Cari disini...
Seputar Kaltim
Tabung elpiji 3 kilogram yang diperuntukan bagi masyarakat miskin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Samarinda) mulai merealisasikan program Kartu Tepat Sasaran sebagai upaya menangani permasalahan kelangkaan gas LPG (elpiji) 3 kilogram yang kerap terjadi pada waktu-waktu tertentu.
Sales Brand Manajer Pertamina Samarinda, Ahad Jabbar mengatkan bahwa Pemkot Samarinda telah menetapkan kuota tabung elpiji 3 kilogram untuk masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran di tahun 2024.
"Kuotanya sudah ditetapkan tahun 2024 sudah ada di kita 29 ribu kilogram tabung," kata Ahad, Kamis (19/9/2024).
Program ini ditetapkan dengan tujuan memastikan distribusi yang lebih tepat sasaran dan mengurangi antrean masyarakat di pangkalan. Apalagi menurut Ahad salah satu tantangan dalam pendistribusian gas adalah jadwal distribusi yang sering kali tidak tepat.
"Untuk jadwal distribusi dari agen ke pangkalan itu kadang waktunya tidak tepat sedangkan ini butuh ketepatan supaya masyarakat tidak lagi mengantre, kita akan coba yang terbaik," ungkapnya.
Pihaknya berupaya meningkatkan ketepatan distribusi dengan melibatkan lima Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di wilayah Kutai Kartanegara dan Samarinda. Terlebih ia pun mengakui bahwa kebutuhan masyarakat terus meningkat, baik untuk tabung ukuran 3 kilogram, 5,5 kilogram, maupun 12 kilogram.
"Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman SPBE untuk bisa mendistribusikan sesuai kebutuhan," tuturnya.
Dalam pendistribusiannya masyarakat harus datang ke pangkalan dengan harga yang diberikan berdasarkan pada Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepada masyarakat selain dari penerima Kartu Tepat Sasaran yang juga ingin mendapatkan harga terjangkau diimbau untuk membeli tabung di pangkalan, sebab harga di pengecer mayoritas jauh lebih tinggi dibanding HET.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Pertamina juga memiliki program serupa dengan Kartu Tepat Sasaran agar pendistribusian tabung elpiji subsidi lebih tepat sasaran, yakni melalui produk Merchant Apps Pertamina (MAP). Dari program itu distribusi tabung di semua pangkalan harus disesuaikan dengan NIK serta KK yang sudah didaftarkan dalam MAP. Hanya saja untuk merealisasikan program tersebut, kata Ahad masih menunggu regulasi dari pusat terkait dengan mekanismenya.
"Ini jadinya kita kolaborasi dengan Pemkot dan wali kota juga minta ada kartu pengendali artinya akan ada dua tahapan dimana masyarakat yang benar-benar berhak dapat tabung subsidi ini akan bisa dikendalikan di tahun 2024 dan 2025," tuturnya.
Ia membeberkan bahwa program Kartu Tepat Sasaran yang sudah berjalan saat ini secara teknis masih manual. Berbeda dengan MAP yang nantinya sudah terdigitalisasi sepenuhnya. Saat ini pihaknya telah menyediakan sebuah platform digital yang nantinya akan berkolaborasi dengan Pemkot Samarinda terkait dengan data penerima.
"Jadi kita selalu berkoordinasi agar data yang benar itu bisa didapat dan kita bisa distribusikan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tabung elpiji 3 kilogram yang diperuntukan bagi masyarakat miskin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Kota (Samarinda) mulai merealisasikan program Kartu Tepat Sasaran sebagai upaya menangani permasalahan kelangkaan gas LPG (elpiji) 3 kilogram yang kerap terjadi pada waktu-waktu tertentu.
Sales Brand Manajer Pertamina Samarinda, Ahad Jabbar mengatkan bahwa Pemkot Samarinda telah menetapkan kuota tabung elpiji 3 kilogram untuk masyarakat penerima Kartu Tepat Sasaran di tahun 2024.
"Kuotanya sudah ditetapkan tahun 2024 sudah ada di kita 29 ribu kilogram tabung," kata Ahad, Kamis (19/9/2024).
Program ini ditetapkan dengan tujuan memastikan distribusi yang lebih tepat sasaran dan mengurangi antrean masyarakat di pangkalan. Apalagi menurut Ahad salah satu tantangan dalam pendistribusian gas adalah jadwal distribusi yang sering kali tidak tepat.
"Untuk jadwal distribusi dari agen ke pangkalan itu kadang waktunya tidak tepat sedangkan ini butuh ketepatan supaya masyarakat tidak lagi mengantre, kita akan coba yang terbaik," ungkapnya.
Pihaknya berupaya meningkatkan ketepatan distribusi dengan melibatkan lima Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang berada di wilayah Kutai Kartanegara dan Samarinda. Terlebih ia pun mengakui bahwa kebutuhan masyarakat terus meningkat, baik untuk tabung ukuran 3 kilogram, 5,5 kilogram, maupun 12 kilogram.
"Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman SPBE untuk bisa mendistribusikan sesuai kebutuhan," tuturnya.
Dalam pendistribusiannya masyarakat harus datang ke pangkalan dengan harga yang diberikan berdasarkan pada Harga Eceran Tertinggi (HET). Kepada masyarakat selain dari penerima Kartu Tepat Sasaran yang juga ingin mendapatkan harga terjangkau diimbau untuk membeli tabung di pangkalan, sebab harga di pengecer mayoritas jauh lebih tinggi dibanding HET.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Pertamina juga memiliki program serupa dengan Kartu Tepat Sasaran agar pendistribusian tabung elpiji subsidi lebih tepat sasaran, yakni melalui produk Merchant Apps Pertamina (MAP). Dari program itu distribusi tabung di semua pangkalan harus disesuaikan dengan NIK serta KK yang sudah didaftarkan dalam MAP. Hanya saja untuk merealisasikan program tersebut, kata Ahad masih menunggu regulasi dari pusat terkait dengan mekanismenya.
"Ini jadinya kita kolaborasi dengan Pemkot dan wali kota juga minta ada kartu pengendali artinya akan ada dua tahapan dimana masyarakat yang benar-benar berhak dapat tabung subsidi ini akan bisa dikendalikan di tahun 2024 dan 2025," tuturnya.
Ia membeberkan bahwa program Kartu Tepat Sasaran yang sudah berjalan saat ini secara teknis masih manual. Berbeda dengan MAP yang nantinya sudah terdigitalisasi sepenuhnya. Saat ini pihaknya telah menyediakan sebuah platform digital yang nantinya akan berkolaborasi dengan Pemkot Samarinda terkait dengan data penerima.
"Jadi kita selalu berkoordinasi agar data yang benar itu bisa didapat dan kita bisa distribusikan," pungkasnya.
(Sf/Rs)