Seputar Kaltim

    Pertumbuhan Ekonomi Anjlok. Berau Hadapi Tekanan Multi Sektor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 April 2026 pukul 19:14 WITA

    Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis menyampaikan laju pertumbuhan ekonomi daerah mengalami penurunan signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

    "Pada 2025 pertumbuhan ekonomi tercatat turun dari 7,82 persen menjadi 2,48 persen. Penurunan itu menempatkan Kabupaten Berau sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah kedua di Kalimantan Timur," ujar Wabup.

    Menurutnya perlambatan ekonomi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dari berbagai sektor. Kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian yang masih mendominasi ekonomi daerah menjadi penyebab utama melambatnya pertumbuhan.

    "Sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi Berau. Ketika sektor ini mengalami penurunan, dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya.

    Selain itu, efisiensi anggaran serta minimnya diversifikasi ekonomi turut memperparah kondisi. Sehingga sektor non-tambang yang diharapkan menjadi penopang alternatif, seperti pariwisata yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal.

    "Pariwisata memiliki potensi besar, tetapi pertumbuhannya saat ini belum mampu mengimbangi penurunan dari sektor tambang," jelasnya.

    Tekanan ekonomi juga datang dari faktor internal dan eksternal, termasuk gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri pada akhir 2025 lalu.

    "Gelombang PHK tersebut membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga perputaran ekonomi di daerah ikut melambat," katanya.

    Di sisi lain, ia mengatakan kebijakan efisiensi anggaran membuat sejumlah program pembangunan harus disesuaikan ulang. Ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga memperbesar dampak perlambatan tersebut.

    "Ketika terjadi penurunan belanja pemerintah, sektor jasa, kontraktor, hingga perdagangan ikut terdampak," tambahnya.

    Oleh karena itu, untuk menghadapi kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengarahkan strategi pemulihan ekonomi dengan memperkuat sektor kerakyatan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diposisikan sebagai salah satu motor penggerak utama.

    "UMKM ini yang paling cepat bergerak dan langsung menyentuh masyarakat. Ini yang harus kita dorong agar ekonomi bisa kembali bangkit," ungkapnya.

    Ke depan Berau perlu mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang dengan mengembangkan sektor lain seperti pertanian, perikanan dan pariwisata.

    "Kalau kita ingin ekonomi lebih stabil, kita tidak bisa terus bergantung pada tambang. Sektor lain harus menjadi penopang baru," tegasnya.

    Gamalis berharap upaya transformasi ekonomi ini dapat berjalan konsisten sehingga mampu memulihkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan struktur ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

    "Kalau ini berjalan konsisten, Berau dapat bangkit kembali dan menjadi lebih kuat ke depannya," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pertumbuhan Ekonomi Anjlok. Berau Hadapi Tekanan Multi Sektor

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 April 2026 pukul 19:14 WITA

    Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis menyampaikan laju pertumbuhan ekonomi daerah mengalami penurunan signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

    "Pada 2025 pertumbuhan ekonomi tercatat turun dari 7,82 persen menjadi 2,48 persen. Penurunan itu menempatkan Kabupaten Berau sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi terendah kedua di Kalimantan Timur," ujar Wabup.

    Menurutnya perlambatan ekonomi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dari berbagai sektor. Kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian yang masih mendominasi ekonomi daerah menjadi penyebab utama melambatnya pertumbuhan.

    "Sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi Berau. Ketika sektor ini mengalami penurunan, dampaknya langsung terasa pada pertumbuhan ekonomi daerah," ungkapnya.

    Selain itu, efisiensi anggaran serta minimnya diversifikasi ekonomi turut memperparah kondisi. Sehingga sektor non-tambang yang diharapkan menjadi penopang alternatif, seperti pariwisata yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal.

    "Pariwisata memiliki potensi besar, tetapi pertumbuhannya saat ini belum mampu mengimbangi penurunan dari sektor tambang," jelasnya.

    Tekanan ekonomi juga datang dari faktor internal dan eksternal, termasuk gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor industri pada akhir 2025 lalu.

    "Gelombang PHK tersebut membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga perputaran ekonomi di daerah ikut melambat," katanya.

    Di sisi lain, ia mengatakan kebijakan efisiensi anggaran membuat sejumlah program pembangunan harus disesuaikan ulang. Ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga memperbesar dampak perlambatan tersebut.

    "Ketika terjadi penurunan belanja pemerintah, sektor jasa, kontraktor, hingga perdagangan ikut terdampak," tambahnya.

    Oleh karena itu, untuk menghadapi kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Berau mulai mengarahkan strategi pemulihan ekonomi dengan memperkuat sektor kerakyatan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diposisikan sebagai salah satu motor penggerak utama.

    "UMKM ini yang paling cepat bergerak dan langsung menyentuh masyarakat. Ini yang harus kita dorong agar ekonomi bisa kembali bangkit," ungkapnya.

    Ke depan Berau perlu mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang dengan mengembangkan sektor lain seperti pertanian, perikanan dan pariwisata.

    "Kalau kita ingin ekonomi lebih stabil, kita tidak bisa terus bergantung pada tambang. Sektor lain harus menjadi penopang baru," tegasnya.

    Gamalis berharap upaya transformasi ekonomi ini dapat berjalan konsisten sehingga mampu memulihkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan struktur ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

    "Kalau ini berjalan konsisten, Berau dapat bangkit kembali dan menjadi lebih kuat ke depannya," tutupnya.

    (Sf/Lo)