Seputar Kaltim

    Petani di Kota Bangun Ditemukan Meninggal, Diduga Tersambar Petir di Kebun Sawit

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    16 Mei 2025 pukul 13:50 WITA

    Jenazah S saat ditemukan di kebun sawit miliknya. (Foto: Polsek Kota Bangun)

    Tenggarong - Seorang petani berinisial S (65) warga RT 018 Dusun Kebon Rejo, Desa Kota Bangun III ditemukan tewas di area perkebunan sawit miliknya, Kamis (15/5/2025) kemarin. 

    Kapolsek Kota Bangun, AKP Ribut menerangkan  pria paruh baya itu memang sempat pamit pergi ke kebun untuk menanam sawit sekitar pukul 07.00 WITA. Tapi hingga sore hari korban tak kunjung pulang dan tidak merespons panggilan telepon dari pihak keluarga. 

    "Jenazah ditemukan menantunya WS sekitar pukul 17.20 WITA, sebelumnya keluarga sudah menghubungi S lewat telepon seperti biasanya untuk mengingatkan kalau sudah sore tapi tak direspons. Merasa khawatir mantunya berinisiatif datang ke kebun dan menemukan S dengan keadaan tak bernyawa," katanya, Jumat (16/5/2025).

    Ia menyebut korban ditemukan dalam kondisi sujud dengan tubuh bagian kepala, leher, lengan kiri dan betis kiri yang tampak menghitam.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tenaga medis dari Puskesmas Rimba Ayu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh S, diduga meninggal dunia akibat tersambar petir.

    "Sudah diperiksa bagian tubuhnya tak ada yang mencurigakan, kondisi saat itu sedang hujan deras disertai petir di wilayah ini, dugaan kuatnya tersambar petir," ungkapnya. 

    Dalam kejadian ini pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga, mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum atau autopsi terhadap jenazah S.

    "Kami juga saat itu sudah berkoordinasi dengan tenaga medis, kemudian memeriksa para saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan terkait dengan kejadian ini," ujarnya.

    Polsek Kota Bangun turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area terbuka seperti kebun atau ladang.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Petani di Kota Bangun Ditemukan Meninggal, Diduga Tersambar Petir di Kebun Sawit

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    16 Mei 2025 pukul 13:50 WITA

    Jenazah S saat ditemukan di kebun sawit miliknya. (Foto: Polsek Kota Bangun)

    Tenggarong - Seorang petani berinisial S (65) warga RT 018 Dusun Kebon Rejo, Desa Kota Bangun III ditemukan tewas di area perkebunan sawit miliknya, Kamis (15/5/2025) kemarin. 

    Kapolsek Kota Bangun, AKP Ribut menerangkan  pria paruh baya itu memang sempat pamit pergi ke kebun untuk menanam sawit sekitar pukul 07.00 WITA. Tapi hingga sore hari korban tak kunjung pulang dan tidak merespons panggilan telepon dari pihak keluarga. 

    "Jenazah ditemukan menantunya WS sekitar pukul 17.20 WITA, sebelumnya keluarga sudah menghubungi S lewat telepon seperti biasanya untuk mengingatkan kalau sudah sore tapi tak direspons. Merasa khawatir mantunya berinisiatif datang ke kebun dan menemukan S dengan keadaan tak bernyawa," katanya, Jumat (16/5/2025).

    Ia menyebut korban ditemukan dalam kondisi sujud dengan tubuh bagian kepala, leher, lengan kiri dan betis kiri yang tampak menghitam.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh tenaga medis dari Puskesmas Rimba Ayu, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh S, diduga meninggal dunia akibat tersambar petir.

    "Sudah diperiksa bagian tubuhnya tak ada yang mencurigakan, kondisi saat itu sedang hujan deras disertai petir di wilayah ini, dugaan kuatnya tersambar petir," ungkapnya. 

    Dalam kejadian ini pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan keluarga, mereka menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum atau autopsi terhadap jenazah S.

    "Kami juga saat itu sudah berkoordinasi dengan tenaga medis, kemudian memeriksa para saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan terkait dengan kejadian ini," ujarnya.

    Polsek Kota Bangun turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban serta mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area terbuka seperti kebun atau ladang.

    (Sf/Lo)