Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya maksimal untuk persiapan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi sekitar 80 ribu pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK di seluruh kecamatan yang ada di Berau. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Berau mengajak koperasi serta petani lokal untuk turut berperan sebagai penyedia bahan pangan utama.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa keterlibatan koperasi dan petani lokal sangat penting, tidak hanya untuk mendukung keberhasilan program MBG, tetapi juga sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
"Saya minta seluruh koperasi dan petani yang ada di Berau untuk bersiap dan meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas hasil panen agar dapat memenuhi kebutuhan program ini," ujar Sri.
Menurutnya, MBG bukan sekadar program pemberian makanan bergizi untuk pelajar, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia pun menyampaikan Pemkab Berau telah menyusun sejumlah langkah pendukung, yakni Pendampingan teknis bagi petani, Fasilitasi akses pasar hasil pertanian lokal, Pembinaan dan penguatan kelembagaan koperasi. Dengan demikian, seluruh rantai pasok dalam program MBG diharapkan dapat dijalankan secara efisien dan berkelanjutan dan dapat memberdayakan pelaku ekonomi lokal.
Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program ini agar manfaatnya bisa dirasakan merata dan tepat sasaran.
"Program ini menjadi solusi ganda yang diharapkan bisa memperbaiki gizi anak-anak dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku koperasi," tambahnya.
Terakhir, Sri meminta dukungan semua pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, sekolah, dan masyarakat, untuk terus optimistis bahwa program MBG akan menjadi salah satu program unggulan yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pangan berbasis komunitas.
"Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas lokal," tandas Bupati Berau.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya maksimal untuk persiapan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan bagi sekitar 80 ribu pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK di seluruh kecamatan yang ada di Berau. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Berau mengajak koperasi serta petani lokal untuk turut berperan sebagai penyedia bahan pangan utama.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa keterlibatan koperasi dan petani lokal sangat penting, tidak hanya untuk mendukung keberhasilan program MBG, tetapi juga sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.
"Saya minta seluruh koperasi dan petani yang ada di Berau untuk bersiap dan meningkatkan kapasitas produksi serta kualitas hasil panen agar dapat memenuhi kebutuhan program ini," ujar Sri.
Menurutnya, MBG bukan sekadar program pemberian makanan bergizi untuk pelajar, tetapi juga merupakan upaya strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.
Ia pun menyampaikan Pemkab Berau telah menyusun sejumlah langkah pendukung, yakni Pendampingan teknis bagi petani, Fasilitasi akses pasar hasil pertanian lokal, Pembinaan dan penguatan kelembagaan koperasi. Dengan demikian, seluruh rantai pasok dalam program MBG diharapkan dapat dijalankan secara efisien dan berkelanjutan dan dapat memberdayakan pelaku ekonomi lokal.
Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program ini agar manfaatnya bisa dirasakan merata dan tepat sasaran.
"Program ini menjadi solusi ganda yang diharapkan bisa memperbaiki gizi anak-anak dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta pelaku koperasi," tambahnya.
Terakhir, Sri meminta dukungan semua pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, sekolah, dan masyarakat, untuk terus optimistis bahwa program MBG akan menjadi salah satu program unggulan yang mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pangan berbasis komunitas.
"Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas lokal," tandas Bupati Berau.
(Sf/Rs)