Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Petani di Penajam Paser Utara (PPU) sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama menjelang musim tanam. Pemkab PPU kemudian mengatur akses khusus BBM subsidi untuk alsintan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, mengatakan pengaturan tersebut diterapkan di SPBU Babulu. Alsintan mendapat prioritas pengisian BBM subsidi setiap Senin dan Kamis.
"Kami sudah mengalokasikan hari Senin dan Kamis untuk alsintan agar bisa mendapatkan BBM subsidi. Ini penting karena kalau BBM tidak ada, sektor pertanian juga tidak bisa bekerja," kata Hadi, belum lama ini.
Kebijakan itu dibahas setelah petani menyampaikan kesulitan mendapatkan BBM saat pertemuan di Babulu yang turut melibatkan Bulog dan SPBU. Keluhan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan petani untuk mengolah lahan dan memulai tanam.
Prioritas saat ini diberikan untuk alsintan yang beroperasi di sentra pertanian Babulu. Pemkab juga telah mengusulkan agar SPBU Petung dapat mengakomodasi kebutuhan BBM alsintan dari wilayah Penajam dan Waru. Usulan tersebut masih menunggu persetujuan.
Bukan hanya petani. Angkutan pupuk juga diminta mendapat prioritas pengisian BBM subsidi. Pemkab telah memanggil seluruh SPBU untuk membahas kebutuhan tersebut.
"Angkutan pupuk juga kami prioritaskan untuk mengisi BBM subsidi. Kebutuhannya sekitar seminggu sekali," ujarnya.
Nelayan di wilayah Api-Api dan Penajam juga masuk dalam prioritas sementara pemerintah daerah.
Hadi menegaskan pengaturan tersebut dibuat agar persoalan BBM tidak ikut menghambat produksi pangan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Petani di Penajam Paser Utara (PPU) sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan), terutama menjelang musim tanam. Pemkab PPU kemudian mengatur akses khusus BBM subsidi untuk alsintan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab PPU, Hadi Saputro, mengatakan pengaturan tersebut diterapkan di SPBU Babulu. Alsintan mendapat prioritas pengisian BBM subsidi setiap Senin dan Kamis.
"Kami sudah mengalokasikan hari Senin dan Kamis untuk alsintan agar bisa mendapatkan BBM subsidi. Ini penting karena kalau BBM tidak ada, sektor pertanian juga tidak bisa bekerja," kata Hadi, belum lama ini.
Kebijakan itu dibahas setelah petani menyampaikan kesulitan mendapatkan BBM saat pertemuan di Babulu yang turut melibatkan Bulog dan SPBU. Keluhan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan petani untuk mengolah lahan dan memulai tanam.
Prioritas saat ini diberikan untuk alsintan yang beroperasi di sentra pertanian Babulu. Pemkab juga telah mengusulkan agar SPBU Petung dapat mengakomodasi kebutuhan BBM alsintan dari wilayah Penajam dan Waru. Usulan tersebut masih menunggu persetujuan.
Bukan hanya petani. Angkutan pupuk juga diminta mendapat prioritas pengisian BBM subsidi. Pemkab telah memanggil seluruh SPBU untuk membahas kebutuhan tersebut.
"Angkutan pupuk juga kami prioritaskan untuk mengisi BBM subsidi. Kebutuhannya sekitar seminggu sekali," ujarnya.
Nelayan di wilayah Api-Api dan Penajam juga masuk dalam prioritas sementara pemerintah daerah.
Hadi menegaskan pengaturan tersebut dibuat agar persoalan BBM tidak ikut menghambat produksi pangan.
(Sf/Rs)