Perubahan Iklim Makin Terasa, Konsultan Transisi Energi Minta Masyarakat Hemat Listrik

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    09 Maret 2024 01:08 WIB

    Dicky Edwin Hindarto, Konsultan Transisi Energi, Keberlanjutan, dan Pasar Karbon saat memaparkan materi, Jumat (8/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Transisi energi di Kaltim telah dimulai, beralih dari ketergantungan pada migas dan kayu menjadi migas dan batu bara. 

    Potensi pembangkit listrik terbarukan seperti tenaga surya, bioenergi, pasang surut air laut, dan hidro juga menjadi perhatian. 

    Dicky Edwin Hindarto, Konsultan Transisi Energi, Keberlanjutan, dan Pasar Karbon, mengungkapkan bahwa kebutuhan energi yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, menyebabkan emisi gas rumah kaca melonjak tiga kali lipat dalam 20 tahun terakhir. 

    “Hemat energi adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam transisi energi seperti dalam penggunaan listrik,” ujar Dicky saat Pelatihan Jurnalistik Liputan Mendalam terkait Transisi Energi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Samarinda dan Yayasan Mitra Hijau, Jumat (8/3/2024).

    Transisi energi ini dilakukan untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik, seperti kualitas udara yang sehat dan mengatasi perubahan iklim. 

    “Populasi meningkat, pemanasan global, aktivitas perekonomian meningkat itu memicu adanya perubahan iklim,” jelasnya.

    September 2023 memecahkan rekor jadi bulan terpanas sepanjang masa, menandai kenaikan suhu global yang semakin menguat. 

    Perubahan iklim yang sudah terasa kini menjadi sorotan utama, dengan gas rumah kaca dari sektor energi fosil menjadi pemicu utama. 

    Di tengah ketergantungan Kaltim pada energi fosil, terutama migas dan batu bara, isu transisi energi menjadi semakin mendesak.

    Dengan begitu, ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan transisi energi bersama, mulai dari hal terkecil seperti penghematan energi listrik. 

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Perubahan Iklim Makin Terasa, Konsultan Transisi Energi Minta Masyarakat Hemat Listrik

    Seputarfakta.com - Tria -

    Seputar Kaltim

    09 Maret 2024 01:08 WIB

    Dicky Edwin Hindarto, Konsultan Transisi Energi, Keberlanjutan, dan Pasar Karbon saat memaparkan materi, Jumat (8/3/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Transisi energi di Kaltim telah dimulai, beralih dari ketergantungan pada migas dan kayu menjadi migas dan batu bara. 

    Potensi pembangkit listrik terbarukan seperti tenaga surya, bioenergi, pasang surut air laut, dan hidro juga menjadi perhatian. 

    Dicky Edwin Hindarto, Konsultan Transisi Energi, Keberlanjutan, dan Pasar Karbon, mengungkapkan bahwa kebutuhan energi yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk, menyebabkan emisi gas rumah kaca melonjak tiga kali lipat dalam 20 tahun terakhir. 

    “Hemat energi adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam transisi energi seperti dalam penggunaan listrik,” ujar Dicky saat Pelatihan Jurnalistik Liputan Mendalam terkait Transisi Energi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Samarinda dan Yayasan Mitra Hijau, Jumat (8/3/2024).

    Transisi energi ini dilakukan untuk keberlangsungan hidup yang lebih baik, seperti kualitas udara yang sehat dan mengatasi perubahan iklim. 

    “Populasi meningkat, pemanasan global, aktivitas perekonomian meningkat itu memicu adanya perubahan iklim,” jelasnya.

    September 2023 memecahkan rekor jadi bulan terpanas sepanjang masa, menandai kenaikan suhu global yang semakin menguat. 

    Perubahan iklim yang sudah terasa kini menjadi sorotan utama, dengan gas rumah kaca dari sektor energi fosil menjadi pemicu utama. 

    Di tengah ketergantungan Kaltim pada energi fosil, terutama migas dan batu bara, isu transisi energi menjadi semakin mendesak.

    Dengan begitu, ia meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan transisi energi bersama, mulai dari hal terkecil seperti penghematan energi listrik. 

    (Sf/Rs)