Lapangan Pemuda, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Para pedagang di Lapangan Pemuda mengeluhkan tidak mengalami kenaikan omset setelah direlokasi dari Pasar Tangga Arung setahun terakhir ini.
Salah satu pedagang baju, Rahman mengatakan pemindahan lapak dari pasar Tangga Arung ke Pasar Lapangan Pemuda tidak mengalami peningkatan hingga kini.
"Ada penurunan, berjualan di Lapangan Pemuda hampir satu tahun tapi tidak ada kenaikan omset," kata Rahman, Rabu (13/2/2025).
Ia menyebut dalam sehari, pendapatan penjualan hanya Rp200 ribu sampai Rp500 ribu dan terkadang tidak pembeli yang datang.
Dirinya menginginkan pemerintah daerah (Pemda) dapat mengambil peran untuk mendukung pelaku usaha lokal, khususnya di Pasar Lapangan Pemuda.
"Upaya atau peran pemerintah selama ini baru sekali saja saat pertama relokasi pasar. Itu pun dengan menggelar even," sebutnya.
Ini sangat jauh berbeda ketika pasar masih berada di Pasar Tangga Arung. Apalagi menjelang Ramadan, biasanya sudah mulai ramai. Sementara di Lapangan Pemuda biasa saja, tak ada peningkatan.
"Penjualan baju di Lapangan Pemuda ini sangat minim. Karena lokasinya yang kurang strategis," ucapnya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fhatullah mengaku pemda terus berupaya untuk membantu meramaikan Lapangan Pemuda.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan bersurat ke Sekretaris Daerah agar seluruh OPD dapat membeli barang di kedua pasar itu.
"Mungkin akan program belanja bagi para pegawai itu juga akan berlaku di Pasar Lapangan Pemuda, Kami komitmen dalam mendukung pelaku usaha lokal. Nanti kita minta untuk dijadwalkan berkunjung ke Pasar Lapangan Pemuda," pungkasnya.
(Sf/By)