Seputar Kaltim

    Perusahaan Brunei Bangun Kereta Cepat Lintas Borneo, Pj Gubernur Kaltim: Silahkan Saja

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    06 April 2024 pukul 13:38 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik saat diwawancarai di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, mempersilahkan proyek ambisius Trans Borneo Railway (TBR) yang masuk ke Bumi Etam.

    Proyek kereta cepat yang diprakarsai Brunergy Utama Sdn Bhd juga menghubungkan tiga negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia.

    Proyek ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. "Kita mendengar rencana itu, Brunei katanya akan membangun kereta cepat, silahkan saja," ujar Akmal Malik saat melakukan tinjauan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Jum'at (5/4/2024).

    TBR direncanakan akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan rute sepanjang 1.620 kilometer dengan stasiun yang terletak di setiap 150 kilometer.

    Kereta yang akan beroperasi di jalur ini dirancang untuk melaju dengan kecepatan 300 hingga 350 kilometer per jam dan memungkinkan penumpang untuk menempuh perjalanan antar stasiun hanya dalam waktu 30 menit.

    Investasi yang diperlukan mencapai US$ 70 miliar atau sekitar Rp1.114 triliun, pembangunan tahap pertama akan melintasi Kota Kinabalu, Kimanis/Papar, Beaufort-Sipitang, dan Pontianak.

    Tahap kedua akan lebih fokus pada pengembangan wilayah Kalimantan Utara dan Timur, termasuk menghubungkan jalur utama dengan Samarinda dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Namun, Akmal Malik juga menekankan pentingnya proyek Borneo Railway yang telah lama direncanakan. "Kita berharap ini menjadi atensi pusat. Saat rakornas bersama Bappenas, kita sudah mengusulkan itu. Sebab, kita punya banyak angkutan barang dan penumpang," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Perusahaan Brunei Bangun Kereta Cepat Lintas Borneo, Pj Gubernur Kaltim: Silahkan Saja

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    06 April 2024 pukul 13:38 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik saat diwawancarai di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, mempersilahkan proyek ambisius Trans Borneo Railway (TBR) yang masuk ke Bumi Etam.

    Proyek kereta cepat yang diprakarsai Brunergy Utama Sdn Bhd juga menghubungkan tiga negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia dan Indonesia.

    Proyek ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan. "Kita mendengar rencana itu, Brunei katanya akan membangun kereta cepat, silahkan saja," ujar Akmal Malik saat melakukan tinjauan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Jum'at (5/4/2024).

    TBR direncanakan akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pembangunan rute sepanjang 1.620 kilometer dengan stasiun yang terletak di setiap 150 kilometer.

    Kereta yang akan beroperasi di jalur ini dirancang untuk melaju dengan kecepatan 300 hingga 350 kilometer per jam dan memungkinkan penumpang untuk menempuh perjalanan antar stasiun hanya dalam waktu 30 menit.

    Investasi yang diperlukan mencapai US$ 70 miliar atau sekitar Rp1.114 triliun, pembangunan tahap pertama akan melintasi Kota Kinabalu, Kimanis/Papar, Beaufort-Sipitang, dan Pontianak.

    Tahap kedua akan lebih fokus pada pengembangan wilayah Kalimantan Utara dan Timur, termasuk menghubungkan jalur utama dengan Samarinda dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Namun, Akmal Malik juga menekankan pentingnya proyek Borneo Railway yang telah lama direncanakan. "Kita berharap ini menjadi atensi pusat. Saat rakornas bersama Bappenas, kita sudah mengusulkan itu. Sebab, kita punya banyak angkutan barang dan penumpang," tutupnya.

    (Sf/By)