Seputar Kaltim

    Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kutim, Serap 67.315 Tenaga Kerja

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    09 April 2026 pukul 13:00 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com

    Sangatta - Sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kutai Timur (Kutim). Hingga 2025 tercatat 67.315 orang atau 29,81 persen tenaga kerja bekerja di sektor ini.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyebut kondisi tersebut menunjukkan peran besar pertanian dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan sumber penghidupan masyarakat.

    “Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sekitar 29,81 persen dari total tenaga kerja,” ujar Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.

    Ia menambahkan produktivitas pertanian juga mulai meningkat. Rata-rata produksi padi sawah mencapai 4,91 ton per hektare, bahkan di beberapa wilayah sudah menembus 5 hingga 6 ton.

    Sementara padi ladang tercatat 2,49 ton per hektare dengan potensi meningkat hingga 3-4 ton melalui teknik budi daya yang lebih baik.

    “Alhamdulillah kita sudah memiliki teknik untuk menaikkan produktivitas padi ladang atau padi gunung,” tambahnya.

    Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengembangan agribisnis dan peningkatan ketahanan pangan.

    Menurutnya arah pembangunan daerah kini lebih difokuskan pada sektor non-tambang, seperti pertanian, perikanan dan industri kreatif.

    “Penguatan peran masyarakat serta dunia usaha dalam pengembangan agribisnis perlu terus didorong melalui kebijakan dan program yang terarah,” tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kutim, Serap 67.315 Tenaga Kerja

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    09 April 2026 pukul 13:00 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Lisda/Seputarfakta.com

    Sangatta - Sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi masyarakat Kutai Timur (Kutim). Hingga 2025 tercatat 67.315 orang atau 29,81 persen tenaga kerja bekerja di sektor ini.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menyebut kondisi tersebut menunjukkan peran besar pertanian dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan sumber penghidupan masyarakat.

    “Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, sekitar 29,81 persen dari total tenaga kerja,” ujar Ardiansyah Sulaiman beberapa waktu lalu.

    Ia menambahkan produktivitas pertanian juga mulai meningkat. Rata-rata produksi padi sawah mencapai 4,91 ton per hektare, bahkan di beberapa wilayah sudah menembus 5 hingga 6 ton.

    Sementara padi ladang tercatat 2,49 ton per hektare dengan potensi meningkat hingga 3-4 ton melalui teknik budi daya yang lebih baik.

    “Alhamdulillah kita sudah memiliki teknik untuk menaikkan produktivitas padi ladang atau padi gunung,” tambahnya.

    Ardiansyah mengatakan pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui pengembangan agribisnis dan peningkatan ketahanan pangan.

    Menurutnya arah pembangunan daerah kini lebih difokuskan pada sektor non-tambang, seperti pertanian, perikanan dan industri kreatif.

    “Penguatan peran masyarakat serta dunia usaha dalam pengembangan agribisnis perlu terus didorong melalui kebijakan dan program yang terarah,” tutupnya.

    (Sf/Lo)