Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Tujuh Rumah Tunnel garam, Desa Kersik Kecamatan Marangkayu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Warga Desa Kersik membentuk Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kelompok yang terbentuk pada Desember 2023 ini telah memiliki tujuh rumah tunnel yang terbuat dari bahan plastik dan pipa masing-masing berukuran 15x4.
Ketua KUGAR Kersik dua, Sigit Sarlan mengatakan satu rumah garam tunnel mampu menghasilkan 600-700 kilogram garam dalam satu kali panen.
"Dari 600-700 Kg itu bisa ditingkatkan sampai 1 ton lebih dengan masa waktu pengolahan lebih lama. Sebab, hasil panennya bisa kami atur tergantung jumlah air yang dimasukkan ke rumah garam saat pembuatan," kata Sigit, Jumat (9/2/2024).
Ia menyebut masa panen garam bergantung cuaca. Jika intensitas hujan tinggi, maka produksi garam akan terhambat.
"Beda lagi kalau musim kemarau panjang, panen bisa lebih cepat. Tapi kalau dalam satu bulan kemarau dan tidak ada hujan, bisa sekitar 30-40 hari sudah jadi garam. Garam yang sudah dipanen ini akan jadi garam krosok," sebutnya.
Namun, kata dia, produksi garam tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Kersik.
Garam krosok ini hanya di jual eceran untuk warga sekitar dan digunakan untuk membuat ikan asin atau pengganti pupuk.
"Harganya sekitar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Kemaren yang beli itu 300 sampai 500 kilogram,” ucapnya
Sigit berharap kelompok usaha yang dipimpinnya bisa menjadi bahan percontohan untuk daerah lainnya. Meski produksinya masih dalam sekala kecil dan Marangkayu adalah daerah satu-satunya yang memproduksi garam di Kukar.
“Untuk saat ini hanya mampu produksi sedikit, ke depannya masih kita usahakan untuk produksi secara besar. Rata-rata garam yang dipasok di pasar berasal dari luar pulau, di kalimantan juga harus mampu bersaing dan menciptakan inovasi baru,” tutupnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Tujuh Rumah Tunnel garam, Desa Kersik Kecamatan Marangkayu. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Warga Desa Kersik membentuk Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) pertama di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kelompok yang terbentuk pada Desember 2023 ini telah memiliki tujuh rumah tunnel yang terbuat dari bahan plastik dan pipa masing-masing berukuran 15x4.
Ketua KUGAR Kersik dua, Sigit Sarlan mengatakan satu rumah garam tunnel mampu menghasilkan 600-700 kilogram garam dalam satu kali panen.
"Dari 600-700 Kg itu bisa ditingkatkan sampai 1 ton lebih dengan masa waktu pengolahan lebih lama. Sebab, hasil panennya bisa kami atur tergantung jumlah air yang dimasukkan ke rumah garam saat pembuatan," kata Sigit, Jumat (9/2/2024).
Ia menyebut masa panen garam bergantung cuaca. Jika intensitas hujan tinggi, maka produksi garam akan terhambat.
"Beda lagi kalau musim kemarau panjang, panen bisa lebih cepat. Tapi kalau dalam satu bulan kemarau dan tidak ada hujan, bisa sekitar 30-40 hari sudah jadi garam. Garam yang sudah dipanen ini akan jadi garam krosok," sebutnya.
Namun, kata dia, produksi garam tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Kersik.
Garam krosok ini hanya di jual eceran untuk warga sekitar dan digunakan untuk membuat ikan asin atau pengganti pupuk.
"Harganya sekitar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per kilogram. Kemaren yang beli itu 300 sampai 500 kilogram,” ucapnya
Sigit berharap kelompok usaha yang dipimpinnya bisa menjadi bahan percontohan untuk daerah lainnya. Meski produksinya masih dalam sekala kecil dan Marangkayu adalah daerah satu-satunya yang memproduksi garam di Kukar.
“Untuk saat ini hanya mampu produksi sedikit, ke depannya masih kita usahakan untuk produksi secara besar. Rata-rata garam yang dipasok di pasar berasal dari luar pulau, di kalimantan juga harus mampu bersaing dan menciptakan inovasi baru,” tutupnya.
(Sf/By)