Cari disini...
Seputarfakta.com- Agus Saputra -
Seputar Kaltim
Ilustrasi lahan persawahan.(Pixabay)
Penajam – Para petani di Desa Sebakung, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) Jaya kerap mengeluhkan tingginya kadar keasaman tanah di lahan persawahan miliknya.
Kondisi tanah dengan kadar pH lebih rendah atau terlalu asam dapat mengakibatkan pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman padi menjadi tidak maksimal.
Untuk menetralkan kadar keasaman di lahan persawahan, Pemerintah Desa (Pemdes) Sebakung Jaya membantu para petani dengan menaburkan pupuk yang mengandung zat anti asam di lahan persawahan yang tingkat keasamannya tinggi atau kadar pH-nya rendah.
“Bantuan lima ton pupuk anti asam yang diberikan Distan baru-baru ini kita manfaatkan untuk membantu 16 Kelompok Tani (Poktan) di desa kita,” ucap Kepala Desa Sebakung Jaya, Sajidin, belum lama ini.
Pupuk yang memiliki berbagai macam manfaat ini untuk tanaman padi ini, terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam tanah di lahan persawahan. Meski terbilang manjur, tapi pupuk ini rupanya memiliki kelemahan terhadap hujan deras karena manfaatnya perlahan menghilang saat volume air di lahan persawahan naik.
“Ketika hujan deras melanda, zat anti asamnya akan larut hingga manfaat pun ikut hilang. Jadi agar hasilnya nampak, jangan sampai banjir di lahan persawahannya,” ungkap Sajidin.
Meski kerap diterpa berbagai masalah dan tantangan, para petani Desa Sebakung Jaya konsisten dalam menerapkan pola tanam dua kali setahun selama enam tahun terakhir.
Berdasarkan jadwal tanam, tahun ini petani akan mulai menanam kembali pada Maret atau April dengan perkiraan panen berlangsung pada Juli atau Agustus 2025.
"Kami berharap dengan bantuan yang ada dapat meningkatkan produktivitas padi di desa kami dan menjadi daerah penyongsong beras untuk penduduk lokal hingga luar, terutama dengan adanya kehadiran Ibu Kota Nusantara di dekat wilayah kita," tandasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com- Agus Saputra -
Seputar Kaltim

Ilustrasi lahan persawahan.(Pixabay)
Penajam – Para petani di Desa Sebakung, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) Jaya kerap mengeluhkan tingginya kadar keasaman tanah di lahan persawahan miliknya.
Kondisi tanah dengan kadar pH lebih rendah atau terlalu asam dapat mengakibatkan pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman padi menjadi tidak maksimal.
Untuk menetralkan kadar keasaman di lahan persawahan, Pemerintah Desa (Pemdes) Sebakung Jaya membantu para petani dengan menaburkan pupuk yang mengandung zat anti asam di lahan persawahan yang tingkat keasamannya tinggi atau kadar pH-nya rendah.
“Bantuan lima ton pupuk anti asam yang diberikan Distan baru-baru ini kita manfaatkan untuk membantu 16 Kelompok Tani (Poktan) di desa kita,” ucap Kepala Desa Sebakung Jaya, Sajidin, belum lama ini.
Pupuk yang memiliki berbagai macam manfaat ini untuk tanaman padi ini, terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam tanah di lahan persawahan. Meski terbilang manjur, tapi pupuk ini rupanya memiliki kelemahan terhadap hujan deras karena manfaatnya perlahan menghilang saat volume air di lahan persawahan naik.
“Ketika hujan deras melanda, zat anti asamnya akan larut hingga manfaat pun ikut hilang. Jadi agar hasilnya nampak, jangan sampai banjir di lahan persawahannya,” ungkap Sajidin.
Meski kerap diterpa berbagai masalah dan tantangan, para petani Desa Sebakung Jaya konsisten dalam menerapkan pola tanam dua kali setahun selama enam tahun terakhir.
Berdasarkan jadwal tanam, tahun ini petani akan mulai menanam kembali pada Maret atau April dengan perkiraan panen berlangsung pada Juli atau Agustus 2025.
"Kami berharap dengan bantuan yang ada dapat meningkatkan produktivitas padi di desa kami dan menjadi daerah penyongsong beras untuk penduduk lokal hingga luar, terutama dengan adanya kehadiran Ibu Kota Nusantara di dekat wilayah kita," tandasnya.
(Sf/Rs)