Seputar Kaltim

    Pertama di Kaltim, BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan untuk Anggota PPS Mahulu yang Meninggal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2023 pukul 13:29 WITA

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur, Sufian Agus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur, meninggal dunia saat bertugas sebagai penyelenggara pemilu 2024. Almarhum mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur, Sufian Agus, kepada wartawan di Samarinda, Sabtu.

    "Beliau sudah menerima SK sebagai anggota PPS, jadi beliau meninggal dalam tugas," kata Sufian.

    Sufian menjelaskan bahwa penyebab kematian anggota PPS tersebut bukan karena kelelahan atau tekanan kerja, melainkan karena penyakit yang sudah lama diderita. Ia menambahkan bahwa saat ini penyelenggara pemilu masih dalam tahap persiapan, belum masuk ke tahap perhitungan suara yang membutuhkan tenaga ekstra.

    "Kami sudah mendapatkan informasi dari keluarga bahwa beliau memiliki riwayat penyakit. Jadi bukan karena faktor kerja. Kami juga sudah memberikan suplemen dan viSamarinda - Seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur, meninggal dunia saat bertugas sebagai penyelenggara pemilu 2024. Almarhum mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur, Sufian Agus, kepada wartawan di Samarinda, Sabtu.

    "Beliau sudah menerima SK sebagai anggota PPS, jadi beliau meninggal dalam tugas," kata Sufian.

    Sufian menjelaskan bahwa penyebab kematian anggota PPS tersebut bukan karena kelelahan atau tekanan kerja, melainkan karena penyakit yang sudah lama diderita. Ia menambahkan bahwa saat ini penyelenggara pemilu masih dalam tahap persiapan, belum masuk ke tahap perhitungan suara yang membutuhkan tenaga ekstra.tamin untuk menjaga kesehatan para penyelenggara pemilu," ujarnya.

    Sufian mengatakan bahwa almarhum telah mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dari Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, sesuai dengan peraturan terbaru. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan klaim asuransi dan bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan.

    "Kami bersyukur ada kerja sama antara Pemprov Kaltim dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan sosial bagi penyelenggara pemilu 2024. Ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi mereka yang berkontribusi untuk demokrasi di daerah ini," tuturnya.

    Sufian tidak merinci identitas anggota PPS yang meninggal, karena ia tidak sempat menghadiri penyerahan bantuan di Mahulu. Ia hanya menyebutkan bahwa korban adalah satu-satunya anggota PPS yang meninggal di Kalimantan Timur.

    "Untuk nama dan usia, saya belum mendapatkan laporan yang jelas. Yang pasti, ini adalah kasus pertama dan satu-satunya di Kaltim. Kami berharap tidak ada lagi yang terjadi seperti ini. Kami berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

     

    Seputar Kaltim

    Pertama di Kaltim, BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan untuk Anggota PPS Mahulu yang Meninggal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2023 pukul 13:29 WITA

    Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Timur, Sufian Agus. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur, meninggal dunia saat bertugas sebagai penyelenggara pemilu 2024. Almarhum mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur, Sufian Agus, kepada wartawan di Samarinda, Sabtu.

    "Beliau sudah menerima SK sebagai anggota PPS, jadi beliau meninggal dalam tugas," kata Sufian.

    Sufian menjelaskan bahwa penyebab kematian anggota PPS tersebut bukan karena kelelahan atau tekanan kerja, melainkan karena penyakit yang sudah lama diderita. Ia menambahkan bahwa saat ini penyelenggara pemilu masih dalam tahap persiapan, belum masuk ke tahap perhitungan suara yang membutuhkan tenaga ekstra.

    "Kami sudah mendapatkan informasi dari keluarga bahwa beliau memiliki riwayat penyakit. Jadi bukan karena faktor kerja. Kami juga sudah memberikan suplemen dan viSamarinda - Seorang anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Mahulu, Kalimantan Timur, meninggal dunia saat bertugas sebagai penyelenggara pemilu 2024. Almarhum mendapatkan bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur, Sufian Agus, kepada wartawan di Samarinda, Sabtu.

    "Beliau sudah menerima SK sebagai anggota PPS, jadi beliau meninggal dalam tugas," kata Sufian.

    Sufian menjelaskan bahwa penyebab kematian anggota PPS tersebut bukan karena kelelahan atau tekanan kerja, melainkan karena penyakit yang sudah lama diderita. Ia menambahkan bahwa saat ini penyelenggara pemilu masih dalam tahap persiapan, belum masuk ke tahap perhitungan suara yang membutuhkan tenaga ekstra.tamin untuk menjaga kesehatan para penyelenggara pemilu," ujarnya.

    Sufian mengatakan bahwa almarhum telah mendapatkan perlindungan asuransi jiwa dari Pemerintah Daerah Kalimantan Timur, sesuai dengan peraturan terbaru. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan klaim asuransi dan bantuan untuk keluarga yang ditinggalkan.

    "Kami bersyukur ada kerja sama antara Pemprov Kaltim dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan sosial bagi penyelenggara pemilu 2024. Ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan bagi mereka yang berkontribusi untuk demokrasi di daerah ini," tuturnya.

    Sufian tidak merinci identitas anggota PPS yang meninggal, karena ia tidak sempat menghadiri penyerahan bantuan di Mahulu. Ia hanya menyebutkan bahwa korban adalah satu-satunya anggota PPS yang meninggal di Kalimantan Timur.

    "Untuk nama dan usia, saya belum mendapatkan laporan yang jelas. Yang pasti, ini adalah kasus pertama dan satu-satunya di Kaltim. Kami berharap tidak ada lagi yang terjadi seperti ini. Kami berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran," pungkasnya.

    (Sf/Rs)