Seputar Kaltim

    Persiapan Erau Adat Pelas Benua 2023, Ritual Merangin Dilaksanakan Selama Tiga Hari

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    22 September 2023 pukul 14:17 WITA

    Prosesi Ritual Sakral Merangin I, Sambut Erau Adat Tanah Kutai. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).

    Tenggarong - Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura mulai melaksanakan rangkaian ritual adat dalam rangka Erau Adat Pelas Benua 2023, yakni ritual Merangin.

    Ritual ini bertujuan sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai dimana saja. Prosesi Merangin ini adalah ritual pendahuluan yang wajib dilaksanakan menjelang Erau, bahwa beberapa hari lagi Erau Adat akan berlangsung.

    Ritual merangin ini diawali dengan pembacaan mantra oleh pimpinan upacara dan diikuti tujuh Belian Laki serta tujuh orang Belian Bini, dengan mengelilingi Binyawan yang terletak di tengah bangunan.

    Sambil membacakan matra, pimpinan upacara sesekali menghamburkan beras kuning pertanda ritual merangin akan segera dimulai.

    Usai pembacaan matra, tujuh Belian Laki berdiri dan langsung mengelilingi Binyawan serta berputar dengan iringan tabuhan gendang.

    “Sesuai dengan perintah Sultan, kita melaksanakan kegiatan dalam rangka Bepelas Benua. Merangin ini sendiri adalah awalan perjalanan seorang Belian yang melaksanakan tugas untuk menuju ke tempat-tempat tertentu baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan,” terang koordinator upacara Meranging, Sartin.

    Tabuhan gendang dan gong berirama terus menerus mengalun mengiringi ritual tersebut, sehingga suasana prosesi Merangin ini pun semakin magis.

    Kemudian tujuh orang Belian Laki mulai berputar mengelilingi Binyawan yang terletak ditengah bangunan.

    Ritual merangin ini dilaksanakan di Serapo Belian selama tiga malam berturut-turut, sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa Erau adat akan segela digelar.

    “Merangin ini sendiri kita laksanakan selama tiga malam, dan ini malam pertama. Untuk malam kedua mantranya sedikit berbeda baik di awal maupun di akhir, sehingga perjalanannya pun makin panjang. Sedangkan malam ketiga juga semakin jauh perjalanan kita,” ungkap Sartin.

    Selanjutnya, prosesi Merangin ini pun diakhiri dengan tarian Belian Bini berjumlah tujuh orang sambil mengelilingi tiang Binyawan sebanyak tujuh kali dan diiringi tabuhan gendang dan gong yang berirama.

    (Sf/By)

     

    Seputar Kaltim

    Persiapan Erau Adat Pelas Benua 2023, Ritual Merangin Dilaksanakan Selama Tiga Hari

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    22 September 2023 pukul 14:17 WITA

    Prosesi Ritual Sakral Merangin I, Sambut Erau Adat Tanah Kutai. (Foto:M.Anshori/Seputarfakta.com).

    Tenggarong - Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura mulai melaksanakan rangkaian ritual adat dalam rangka Erau Adat Pelas Benua 2023, yakni ritual Merangin.

    Ritual ini bertujuan sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai dimana saja. Prosesi Merangin ini adalah ritual pendahuluan yang wajib dilaksanakan menjelang Erau, bahwa beberapa hari lagi Erau Adat akan berlangsung.

    Ritual merangin ini diawali dengan pembacaan mantra oleh pimpinan upacara dan diikuti tujuh Belian Laki serta tujuh orang Belian Bini, dengan mengelilingi Binyawan yang terletak di tengah bangunan.

    Sambil membacakan matra, pimpinan upacara sesekali menghamburkan beras kuning pertanda ritual merangin akan segera dimulai.

    Usai pembacaan matra, tujuh Belian Laki berdiri dan langsung mengelilingi Binyawan serta berputar dengan iringan tabuhan gendang.

    “Sesuai dengan perintah Sultan, kita melaksanakan kegiatan dalam rangka Bepelas Benua. Merangin ini sendiri adalah awalan perjalanan seorang Belian yang melaksanakan tugas untuk menuju ke tempat-tempat tertentu baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan,” terang koordinator upacara Meranging, Sartin.

    Tabuhan gendang dan gong berirama terus menerus mengalun mengiringi ritual tersebut, sehingga suasana prosesi Merangin ini pun semakin magis.

    Kemudian tujuh orang Belian Laki mulai berputar mengelilingi Binyawan yang terletak ditengah bangunan.

    Ritual merangin ini dilaksanakan di Serapo Belian selama tiga malam berturut-turut, sebagai media pemberitahuan kepada khalayak ramai bahwa Erau adat akan segela digelar.

    “Merangin ini sendiri kita laksanakan selama tiga malam, dan ini malam pertama. Untuk malam kedua mantranya sedikit berbeda baik di awal maupun di akhir, sehingga perjalanannya pun makin panjang. Sedangkan malam ketiga juga semakin jauh perjalanan kita,” ungkap Sartin.

    Selanjutnya, prosesi Merangin ini pun diakhiri dengan tarian Belian Bini berjumlah tujuh orang sambil mengelilingi tiang Binyawan sebanyak tujuh kali dan diiringi tabuhan gendang dan gong yang berirama.

    (Sf/By)