Seputar Kaltim

    Pilwalkot 2024, Angka Golput Masyarakat Bontang Turun

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 16:47 WITA

    Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara dan hasil penetapan pemilihan Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang Muzarroby Renfly mengungkap fakta terkait angka angka partisipasi masyarakat (parmas) di Kota Bontang. Pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, yang berlangsung pada Rabu (27/11/2024) lalu.

    Ia mengatakan, berdasarkan data KPU, Parmas Kota Bontang pada pemilihan wali kota (pilwalkot) angka partisipasi berada di angka 72,49 persen, dan angka golput sebanyak 27,51 persen.

    “Angka partisipasi tersebut mengalami kenaikan dari lima tahun lalu, yang sebelumnya hanya 70 persen,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Kamis (5/12/2024).

    Angka partisipasi paling rendah berada di Kemacatan Bontang Barat dengan presentase 67,94 persen dari total keseluruhan pemilih. Sedangkan, di Kecamatan Bontang Selatan di angka 72,40 persen.

    “Paling tinggi di Bontang Utara dengan presentase 74,22persen,” ujarnya.

    Sementara itu, pada pemilihan gubernur (pilgub), angka partisipasi masyarakat berada di angka 73,13 persen, dan angka golput sebanyak 26,87 persen.

    “Untuk Bontang Utara parmasnya yakni 74,28 persen, Bontang Barat 68 persen, dan Bontang Selatan 74,01 persen,” jelasnya.

    Ia juga menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan, penyebab masih banyak masyarakat yang memilih untuk golput. Kendati pihaknya sudah berupa mengurangi angka golput, dengan terus berupaya mengajak masyarakat Bontang agar menggunakan hak suara mereka. Akan tetapi, hal tersebut tergantung pada masing-masing pemilih.

    “Kendala masyarakat itu kan berbeda-beda, mungkin sedang berada di luar kota. Atau ada pekerjaan di waktu yang sama,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pilwalkot 2024, Angka Golput Masyarakat Bontang Turun

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    05 Desember 2024 pukul 16:47 WITA

    Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara dan hasil penetapan pemilihan Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)

    Bontang - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang Muzarroby Renfly mengungkap fakta terkait angka angka partisipasi masyarakat (parmas) di Kota Bontang. Pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, yang berlangsung pada Rabu (27/11/2024) lalu.

    Ia mengatakan, berdasarkan data KPU, Parmas Kota Bontang pada pemilihan wali kota (pilwalkot) angka partisipasi berada di angka 72,49 persen, dan angka golput sebanyak 27,51 persen.

    “Angka partisipasi tersebut mengalami kenaikan dari lima tahun lalu, yang sebelumnya hanya 70 persen,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Kamis (5/12/2024).

    Angka partisipasi paling rendah berada di Kemacatan Bontang Barat dengan presentase 67,94 persen dari total keseluruhan pemilih. Sedangkan, di Kecamatan Bontang Selatan di angka 72,40 persen.

    “Paling tinggi di Bontang Utara dengan presentase 74,22persen,” ujarnya.

    Sementara itu, pada pemilihan gubernur (pilgub), angka partisipasi masyarakat berada di angka 73,13 persen, dan angka golput sebanyak 26,87 persen.

    “Untuk Bontang Utara parmasnya yakni 74,28 persen, Bontang Barat 68 persen, dan Bontang Selatan 74,01 persen,” jelasnya.

    Ia juga menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan, penyebab masih banyak masyarakat yang memilih untuk golput. Kendati pihaknya sudah berupa mengurangi angka golput, dengan terus berupaya mengajak masyarakat Bontang agar menggunakan hak suara mereka. Akan tetapi, hal tersebut tergantung pada masing-masing pemilih.

    “Kendala masyarakat itu kan berbeda-beda, mungkin sedang berada di luar kota. Atau ada pekerjaan di waktu yang sama,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)