Seputar Kaltim

    Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2023 Lampaui Nasional dan Tertinggi di Kalimantan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    05 Februari 2024 pukul 18:58 WITA

    Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, Yusniar Juliana saat memberikan keterangan pers. (Foto: HO/BPS Kaltim)

    Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan bahwa ekonomi Bumi Etam tumbuh sebesar 6,22 persen secara kumulatif (c-to-c) pada tahun 2023.

    "Angka ini menunjukkan bahwa kita berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yang mencapai 5,05 persen," ujar Kepala BPS Kaltim, Dr Yusniar Juliana, dalam konferensi pers, Senin (5/2/2024).

    Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2023 merupakan hasil dari peningkatan kinerja di semua sektor usaha yang ada di wilayah tersebut."Ada tiga sektor usaha yang memberikan kontribusi tertinggi, yaitu sektor pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 16,05 persen, sektor konstruksi yang tumbuh 15,82 persen, dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 11,72 persen," kata Yusniar.

    Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian, yang merupakan sektor andalan perekonomian Kaltim, juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,18 persen. "Kita tahu bahwa sektor pertambangan dan penggalian sangat sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas global, namun tahun 2023 kita bisa melihat bahwa sektor ini masih mampu bertahan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim," tutur Yusniar.

    Dari sisi pengeluaran, Yusniar mengungkapkan bahwa komponen yang paling menonjol adalah pengeluaran konsumsi pemerintah, yang meningkat sebesar 36,40 persen. "Kenaikan ini menunjukkan adanya stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, yang berdampak positif terhadap perekonomian Kaltim," ucap Yusniar.

    Secara triwulanan, ekonomi Kaltim juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada triwulan IV-2023, ekonomi Kaltim tumbuh sebesar 5,76 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. "Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, dan menunjukkan bahwa Kaltim sudah pulih dari krisis yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi," paparnya.

    Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Kaltim juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,30 persen (q-to-q) pada triwulan IV-2023. "Kondisi ini menunjukkan adanya percepatan kinerja ekonomi Kaltim, yang sebelumnya pada triwulan III-2023 hanya tumbuh sebesar 1,61 persen," imbuhnya.

    Di antara provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan, Kaltim merupakan yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2023, diikuti oleh Kalimantan Utara yang tumbuh sebesar 4,94 persen, Kalimantan Selatan yang tumbuh sebesar 4,84 persen, Kalimantan Barat yang tumbuh sebesar 4,46 persen, dan Kalimantan Tengah yang tumbuh sebesar 4,14 persen.

    Kaltim juga memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai tambah regional Kalimantan, yaitu sebesar 48,38 persen, diikuti oleh Kalimantan Barat sebesar 15,74 persen, Kalimantan Selatan sebesar 15,45 persen, Kalimantan Tengah sebesar 11,98 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 8,45 persen.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2023 Lampaui Nasional dan Tertinggi di Kalimantan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    05 Februari 2024 pukul 18:58 WITA

    Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur, Yusniar Juliana saat memberikan keterangan pers. (Foto: HO/BPS Kaltim)

    Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan bahwa ekonomi Bumi Etam tumbuh sebesar 6,22 persen secara kumulatif (c-to-c) pada tahun 2023.

    "Angka ini menunjukkan bahwa kita berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yang mencapai 5,05 persen," ujar Kepala BPS Kaltim, Dr Yusniar Juliana, dalam konferensi pers, Senin (5/2/2024).

    Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun 2023 merupakan hasil dari peningkatan kinerja di semua sektor usaha yang ada di wilayah tersebut."Ada tiga sektor usaha yang memberikan kontribusi tertinggi, yaitu sektor pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 16,05 persen, sektor konstruksi yang tumbuh 15,82 persen, dan sektor jasa keuangan dan asuransi yang tumbuh 11,72 persen," kata Yusniar.

    Selain itu, sektor pertambangan dan penggalian, yang merupakan sektor andalan perekonomian Kaltim, juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,18 persen. "Kita tahu bahwa sektor pertambangan dan penggalian sangat sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas global, namun tahun 2023 kita bisa melihat bahwa sektor ini masih mampu bertahan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim," tutur Yusniar.

    Dari sisi pengeluaran, Yusniar mengungkapkan bahwa komponen yang paling menonjol adalah pengeluaran konsumsi pemerintah, yang meningkat sebesar 36,40 persen. "Kenaikan ini menunjukkan adanya stimulus fiskal yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, yang berdampak positif terhadap perekonomian Kaltim," ucap Yusniar.

    Secara triwulanan, ekonomi Kaltim juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada triwulan IV-2023, ekonomi Kaltim tumbuh sebesar 5,76 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. "Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia, dan menunjukkan bahwa Kaltim sudah pulih dari krisis yang terjadi pada tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi," paparnya.

    Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Kaltim juga mengalami pertumbuhan sebesar 2,30 persen (q-to-q) pada triwulan IV-2023. "Kondisi ini menunjukkan adanya percepatan kinerja ekonomi Kaltim, yang sebelumnya pada triwulan III-2023 hanya tumbuh sebesar 1,61 persen," imbuhnya.

    Di antara provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan, Kaltim merupakan yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2023, diikuti oleh Kalimantan Utara yang tumbuh sebesar 4,94 persen, Kalimantan Selatan yang tumbuh sebesar 4,84 persen, Kalimantan Barat yang tumbuh sebesar 4,46 persen, dan Kalimantan Tengah yang tumbuh sebesar 4,14 persen.

    Kaltim juga memberikan kontribusi terbesar terhadap nilai tambah regional Kalimantan, yaitu sebesar 48,38 persen, diikuti oleh Kalimantan Barat sebesar 15,74 persen, Kalimantan Selatan sebesar 15,45 persen, Kalimantan Tengah sebesar 11,98 persen, dan Kalimantan Utara sebesar 8,45 persen.

    (Sf/Rs)