Cari disini...
Seputar Kaltim
Pemaparan rencana bisnis Perumdam Tirta Kencana untuk 5 tahun kedepan, di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim, mengungkapkan rencana strategis untuk memperluas cakupan bisnis perusahaan melalui inovasi baru. Salah satu terobosan yang akan dilakukan adalah memproduksi air minum dalam kemasan, dengan nilai investasi mencapai Rp1,3 miliar pada tahun 2024 dan Rp3,7 miliar di tahun 2025.
"Insyaallah di tahun 2025, produk air minum dalam kemasan kita sudah tersedia. Namun, untuk tahap awal, kami fokus pada kemasan botol. Kami menghindari kemasan gelas karena memiliki kelemahan, seperti air yang terbuang dan sulit dibawa," ujar Wahid saat pemaparan rencana bisnis di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2025).
Ia menambahkan bahwa mesin produksi akan mulai tiba pada Januari 2025, dan akan dilakukan pemasangan segera setelahnya. Disebutkannya, produksi penuh akan dilakukan setelah semua mesin terpasang. Saat ini, nama produk masih dalam proses penyusunan, dan pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, camat, lurah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggunakan produk air minum lokal tersebut.
“Pemkot Samarinda sudah menekankan pentingnya mendukung produk lokal. Contohnya di Teras Samarinda atau tempat lain, jika kita bisa memproduksi sendiri dengan harga bersaing, kenapa tidak?” tambahnya.
Samarinda memiliki sumber air baku yang melimpah, seperti Sungai Mahakam, Bendungan Benanga, Sungai Karang Mumus, dan anak sungai lainnya. Hal ini menurutnya memberikan potensi besar bagi Perumdam untuk terus berkembang.
Meski merencanakan diversifikasi bisnis melalui produksi air kemasan, fokus utama Perumdam untuk tahun 2025-2029 tetap pada pemenuhan cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen. Dengan dukungan sumber daya yang memadai, minat pelanggan yang besar, serta komitmen pemerintah kota, ia optimis mampu mengembangkan usahanya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami, seiring dengan langkah inovasi yang terus kami lakukan," tegasnya. (Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pemaparan rencana bisnis Perumdam Tirta Kencana untuk 5 tahun kedepan, di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Direktur Utama Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda, Nor Wahid Hasyim, mengungkapkan rencana strategis untuk memperluas cakupan bisnis perusahaan melalui inovasi baru. Salah satu terobosan yang akan dilakukan adalah memproduksi air minum dalam kemasan, dengan nilai investasi mencapai Rp1,3 miliar pada tahun 2024 dan Rp3,7 miliar di tahun 2025.
"Insyaallah di tahun 2025, produk air minum dalam kemasan kita sudah tersedia. Namun, untuk tahap awal, kami fokus pada kemasan botol. Kami menghindari kemasan gelas karena memiliki kelemahan, seperti air yang terbuang dan sulit dibawa," ujar Wahid saat pemaparan rencana bisnis di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (8/1/2025).
Ia menambahkan bahwa mesin produksi akan mulai tiba pada Januari 2025, dan akan dilakukan pemasangan segera setelahnya. Disebutkannya, produksi penuh akan dilakukan setelah semua mesin terpasang. Saat ini, nama produk masih dalam proses penyusunan, dan pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, camat, lurah, dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggunakan produk air minum lokal tersebut.
“Pemkot Samarinda sudah menekankan pentingnya mendukung produk lokal. Contohnya di Teras Samarinda atau tempat lain, jika kita bisa memproduksi sendiri dengan harga bersaing, kenapa tidak?” tambahnya.
Samarinda memiliki sumber air baku yang melimpah, seperti Sungai Mahakam, Bendungan Benanga, Sungai Karang Mumus, dan anak sungai lainnya. Hal ini menurutnya memberikan potensi besar bagi Perumdam untuk terus berkembang.
Meski merencanakan diversifikasi bisnis melalui produksi air kemasan, fokus utama Perumdam untuk tahun 2025-2029 tetap pada pemenuhan cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen. Dengan dukungan sumber daya yang memadai, minat pelanggan yang besar, serta komitmen pemerintah kota, ia optimis mampu mengembangkan usahanya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
"Kebutuhan air bersih masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami, seiring dengan langkah inovasi yang terus kami lakukan," tegasnya. (Sf/Rs)