Cari disini...
Seputar Kaltim
Pom yang berlokasi di Kota Bangun. (Foto:Istimewa)
Tenggarong - Petani di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan mesin pembajak sawah agar tetap bisa beroperasi.
Salah satu Petani, Effendi mengatakan sulitnya mendapat solar menjadi keluhan para petani sampai kini. "Kita dapat solar itu satu jerigen saja, itu tak mampu untuk memenuhi kebutuhan membajak sawah," kata Efendi Selasa (17/12/2024).
Ia menyebut untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya memerlukan 17 liter BBM jenis solar untuk membajak sawah yang luasnya berhektare-hektare itu.
"Kita inginnya pemerintah juga bisa memperhatikan terkait pemenuhan kebutuhan BBM kami di Kota Bangun ini, selama ini memang ada kabar terkait BBM subsidi itu, semoga juga bisa terealisasi di tempat kami ini," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik mengungkapkan, pemerintah telah mencetuskan program pemberian solar bersubsidi kepada petani.
Petani yang berhak menerima solar subsidi adalah petani yang memiliki atau mengelola alat dan mesin pertanian. “Petani yang menerima bantuan solar juga terdaftar di sistem penyuluh pertanian,” ungkapnya.
Kata dia, kebijakan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia sudah diatur dalam peraturan presiden dan peraturan menteri pertanian. Tapi, belum ada mekanisme aturan penyaluran yang rinci di tingkat daerah.
Taufik menilai upaya pemberian subsidi solar tersebut dirasa cukup efektif dan harus dilakukan untuk mengurangi pengeluaran petani di Kabupaten Kukar.
Selain itu, petani juga punya peranan penting dalam meningkatkan produksi pertanian yang bertujuan untuk mewujudkan program ketahanan pangan demi menjadi lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk mendapatkan solar bersubsidi, Distanak Kukar menyalurkan BBM bersubsidi melalui SPBU yang dikelola oleh Pertamina.
Kini, salah satunya SPBU yang berlokasi di Pal 5 Tenggarong telah aktif berperan untuk para petani, Kuota dan jumlah petani penerima BBM subsidi pun mengikuti data yang telah disediakan oleh Pemkab Kukar.
Pemerintah daerah yang mengajukan data sesuai kebutuhan petani dan nelayan. Siapa saja yang membutuhkan BBM solar, baik itu mesin bajak sawah, dan ces nelayan.
“Berdasarkan data kita ajukan, tapi ketentuannya tetap dari Pertamina. Kami harap semua berjalan dengan baik,” tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pom yang berlokasi di Kota Bangun. (Foto:Istimewa)
Tenggarong - Petani di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan mesin pembajak sawah agar tetap bisa beroperasi.
Salah satu Petani, Effendi mengatakan sulitnya mendapat solar menjadi keluhan para petani sampai kini. "Kita dapat solar itu satu jerigen saja, itu tak mampu untuk memenuhi kebutuhan membajak sawah," kata Efendi Selasa (17/12/2024).
Ia menyebut untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya memerlukan 17 liter BBM jenis solar untuk membajak sawah yang luasnya berhektare-hektare itu.
"Kita inginnya pemerintah juga bisa memperhatikan terkait pemenuhan kebutuhan BBM kami di Kota Bangun ini, selama ini memang ada kabar terkait BBM subsidi itu, semoga juga bisa terealisasi di tempat kami ini," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik mengungkapkan, pemerintah telah mencetuskan program pemberian solar bersubsidi kepada petani.
Petani yang berhak menerima solar subsidi adalah petani yang memiliki atau mengelola alat dan mesin pertanian. “Petani yang menerima bantuan solar juga terdaftar di sistem penyuluh pertanian,” ungkapnya.
Kata dia, kebijakan BBM bersubsidi di seluruh Indonesia sudah diatur dalam peraturan presiden dan peraturan menteri pertanian. Tapi, belum ada mekanisme aturan penyaluran yang rinci di tingkat daerah.
Taufik menilai upaya pemberian subsidi solar tersebut dirasa cukup efektif dan harus dilakukan untuk mengurangi pengeluaran petani di Kabupaten Kukar.
Selain itu, petani juga punya peranan penting dalam meningkatkan produksi pertanian yang bertujuan untuk mewujudkan program ketahanan pangan demi menjadi lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Untuk mendapatkan solar bersubsidi, Distanak Kukar menyalurkan BBM bersubsidi melalui SPBU yang dikelola oleh Pertamina.
Kini, salah satunya SPBU yang berlokasi di Pal 5 Tenggarong telah aktif berperan untuk para petani, Kuota dan jumlah petani penerima BBM subsidi pun mengikuti data yang telah disediakan oleh Pemkab Kukar.
Pemerintah daerah yang mengajukan data sesuai kebutuhan petani dan nelayan. Siapa saja yang membutuhkan BBM solar, baik itu mesin bajak sawah, dan ces nelayan.
“Berdasarkan data kita ajukan, tapi ketentuannya tetap dari Pertamina. Kami harap semua berjalan dengan baik,” tutupnya.
(Sf/By)