Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyoroti penurunan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutim dari 9,8 persen menjadi 1,3 persen. Ia menilai angka tersebut perlu dikaji ulang karena dianggap belum sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ardiansyah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengecek ulang data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Ia juga meminta agar dilakukan koordinasi dengan pihak akademisi.
“Saya minta Bappeda melakukan koreksi terhadap data BPS dan berkoordinasi dengan akademisi,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, kondisi ekonomi Kutim masih tergolong normal. Ia menyebut kontribusi dari Dana Bagi Hasil (DBH) pertambangan masih berjalan seperti biasa.
“Saya lihat dari data Bappeda, kontribusi di bidang pertambangan dan sektor lainnya masih normal,” katanya.
Di sisi lain, kondisi inflasi di Kutim juga dinilai baik dan terkendali. Angkanya berada di kisaran 0,22 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional bulanan yang mencapai 0,68 persen.
“Inflasi kita cukup bagus, sesuai dengan tren yang ada. Angka inflasi kita 0,22 kalau enggak salah,” jelasnya.
Ia menegaskan, penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak berdampak pada inflasi.
“Penurunan ekonomi tidak mempengaruhi inflasi,” tutupnya.
Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan ke depan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:Lisda/Seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyoroti penurunan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutim dari 9,8 persen menjadi 1,3 persen. Ia menilai angka tersebut perlu dikaji ulang karena dianggap belum sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ardiansyah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk mengecek ulang data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Ia juga meminta agar dilakukan koordinasi dengan pihak akademisi.
“Saya minta Bappeda melakukan koreksi terhadap data BPS dan berkoordinasi dengan akademisi,” ujar Ardiansyah.
Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, kondisi ekonomi Kutim masih tergolong normal. Ia menyebut kontribusi dari Dana Bagi Hasil (DBH) pertambangan masih berjalan seperti biasa.
“Saya lihat dari data Bappeda, kontribusi di bidang pertambangan dan sektor lainnya masih normal,” katanya.
Di sisi lain, kondisi inflasi di Kutim juga dinilai baik dan terkendali. Angkanya berada di kisaran 0,22 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional bulanan yang mencapai 0,68 persen.
“Inflasi kita cukup bagus, sesuai dengan tren yang ada. Angka inflasi kita 0,22 kalau enggak salah,” jelasnya.
Ia menegaskan, penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut tidak berdampak pada inflasi.
“Penurunan ekonomi tidak mempengaruhi inflasi,” tutupnya.
Pemerintah daerah akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan data yang ada benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan ke depan.
(Sf/Rs)