Seputar Kaltim

    Petugas Karhutla PPU Kerja 24 Jam, Pemeriksaan Kesehatan Belum Dilakukan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2026 pukul 11:43 WITA

    Petugas melakukan pemadaman karhutla di wilayah PPU. (Dok. BPBD PPU)

    Penajam - Petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) bekerja hingga 24 jam saat intensitas kebakaran meningkat. Di tengah pola kerja itu, pemeriksaan kesehatan terhadap petugas sampai sekarang belum dilakukan.

    Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan penanganan karhutla di lapangan bisa berlangsung sehari penuh dan berlanjut ke hari berikutnya. Dinas Kesehatan melalui puskesmas sebelumnya sudah membuka akses pemeriksaan bagi petugas.

    "Fasilitas kesehatan dari Dinas Kesehatan sudah membuka ruang untuk pemeriksaan. Hanya saja sampai sekarang petugas kami belum sempat menjalani pemeriksaan," kata Nurlaila, belum lama ini.

    Pemeriksaan tetap akan dijadwalkan. Sambil menunggu, BPBD memenuhi kebutuhan petugas selama berada di lokasi, mulai air minum, makanan, vitamin hingga suplemen.

    Menurut Nurlaila, kebutuhan cairan menjadi perhatian karena petugas berhadapan langsung dengan panas saat memadamkan api.

    "Di lapangan bukan hanya butuh makanan. Cairan justru sangat penting karena mereka bekerja di kondisi panas dan membutuhkan air terus-menerus," ujarnya.

    Risiko yang dihadapi petugas juga tidak ringan. Asap, debu, api dan terik matahari menjadi kondisi yang hampir setiap kali dihadapi saat penanganan.

    Untuk perlindungan pernapasan, petugas menggunakan masker standar. Nurlaila menyebut penggunaan masker tertentu juga tidak selalu mudah karena kondisi lapangan membuat sebagian petugas mengalami kesulitan bernapas.

    Meski intensitas karhutla cukup tinggi dalam dua bulan terakhir, BPBD mencatat belum ada petugas yang mengalami luka bakar.

    "Alhamdulillah, untuk luka bakar belum ada. Ada kejadian baju terbakar, tetapi tidak sampai menimbulkan cedera. Keluhan yang ada lebih ke kelelahan, sakit pinggang, lutut lecet dan kondisi fisik setelah bekerja di lapangan," kata Nurlaila.

    BPBD selanjutnya akan mengatur jadwal pemeriksaan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi petugas yang terus terlibat dalam penanganan karhutla.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Petugas Karhutla PPU Kerja 24 Jam, Pemeriksaan Kesehatan Belum Dilakukan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    19 September 2026 pukul 11:43 WITA

    Petugas melakukan pemadaman karhutla di wilayah PPU. (Dok. BPBD PPU)

    Penajam - Petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara (PPU) bekerja hingga 24 jam saat intensitas kebakaran meningkat. Di tengah pola kerja itu, pemeriksaan kesehatan terhadap petugas sampai sekarang belum dilakukan.

    Kepala BPBD PPU, Nurlaila, mengatakan penanganan karhutla di lapangan bisa berlangsung sehari penuh dan berlanjut ke hari berikutnya. Dinas Kesehatan melalui puskesmas sebelumnya sudah membuka akses pemeriksaan bagi petugas.

    "Fasilitas kesehatan dari Dinas Kesehatan sudah membuka ruang untuk pemeriksaan. Hanya saja sampai sekarang petugas kami belum sempat menjalani pemeriksaan," kata Nurlaila, belum lama ini.

    Pemeriksaan tetap akan dijadwalkan. Sambil menunggu, BPBD memenuhi kebutuhan petugas selama berada di lokasi, mulai air minum, makanan, vitamin hingga suplemen.

    Menurut Nurlaila, kebutuhan cairan menjadi perhatian karena petugas berhadapan langsung dengan panas saat memadamkan api.

    "Di lapangan bukan hanya butuh makanan. Cairan justru sangat penting karena mereka bekerja di kondisi panas dan membutuhkan air terus-menerus," ujarnya.

    Risiko yang dihadapi petugas juga tidak ringan. Asap, debu, api dan terik matahari menjadi kondisi yang hampir setiap kali dihadapi saat penanganan.

    Untuk perlindungan pernapasan, petugas menggunakan masker standar. Nurlaila menyebut penggunaan masker tertentu juga tidak selalu mudah karena kondisi lapangan membuat sebagian petugas mengalami kesulitan bernapas.

    Meski intensitas karhutla cukup tinggi dalam dua bulan terakhir, BPBD mencatat belum ada petugas yang mengalami luka bakar.

    "Alhamdulillah, untuk luka bakar belum ada. Ada kejadian baju terbakar, tetapi tidak sampai menimbulkan cedera. Keluhan yang ada lebih ke kelelahan, sakit pinggang, lutut lecet dan kondisi fisik setelah bekerja di lapangan," kata Nurlaila.

    BPBD selanjutnya akan mengatur jadwal pemeriksaan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi petugas yang terus terlibat dalam penanganan karhutla.

    (Sf/Rs)