Seputar Kaltim

    Pesan dari Gereja Oikumene untuk Pemilu 2024: Bebas Memilih, Tapi Jangan Golput

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2023 pukul 19:14 WITA

    Pendeta Samion Peranginangin dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pendeta Samion Peranginangin dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Kota Samarinda, salah satu pimpinan jemaat yang beribadah di Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, mengajak jemaat gereja untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024, dan tidak abstain atau golongan putih (golput). 

    "Kami menyarankan jemaat untuk berpartisipasi dalam Pemilu yang akan datang, jangan abstain, dan kami memberi kebebasan untuk memilih calon mana pun yang mereka inginkan," kata Samion di Gereja Oikumene, Loa Janan Ilir, Samarinda, Senin (25/12/2023).

    Samion menuturkan bahwa Majelis Gereja tidak pernah mengkampanyekan calon tertentu dalam gereja dan tidak mengintervensi pilihan jemaat.

    Ia mengatakan hal itu bertujuan untuk menjaga persatuan dan kerukunan di antara jemaat, dan menghindari perpecahan yang bisa timbul akibat perbedaan pandangan politik.

    "Gereja ini tidak mendukung calon mana pun, kami serahkan kepada masing-masing jemaat, karena saya sebagai pendetanya tidak memfasilitasi kampanye politik di gereja, jika itu dibiarkan, akan menimbulkan kelompok-kelompok baru, itu yang kami cegah," ujarnya.

    Samion menambahkan bahwa sejak gereja ini didirikan pada tahun 1981, tidak pernah ada keterlibatan gereja dalam berpihak pada calon tertentu. Sehingga gereja ini selalu aman dan damai.

    "Kami tidak pernah mengalami masalah sepanjang waktu, karena di gereja ini tidak ada kampanye politik, baik ada pemilu atau tidak, gereja tetap aman," terangnya.

    Ia berharap umat kristiani tetap menjalankan kewajiban mereka sebagai warga negara dan tetap bersatu meskipun memiliki pilihan yang berbeda. "Saya hanya berpesan, dari semua kelompok, bisa berkumpul di sini, dan tidak condong atau mendominasi. Pokoknya jangan kampanye di gereja, selama ada pilihan, gereja tetap aman," tutupnya.

    (SF/RS)

    Seputar Kaltim

    Pesan dari Gereja Oikumene untuk Pemilu 2024: Bebas Memilih, Tapi Jangan Golput

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Desember 2023 pukul 19:14 WITA

    Pendeta Samion Peranginangin dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Kota Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pendeta Samion Peranginangin dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Kota Samarinda, salah satu pimpinan jemaat yang beribadah di Gereja Oikumene Sengkotek, Samarinda, mengajak jemaat gereja untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024, dan tidak abstain atau golongan putih (golput). 

    "Kami menyarankan jemaat untuk berpartisipasi dalam Pemilu yang akan datang, jangan abstain, dan kami memberi kebebasan untuk memilih calon mana pun yang mereka inginkan," kata Samion di Gereja Oikumene, Loa Janan Ilir, Samarinda, Senin (25/12/2023).

    Samion menuturkan bahwa Majelis Gereja tidak pernah mengkampanyekan calon tertentu dalam gereja dan tidak mengintervensi pilihan jemaat.

    Ia mengatakan hal itu bertujuan untuk menjaga persatuan dan kerukunan di antara jemaat, dan menghindari perpecahan yang bisa timbul akibat perbedaan pandangan politik.

    "Gereja ini tidak mendukung calon mana pun, kami serahkan kepada masing-masing jemaat, karena saya sebagai pendetanya tidak memfasilitasi kampanye politik di gereja, jika itu dibiarkan, akan menimbulkan kelompok-kelompok baru, itu yang kami cegah," ujarnya.

    Samion menambahkan bahwa sejak gereja ini didirikan pada tahun 1981, tidak pernah ada keterlibatan gereja dalam berpihak pada calon tertentu. Sehingga gereja ini selalu aman dan damai.

    "Kami tidak pernah mengalami masalah sepanjang waktu, karena di gereja ini tidak ada kampanye politik, baik ada pemilu atau tidak, gereja tetap aman," terangnya.

    Ia berharap umat kristiani tetap menjalankan kewajiban mereka sebagai warga negara dan tetap bersatu meskipun memiliki pilihan yang berbeda. "Saya hanya berpesan, dari semua kelompok, bisa berkumpul di sini, dan tidak condong atau mendominasi. Pokoknya jangan kampanye di gereja, selama ada pilihan, gereja tetap aman," tutupnya.

    (SF/RS)