Seputar Kaltim

    Perusahaan ini Petakan 38 Desa di Kutim, Siapkan Program Pemberdayaan Masyarakat

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    24 Juni 2026 pukul 19:33 WITA

    Head of Corporate Sustainability & ESG PT Ithaca Resources, Dian Oktavia, memberikan sambutan dalam sosialisasi hasil pemetaan sosial dan konsultasi publik RIPPM. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan menyiapkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk 38 desa dan sembilan kecamatan di Kutai Timur (Kutim) menjelang rencana operasional perusahaan pada 2027. Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial dan konsultasi publik yang digelar di Kantor Bupati Kutim, Rabu (24/6/2026).

    Head of Corporate Sustainability & ESG PT Ithaca Resources, Dian Oktavia, mengatakan konsultasi publik menjadi syarat yang diwajibkan Kementerian ESDM sebelum dokumen Rancangan Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) disampaikan kepada pemerintah.

    Menurutnya, regulasi tersebut bertujuan memastikan program yang disusun perusahaan selaras dengan rencana pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.

    “Pemerintah melalui Kementerian ESDM menginginkan adanya konsolidasi dan sinkronisasi program yang akan dijalankan perusahaan dengan pemerintah daerah, termasuk RPJMD dan program pembangunan Kabupaten Kutim,” ujar Dian.

    Meski belum beroperasi dan baru menargetkan produksi pada 2027, perusahaan mulai menyiapkan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar area operasional.

    Dian menyebut perusahaan telah menyelesaikan pemetaan sosial dan pemetaan pemangku kepentingan di 38 desa dan sembilan kecamatan yang masuk dalam wilayah operasional PT Ithaca Resources.

    Wilayah tersebut mencakup area tambang di Kecamatan Busang, jalur hauling road, fasilitas pengolahan, hingga pelabuhan yang berada di sekitar Desa Sekerat.

    “Desa dan kecamatan yang berada di wilayah operasional kami merupakan mitra utama perusahaan. Karena itu, program yang disusun harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar aktivitas perusahaan,” katanya.

    Ia menjelaskan, direksi PT Ithaca Resources berkomitmen mendukung pengembangan masyarakat di wilayah operasional melalui berbagai program yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

    Dari hasil pemetaan sosial, perusahaan menemukan sejumlah isu yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanganan stunting, serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

    Perusahaan juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di wilayah sekitar operasional.

    “Ekonomi, pendidikan, dan kesehatan merupakan komponen penting dalam peningkatan indeks pembangunan manusia. Karena itu, program yang kami jalankan nantinya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan setelah masa operasional tambang,” jelasnya.

    Ia menambahkan, penyusunan program PPM turut mengacu pada hasil Musrenbang, arah pembangunan daerah, serta masukan dari Pemerintah Kabupaten Kutim agar pelaksanaannya tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Harapannya program yang dilaksanakan benar-benar mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan berjalan seiring dengan visi pembangunan daerah,” pungkasnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Perusahaan ini Petakan 38 Desa di Kutim, Siapkan Program Pemberdayaan Masyarakat

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    24 Juni 2026 pukul 19:33 WITA

    Head of Corporate Sustainability & ESG PT Ithaca Resources, Dian Oktavia, memberikan sambutan dalam sosialisasi hasil pemetaan sosial dan konsultasi publik RIPPM. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan menyiapkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk 38 desa dan sembilan kecamatan di Kutai Timur (Kutim) menjelang rencana operasional perusahaan pada 2027. Program tersebut disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial dan konsultasi publik yang digelar di Kantor Bupati Kutim, Rabu (24/6/2026).

    Head of Corporate Sustainability & ESG PT Ithaca Resources, Dian Oktavia, mengatakan konsultasi publik menjadi syarat yang diwajibkan Kementerian ESDM sebelum dokumen Rancangan Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) disampaikan kepada pemerintah.

    Menurutnya, regulasi tersebut bertujuan memastikan program yang disusun perusahaan selaras dengan rencana pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat setempat.

    “Pemerintah melalui Kementerian ESDM menginginkan adanya konsolidasi dan sinkronisasi program yang akan dijalankan perusahaan dengan pemerintah daerah, termasuk RPJMD dan program pembangunan Kabupaten Kutim,” ujar Dian.

    Meski belum beroperasi dan baru menargetkan produksi pada 2027, perusahaan mulai menyiapkan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar area operasional.

    Dian menyebut perusahaan telah menyelesaikan pemetaan sosial dan pemetaan pemangku kepentingan di 38 desa dan sembilan kecamatan yang masuk dalam wilayah operasional PT Ithaca Resources.

    Wilayah tersebut mencakup area tambang di Kecamatan Busang, jalur hauling road, fasilitas pengolahan, hingga pelabuhan yang berada di sekitar Desa Sekerat.

    “Desa dan kecamatan yang berada di wilayah operasional kami merupakan mitra utama perusahaan. Karena itu, program yang disusun harus mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar aktivitas perusahaan,” katanya.

    Ia menjelaskan, direksi PT Ithaca Resources berkomitmen mendukung pengembangan masyarakat di wilayah operasional melalui berbagai program yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.

    Dari hasil pemetaan sosial, perusahaan menemukan sejumlah isu yang masih perlu mendapat perhatian, di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, penanganan stunting, serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat.

    Perusahaan juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia di wilayah sekitar operasional.

    “Ekonomi, pendidikan, dan kesehatan merupakan komponen penting dalam peningkatan indeks pembangunan manusia. Karena itu, program yang kami jalankan nantinya tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan setelah masa operasional tambang,” jelasnya.

    Ia menambahkan, penyusunan program PPM turut mengacu pada hasil Musrenbang, arah pembangunan daerah, serta masukan dari Pemerintah Kabupaten Kutim agar pelaksanaannya tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

    “Harapannya program yang dilaksanakan benar-benar mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan berjalan seiring dengan visi pembangunan daerah,” pungkasnya.

    (Sf/RS)