Pertumbuhan Ekonomi Paser Lambat, Tapi Positif

    Seputarfakta.com - Sahrul -

    Seputar Kaltim

    05 Desember 2024 04:58 WIB

    Pertumbuhan Ekonomi Paser Lambat, Tapi Positif

    Tanah Grogot - Kabupaten Paser tercatat sebagai salah satu daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh sektor pertambangan.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi menyebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser dikuasai sektor pertambangan sebesar 67 persen, sektor pertanian 17 persen dan industri pengolahan 5 persen.

    Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser dikategorikan cukup lambat, tapi dipastikan menunjukan trend yang positif. “Kita optimis ke depan semuanya pasti tumbuh. Meski dalam proses ada yang lambat dan sedikit meningkat,” kata Robi Ariadi.

    Dengan dominasi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tengah berupaya memanfaatkan sekor non tambang.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH), Erwan Wahyudi mengatakan berbagai upaya telah dilakukan, seperti pemberian benih unggul untuk petani secara tepat sasaran hingga penggunaan alat pertanian untuk memudahkan petani.

    Kata dia, hasil produksi pertanian turut mengalami peningkatan yang dignifikan, dibuktikan dari panen padi beberapa waktu di Desa Pulau Rantau meningkat dari tiga ton menjadi tujuh ton per hektar.

    “Begitu juga dengan hortikultura, ada program pemerintah daerah yaitu Paser berbuah yang saat ini sudah kita terapkan di 10 kecamatan. Saya yakin dan percaya, kabupaten Paser dalam beberapa waktu kedepan, pertumbuhan ekonominya akan meningkat signifikan,” kata Erwan.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Paser, Rudiansyah mengatakan sektor perikanan dimulai pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan secara intens memberikan pendampingan. Pendampingan lewat pelatihan kepada nelayan dapat meningkatkan keterampilan dan pengalaman individu.

    "Ini akan mendukung ekonomi rumah tangga yang pada gilirannya juga akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pertumbuhan Ekonomi Paser Lambat, Tapi Positif

    Seputarfakta.com - Sahrul -

    Seputar Kaltim

    05 Desember 2024 04:58 WIB

    Pertumbuhan Ekonomi Paser Lambat, Tapi Positif

    Tanah Grogot - Kabupaten Paser tercatat sebagai salah satu daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh sektor pertambangan.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi menyebut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser dikuasai sektor pertambangan sebesar 67 persen, sektor pertanian 17 persen dan industri pengolahan 5 persen.

    Laju pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Paser dikategorikan cukup lambat, tapi dipastikan menunjukan trend yang positif. “Kita optimis ke depan semuanya pasti tumbuh. Meski dalam proses ada yang lambat dan sedikit meningkat,” kata Robi Ariadi.

    Dengan dominasi sektor pertambangan terhadap pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tengah berupaya memanfaatkan sekor non tambang.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH), Erwan Wahyudi mengatakan berbagai upaya telah dilakukan, seperti pemberian benih unggul untuk petani secara tepat sasaran hingga penggunaan alat pertanian untuk memudahkan petani.

    Kata dia, hasil produksi pertanian turut mengalami peningkatan yang dignifikan, dibuktikan dari panen padi beberapa waktu di Desa Pulau Rantau meningkat dari tiga ton menjadi tujuh ton per hektar.

    “Begitu juga dengan hortikultura, ada program pemerintah daerah yaitu Paser berbuah yang saat ini sudah kita terapkan di 10 kecamatan. Saya yakin dan percaya, kabupaten Paser dalam beberapa waktu kedepan, pertumbuhan ekonominya akan meningkat signifikan,” kata Erwan.

    Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Paser, Rudiansyah mengatakan sektor perikanan dimulai pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan secara intens memberikan pendampingan. Pendampingan lewat pelatihan kepada nelayan dapat meningkatkan keterampilan dan pengalaman individu.

    "Ini akan mendukung ekonomi rumah tangga yang pada gilirannya juga akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.

    (Sf/By)