Seputar Kaltim

    Persiapan Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Punya Cadangan 5,2 Juta Ton Beras untuk 10 Bulan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2026 pukul 19:01 WITA

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Dok: Kementerian Sekretariat Negara RI)

    Tenggarong - Fenomena El Nino Godzilla yang memicu musim kemarau menjadi lebih kering dan panjang diperkirakan akan melanda Indonesia mulai Juni-Oktober 2026.

    Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap sektor pertanian dan meningkatkan risiko terganggunya produksi pangan nasional. 

    Mengingat, kekeringan berkepanjangan akibat minimnya curah hujan dapat menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga produksi tanaman pangan dapat terganggu dan berpotensi memicu ancaman krisis pangan.

    Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan cadangan beras nasional tetap aman.

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyampaikan cadangan beras nasional hingga Juni 2026 ini berjumlah sekitar 5,2 juta ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan atau April 2027 mendatang.

    “beras di hotel, rumah dan restoran itu kurang lebih 12,5 juta ton. Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April 2027. Juli 2026 sampai April 2027 itu 10 bulan ke depan,” ujar Amran dalam siaran pers di Istana Merdeka, Kamis (18/6/2026).

    Selain mengandalkan cadangan beras nasional, pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi pendukung untuk menghadapi potensi dampak El Nino Godzilla dengan memperkuat infrastruktur pertanian, mulai dari pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi sebagai sumber cadangan air serta melakukan optimalisasi lahan dan mencetak sawah baru.

     

    “Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, sumur dalam hingga pompanisasi. Optimalisasi lahan juga, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insyaallah untuk pangan aman,” tegasnya.

    Amran membeberkan pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga pada sektor peternakan, terutama telur melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari peternak hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

    “Kami langsung telpon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik dan itu kita sepakati semua,” jelasnya.

    Melalui sejumlah langkah mitigasi ini, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun Indonesia menghadapi ancaman perubahan iklim berupa El Nino Godzilla.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Persiapan Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Punya Cadangan 5,2 Juta Ton Beras untuk 10 Bulan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2026 pukul 19:01 WITA

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (Dok: Kementerian Sekretariat Negara RI)

    Tenggarong - Fenomena El Nino Godzilla yang memicu musim kemarau menjadi lebih kering dan panjang diperkirakan akan melanda Indonesia mulai Juni-Oktober 2026.

    Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap sektor pertanian dan meningkatkan risiko terganggunya produksi pangan nasional. 

    Mengingat, kekeringan berkepanjangan akibat minimnya curah hujan dapat menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga produksi tanaman pangan dapat terganggu dan berpotensi memicu ancaman krisis pangan.

    Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan cadangan beras nasional tetap aman.

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyampaikan cadangan beras nasional hingga Juni 2026 ini berjumlah sekitar 5,2 juta ton dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan atau April 2027 mendatang.

    “beras di hotel, rumah dan restoran itu kurang lebih 12,5 juta ton. Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April 2027. Juli 2026 sampai April 2027 itu 10 bulan ke depan,” ujar Amran dalam siaran pers di Istana Merdeka, Kamis (18/6/2026).

    Selain mengandalkan cadangan beras nasional, pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi pendukung untuk menghadapi potensi dampak El Nino Godzilla dengan memperkuat infrastruktur pertanian, mulai dari pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi sebagai sumber cadangan air serta melakukan optimalisasi lahan dan mencetak sawah baru.

     

    “Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, sumur dalam hingga pompanisasi. Optimalisasi lahan juga, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insyaallah untuk pangan aman,” tegasnya.

    Amran membeberkan pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga pada sektor peternakan, terutama telur melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari peternak hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

    “Kami langsung telpon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik dan itu kita sepakati semua,” jelasnya.

    Melalui sejumlah langkah mitigasi ini, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional tetap terjaga meskipun Indonesia menghadapi ancaman perubahan iklim berupa El Nino Godzilla.

    (Sf/Rs)