Cari disini...
Seputar Kaltim
Pompa air Tirta Mahakam Kukar. (Foto:Istimewa)
Tenggarong - Perumda Tirta Mahakam memastikan ketersediaan air bersih untuk masyarakat Kukar dengan mengidentifikasi kondisi mesin Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh cabang maupun ranting.
Debit air yang mulai menurun di Sungai Mahakam telah menyebabkan beberapa sumber air baku mengering, termasuk IPA 3 di Sungai Tenggarong. Jika hujan tidak turun dalam dua bulan ke depan, IPA 3 akan berhenti beroperasi.
Kepala Bagian Humas Perumda Tirta Mahakam Wahono mengaku dalam mengatasi masalah kekeringan tersebut, pihaknya akan melakukan interkoneksi antar jaringan air melalui IPA 1 Sukarame untuk menyuplai wilayah terdampak di Kecamatan Tenggarong.
Selain itu, pihaknya juga telah memberikan imbauan ke masyarakat agar dapat menghemat air dan berkomunikasi dengan kecamatan dan desa/kelurahan jika IPA tidak beroperasi karena kondisi air Sungai Mahakam yang menjadi asin.
"Kami akan melakukan antisipasi kemungkinan matinya IPA di kawasan pesisir, dan kami juga akan siapkan mobil tangki air bersih untuk wilayah yang terdampak intrusi air laut."ungkap Wahono.
Pihaknya akan memprioritaskan wilayah seperti Anggana dan Sangasanga. Sebab daerah tersebut berisiko lebih tinggi terdampak jika air laut masuk ke Sungai Mahakam yang disebabkan oleh cekungan alaminya.
“Kalo asin Tenggarong belum pernah, paling jauh sampai Loa Janan. Tapi kan wilyah kita ini (Kukar) luas, termasuk Anggana dan juga Sangasanga. Jadi kalo air laut ini masuk ke Sungai Mahakam kita duluan yang terdampak," bebernya.
"Sangasanga juga begitu, biasanya kalo sudah masuk susah keluar itu (Air laut). Karena dia daerah cekungan jadi lambat masuk, tapi begitu masuk susah keluar. Nunggu pasang lagi baru bisa normal,” tambahnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pompa air Tirta Mahakam Kukar. (Foto:Istimewa)
Tenggarong - Perumda Tirta Mahakam memastikan ketersediaan air bersih untuk masyarakat Kukar dengan mengidentifikasi kondisi mesin Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh cabang maupun ranting.
Debit air yang mulai menurun di Sungai Mahakam telah menyebabkan beberapa sumber air baku mengering, termasuk IPA 3 di Sungai Tenggarong. Jika hujan tidak turun dalam dua bulan ke depan, IPA 3 akan berhenti beroperasi.
Kepala Bagian Humas Perumda Tirta Mahakam Wahono mengaku dalam mengatasi masalah kekeringan tersebut, pihaknya akan melakukan interkoneksi antar jaringan air melalui IPA 1 Sukarame untuk menyuplai wilayah terdampak di Kecamatan Tenggarong.
Selain itu, pihaknya juga telah memberikan imbauan ke masyarakat agar dapat menghemat air dan berkomunikasi dengan kecamatan dan desa/kelurahan jika IPA tidak beroperasi karena kondisi air Sungai Mahakam yang menjadi asin.
"Kami akan melakukan antisipasi kemungkinan matinya IPA di kawasan pesisir, dan kami juga akan siapkan mobil tangki air bersih untuk wilayah yang terdampak intrusi air laut."ungkap Wahono.
Pihaknya akan memprioritaskan wilayah seperti Anggana dan Sangasanga. Sebab daerah tersebut berisiko lebih tinggi terdampak jika air laut masuk ke Sungai Mahakam yang disebabkan oleh cekungan alaminya.
“Kalo asin Tenggarong belum pernah, paling jauh sampai Loa Janan. Tapi kan wilyah kita ini (Kukar) luas, termasuk Anggana dan juga Sangasanga. Jadi kalo air laut ini masuk ke Sungai Mahakam kita duluan yang terdampak," bebernya.
"Sangasanga juga begitu, biasanya kalo sudah masuk susah keluar itu (Air laut). Karena dia daerah cekungan jadi lambat masuk, tapi begitu masuk susah keluar. Nunggu pasang lagi baru bisa normal,” tambahnya.
(Sf/By)