Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Samarinda diproyeksikan memiliki nilai aset yang signifikan, bahkan diperkirakan melebihi Rp1 triliun pada tahun mendatang. Hal ini diungkapkan dalam keterangannya yang menyoroti pentingnya pengelolaan aset dan legalitas tanah pemerintah yang diserahkan kepada Perumdam.
Menurut Andi Harun, penyertaan modal dari pemerintah daerah selama ini tidak berbentuk uang tunai, melainkan berupa tanah yang telah diserahkan kepada Perumdam sejak sebelum masa pemerintahannya. Namun, tanah tersebut masih tercatat sebagai aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda karena status legalitasnya belum sepenuhnya dialihkan ke Perumdam.
“Kami sudah mengeluarkan tanah tersebut dari catatan aset pemerintah, tetapi Perumdam belum bisa mencatatnya sebagai aset mereka karena status suratnya masih atas nama Pemkot. Untuk dapat dicatat dalam aset Perumdam, tanah tersebut harus dinilai atau diaprraisal dengan nilai terkini, mengingat harga tanah saat ini cukup tinggi,” jelas Andi Harun belum lama ini.
Ia menjabarkan, nilai aset Perumdam yang signifikan menjadi modal besar untuk pengembangan bisnis ke depan, seperti sindikasi perbankan. Dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai hampir Rp1 triliun, Perumdam memiliki peluang besar untuk mendapatkan kredit bank dengan plafon yang tinggi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Menurutnya nilai aset ini akan sangat membantu untuk merealisasikan cakupan layanan air bersih 100 persen di Samarinda, dengan minimal membangun satu IPA tiap tahunnya.
“Nilai aset yang sehat ini akan menjadi modal kuat bagi Perumdam untuk mengembangkan portofolio bisnisnya. Sebagai contoh, aset yang diterima melalui hibah dari kementerian, seperti penyerahan IPA Bumi Sempaja senilai hampir Rp200 miliar, juga turut menambah nilai aset Perumdam,” ujarnya.
Orang nomor satu di Samarinda itu juga menyoroti potensi peningkatan nilai aset Perumdam pada tahun mendatang, terutama dengan adanya penyerahan proyek kementerian dan bertambahnya kegiatan investasi. “Kemungkinan besar nilai aset akan meningkat dari Rp900 miliar menjadi lebih dari Rp1 triliun pada pertengahan atau akhir tahun depan. Namun, di sisi lain, ada juga beberapa aset yang mengalami penyusutan, seperti mesin,” tambahnya.
Meskipun begitu, ia optimistis bahwa secara ekonomi dan finansial, Perumdam berada dalam kondisi yang sangat sehat. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk mendukung berbagai rencana pengembangan perusahaan daerah tersebut di masa mendatang.
Dengan proyeksi aset yang besar dan pengelolaan yang matang, Perumdam Samarinda diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memberikan layanan air bersih bagi masyarakat serta mendukung pembangunan infrastruktur kota.
"Nanti akan meningkat lagi kaya IPA Kalhol kan belum diserahkan, itu dri kementerian," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan bahwa Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Samarinda diproyeksikan memiliki nilai aset yang signifikan, bahkan diperkirakan melebihi Rp1 triliun pada tahun mendatang. Hal ini diungkapkan dalam keterangannya yang menyoroti pentingnya pengelolaan aset dan legalitas tanah pemerintah yang diserahkan kepada Perumdam.
Menurut Andi Harun, penyertaan modal dari pemerintah daerah selama ini tidak berbentuk uang tunai, melainkan berupa tanah yang telah diserahkan kepada Perumdam sejak sebelum masa pemerintahannya. Namun, tanah tersebut masih tercatat sebagai aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda karena status legalitasnya belum sepenuhnya dialihkan ke Perumdam.
“Kami sudah mengeluarkan tanah tersebut dari catatan aset pemerintah, tetapi Perumdam belum bisa mencatatnya sebagai aset mereka karena status suratnya masih atas nama Pemkot. Untuk dapat dicatat dalam aset Perumdam, tanah tersebut harus dinilai atau diaprraisal dengan nilai terkini, mengingat harga tanah saat ini cukup tinggi,” jelas Andi Harun belum lama ini.
Ia menjabarkan, nilai aset Perumdam yang signifikan menjadi modal besar untuk pengembangan bisnis ke depan, seperti sindikasi perbankan. Dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai hampir Rp1 triliun, Perumdam memiliki peluang besar untuk mendapatkan kredit bank dengan plafon yang tinggi untuk mendukung pembangunan infrastruktur, seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Menurutnya nilai aset ini akan sangat membantu untuk merealisasikan cakupan layanan air bersih 100 persen di Samarinda, dengan minimal membangun satu IPA tiap tahunnya.
“Nilai aset yang sehat ini akan menjadi modal kuat bagi Perumdam untuk mengembangkan portofolio bisnisnya. Sebagai contoh, aset yang diterima melalui hibah dari kementerian, seperti penyerahan IPA Bumi Sempaja senilai hampir Rp200 miliar, juga turut menambah nilai aset Perumdam,” ujarnya.
Orang nomor satu di Samarinda itu juga menyoroti potensi peningkatan nilai aset Perumdam pada tahun mendatang, terutama dengan adanya penyerahan proyek kementerian dan bertambahnya kegiatan investasi. “Kemungkinan besar nilai aset akan meningkat dari Rp900 miliar menjadi lebih dari Rp1 triliun pada pertengahan atau akhir tahun depan. Namun, di sisi lain, ada juga beberapa aset yang mengalami penyusutan, seperti mesin,” tambahnya.
Meskipun begitu, ia optimistis bahwa secara ekonomi dan finansial, Perumdam berada dalam kondisi yang sangat sehat. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk mendukung berbagai rencana pengembangan perusahaan daerah tersebut di masa mendatang.
Dengan proyeksi aset yang besar dan pengelolaan yang matang, Perumdam Samarinda diharapkan dapat terus berkontribusi dalam memberikan layanan air bersih bagi masyarakat serta mendukung pembangunan infrastruktur kota.
"Nanti akan meningkat lagi kaya IPA Kalhol kan belum diserahkan, itu dri kementerian," pungkasnya.
(Sf/Rs)