Seputar Kaltim

    Pertama di Kaltim, Pemkot Samarinda Resmikan Aplikasi Perjalanan Dinas 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    13 Mei 2024 pukul 12:08 WITA

    Acara Sosialisasi Manajemen Risiko dan Launching Aplikasi Perjalanan Dinas di Hotel Haris, Senin (13/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), secara resmi meluncurkan aplikasi perjalanan dinas, di Hotel Harris, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Senin (13/5/2024).

    AH mengatakan, aplikasi ini merupakan sebuah inovasi terbaru yang diharapkan akan mengubah lanskap perjalanan dinas di kota ini. 
    Melalui peluncuran aplikasi perjalanan dinas, ia berharap dapat meningkatkan kredibilitas dan transparansi dalam setiap kegiatan dinas yang dilakukan oleh pejabat publik di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Orang nomor satu di Samarinda itu menerangkan, aplikasi yang baru diluncurkan ini bertujuan untuk menjadi instrumen penting dalam memonitor setiap perjalanan dinas yang dilakukan oleh para pejabat. 

    Tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan praktek-praktek yang tidak benar, seperti tujuan perjalanan yang menyimpang dari kegiatan resmi atau pemalsuan laporan mengenai lamanya perjalanan.

    "Terkadang suatu perjalanan yang seharusnya hanya berlangsung selama satu hari, namun dalam laporan pertanggungjawabannya, dijadikan tiga hari," ungkap AH.

    Aplikasi ini akan mencatat setiap detail penting terkait perjalanan dinas, mulai dari jenis transportasi yang digunakan, tujuan perjalanan, lamanya perjalanan, hingga keperluan dan tujuan dari setiap kegiatan yang dilakukan. 

    Dengan demikian, segala aktivitas perjalanan dinas akan tersimpan secara transparan dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang.

    "Sistem baru ini adalah bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk menjadi lebih terbuka dalam menjalankan setiap kegiatan pemerintahan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengikuti jejak kami," tambahnya.

    Aplikasi perjalanan dinas ini direncanakan akan mulai berlaku efektif mulai tanggal 1 Juni mendatang. 

    "Pada bulan Mei ini, akan dilakukan proses sosialisasi agar seluruh pihak yang terlibat dapat mempersiapkan diri untuk menggunakan aplikasi ini, termasuk juga akan berlaku di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)," bebernya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda juga menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah lainnya dalam mengimplementasikan aplikasi serupa.

    Di mana AH mengklaim, bahwa aplikasi perjalanan dinas ini untuk yang pertama kali ada di Kalimantan Timur. 

    Dengan kehadiran aplikasi perjalanan dinas ini, diharapkan bahwa kota Samarinda dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan akuntabel. Ini adalah langkah besar menuju pemerintahan yang lebih efisien dan berintegritas.

    "Kami berharap perjalanan dinas akan menjadi lebih terbuka dan terkendali. Kami yakin bahwa dengan transparansi yang diperoleh melalui aplikasi ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin meningkat," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pertama di Kaltim, Pemkot Samarinda Resmikan Aplikasi Perjalanan Dinas 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    13 Mei 2024 pukul 12:08 WITA

    Acara Sosialisasi Manajemen Risiko dan Launching Aplikasi Perjalanan Dinas di Hotel Haris, Senin (13/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), secara resmi meluncurkan aplikasi perjalanan dinas, di Hotel Harris, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Senin (13/5/2024).

    AH mengatakan, aplikasi ini merupakan sebuah inovasi terbaru yang diharapkan akan mengubah lanskap perjalanan dinas di kota ini. 
    Melalui peluncuran aplikasi perjalanan dinas, ia berharap dapat meningkatkan kredibilitas dan transparansi dalam setiap kegiatan dinas yang dilakukan oleh pejabat publik di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

    Orang nomor satu di Samarinda itu menerangkan, aplikasi yang baru diluncurkan ini bertujuan untuk menjadi instrumen penting dalam memonitor setiap perjalanan dinas yang dilakukan oleh para pejabat. 

    Tujuan utamanya adalah untuk meminimalkan praktek-praktek yang tidak benar, seperti tujuan perjalanan yang menyimpang dari kegiatan resmi atau pemalsuan laporan mengenai lamanya perjalanan.

    "Terkadang suatu perjalanan yang seharusnya hanya berlangsung selama satu hari, namun dalam laporan pertanggungjawabannya, dijadikan tiga hari," ungkap AH.

    Aplikasi ini akan mencatat setiap detail penting terkait perjalanan dinas, mulai dari jenis transportasi yang digunakan, tujuan perjalanan, lamanya perjalanan, hingga keperluan dan tujuan dari setiap kegiatan yang dilakukan. 

    Dengan demikian, segala aktivitas perjalanan dinas akan tersimpan secara transparan dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang.

    "Sistem baru ini adalah bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota Samarinda untuk menjadi lebih terbuka dalam menjalankan setiap kegiatan pemerintahan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengikuti jejak kami," tambahnya.

    Aplikasi perjalanan dinas ini direncanakan akan mulai berlaku efektif mulai tanggal 1 Juni mendatang. 

    "Pada bulan Mei ini, akan dilakukan proses sosialisasi agar seluruh pihak yang terlibat dapat mempersiapkan diri untuk menggunakan aplikasi ini, termasuk juga akan berlaku di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)," bebernya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda juga menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah lainnya dalam mengimplementasikan aplikasi serupa.

    Di mana AH mengklaim, bahwa aplikasi perjalanan dinas ini untuk yang pertama kali ada di Kalimantan Timur. 

    Dengan kehadiran aplikasi perjalanan dinas ini, diharapkan bahwa kota Samarinda dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan akuntabel. Ini adalah langkah besar menuju pemerintahan yang lebih efisien dan berintegritas.

    "Kami berharap perjalanan dinas akan menjadi lebih terbuka dan terkendali. Kami yakin bahwa dengan transparansi yang diperoleh melalui aplikasi ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin meningkat," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)