Seputar Kaltim

    Petani Hortikultura di Balikpapan Dibina untuk Tingkatkan Kemandirian Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    02 April 2024 pukul 13:43 WITA

    Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Balikpapan Wahidin Alaudin saat memberikan contoh budaya tanaman. (Foto: DP3/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan meluncurkan program pembinaan kepada petani lokal, dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan di Kota Balikpapan.

    Hal ini dilakukan menyusul fakta bahwa Balikpapan bukanlah daerah penghasil pangan, sehingga ketergantungan pada pasokan dari luar daerah sangat tinggi.

    Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Balikpapan, Wahidin Alaudin mengatakan, fokus pembinaan ini terutama ditujukan kepada petani hortikultura, yang diharapkan dapat memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar mereka untuk menanam sayuran dan buah-buahan.

    "Kami telah membina sejumlah petani hortikultura di Balikpapan, agar mereka dapat memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menanam sayuran dan buah-buahan," ucap Wahidin sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa (2/4/2024).

    Dirinya mengakui, bahwa petani beras di Kota Balikpapan hanya sedikit, karena keterbatasan lahan sawah yang tersedia.

    "Kami memiliki kurang dari 100 hektar lahan sawah di Kota Balikpapan. Oleh karena itu, lebih banyak petani hortikultura dibandingkan petani beras," terangnya.

    Meski begitu, DP3 tetap gigih dalam melakukan pembinaan terhadap para petani, meskipun jumlah mereka terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong konsep urban farming, yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kemandirian pangan di kota-kota besar seperti Balikpapan.

    Selain itu, DP3 juga telah melakukan pembinaan terhadap beberapa Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Balikpapan. Hasil panen dari petani lokal ini kemudian dijual dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin diadakan sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan tujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap hasil pertanian lokal.

    "Mereka menerima bantuan sekitar Rp50 juta rupiah, dengan syarat harus memproduksi selama 3 tahun. Saat ini, sudah ada tiga KWT di Kota Balikpapan yang telah dibina sejak tahun lalu, dengan fokus pada tanaman hortikultura seperti cabai dan sayuran," terangnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Petani Hortikultura di Balikpapan Dibina untuk Tingkatkan Kemandirian Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    02 April 2024 pukul 13:43 WITA

    Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Balikpapan Wahidin Alaudin saat memberikan contoh budaya tanaman. (Foto: DP3/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan meluncurkan program pembinaan kepada petani lokal, dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan di Kota Balikpapan.

    Hal ini dilakukan menyusul fakta bahwa Balikpapan bukanlah daerah penghasil pangan, sehingga ketergantungan pada pasokan dari luar daerah sangat tinggi.

    Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Balikpapan, Wahidin Alaudin mengatakan, fokus pembinaan ini terutama ditujukan kepada petani hortikultura, yang diharapkan dapat memanfaatkan lahan-lahan kosong di sekitar mereka untuk menanam sayuran dan buah-buahan.

    "Kami telah membina sejumlah petani hortikultura di Balikpapan, agar mereka dapat memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk menanam sayuran dan buah-buahan," ucap Wahidin sapaan akrabnya kepada awak media, Selasa (2/4/2024).

    Dirinya mengakui, bahwa petani beras di Kota Balikpapan hanya sedikit, karena keterbatasan lahan sawah yang tersedia.

    "Kami memiliki kurang dari 100 hektar lahan sawah di Kota Balikpapan. Oleh karena itu, lebih banyak petani hortikultura dibandingkan petani beras," terangnya.

    Meski begitu, DP3 tetap gigih dalam melakukan pembinaan terhadap para petani, meskipun jumlah mereka terbatas. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong konsep urban farming, yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kemandirian pangan di kota-kota besar seperti Balikpapan.

    Selain itu, DP3 juga telah melakukan pembinaan terhadap beberapa Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Balikpapan. Hasil panen dari petani lokal ini kemudian dijual dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang rutin diadakan sebanyak tiga kali dalam seminggu, dengan tujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap hasil pertanian lokal.

    "Mereka menerima bantuan sekitar Rp50 juta rupiah, dengan syarat harus memproduksi selama 3 tahun. Saat ini, sudah ada tiga KWT di Kota Balikpapan yang telah dibina sejak tahun lalu, dengan fokus pada tanaman hortikultura seperti cabai dan sayuran," terangnya.

    (Sf/Rs)