Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Perpustakaan Balikpapan Buka Sampai Jam 9 Malam Setiap Rabu

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    30 Oktober 2026 pukul 18:55 WITA

    Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan menjadi tempat membaca dan meminjam buku. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Perpustakaan Kota Balikpapan buka layanan hingga pukul 21.00 WITA setiap hari Rabu. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pekerja dan mahasiswa yang selama ini kesulitan berkunjung pada jam pelayanan reguler.

    Pasalnya, perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan, mulai mengembangkan perpustakaan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari belajar, berdiskusi hingga mengakses layanan kesehatan.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperpanjang jam operasional tersebut . 

    Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, layanan tambahan tersebut dibuka mulai pukul 17.00 WITA hingga 21.00 WITA.

    Dengan waktu pelayanan yang lebih panjang, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan setelah menyelesaikan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

    “Layanan tambahan dibuka mulai pukul 17.00 WITA hingga 21.00 WITA setiap Rabu,” ucap Neny kepada awak media, Jumat (30/10/2026).

    Selain memperpanjang jam pelayanan, Dispustakar juga berencana menghadirkan tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan perpustakaan.

    Kehadiran pelaku UMKM diharapkan dapat menambah kenyamanan pengunjung,
    sekaligus memberikan peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

    “Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari informasi, tetapi juga ruang untuk berkumpul dan berinteraksi,” jelasnya.

    Pengembangan fungsi perpustakaan juga dilakukan melalui kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kantor Dispustakar.

    Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Elisabeth Rassi menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik.

    “Pemeriksaan kesehatan menyasar pegawai, pengunjung perpustakaan, hingga orang tua yang mendampingi anak-anak mengikuti kegiatan edukasi wisata literasi,” tambahnya.

    Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat perhatian masyarakat. Jumlah pengunjung yang hadir hingga pukul 12.30 WITA pada hari pelaksanaan diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.

    Melalui berbagai pengembangan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap perpustakaan dapat menjadi ruang publik yang lebih terbuka dan bermanfaat bagi berbagai kelompok masyarakat.

    Tidak hanya meningkatkan minat baca, keberadaan perpustakaan juga diharapkan mampu mendukung kegiatan edukasi, memperluas peluang usaha UMKM.

    “Serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan,” sambungnya.

    Dengan tambahan jam pelayanan dan fasilitas pendukung, perpustakaan diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di tengah aktivitas sehari-hari.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Perpustakaan Balikpapan Buka Sampai Jam 9 Malam Setiap Rabu

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    30 Oktober 2026 pukul 18:55 WITA

    Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan menjadi tempat membaca dan meminjam buku. (Foto: dok/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Perpustakaan Kota Balikpapan buka layanan hingga pukul 21.00 WITA setiap hari Rabu. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pekerja dan mahasiswa yang selama ini kesulitan berkunjung pada jam pelayanan reguler.

    Pasalnya, perpustakaan kini tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan, mulai mengembangkan perpustakaan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari belajar, berdiskusi hingga mengakses layanan kesehatan.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperpanjang jam operasional tersebut . 

    Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, layanan tambahan tersebut dibuka mulai pukul 17.00 WITA hingga 21.00 WITA.

    Dengan waktu pelayanan yang lebih panjang, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan setelah menyelesaikan pekerjaan maupun aktivitas lainnya.

    “Layanan tambahan dibuka mulai pukul 17.00 WITA hingga 21.00 WITA setiap Rabu,” ucap Neny kepada awak media, Jumat (30/10/2026).

    Selain memperpanjang jam pelayanan, Dispustakar juga berencana menghadirkan tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan perpustakaan.

    Kehadiran pelaku UMKM diharapkan dapat menambah kenyamanan pengunjung,
    sekaligus memberikan peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.

    “Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat mencari informasi, tetapi juga ruang untuk berkumpul dan berinteraksi,” jelasnya.

    Pengembangan fungsi perpustakaan juga dilakukan melalui kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kantor Dispustakar.

    Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Elisabeth Rassi menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik.

    “Pemeriksaan kesehatan menyasar pegawai, pengunjung perpustakaan, hingga orang tua yang mendampingi anak-anak mengikuti kegiatan edukasi wisata literasi,” tambahnya.

    Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat perhatian masyarakat. Jumlah pengunjung yang hadir hingga pukul 12.30 WITA pada hari pelaksanaan diperkirakan mencapai sekitar 500 orang.

    Melalui berbagai pengembangan tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap perpustakaan dapat menjadi ruang publik yang lebih terbuka dan bermanfaat bagi berbagai kelompok masyarakat.

    Tidak hanya meningkatkan minat baca, keberadaan perpustakaan juga diharapkan mampu mendukung kegiatan edukasi, memperluas peluang usaha UMKM.

    “Serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan,” sambungnya.

    Dengan tambahan jam pelayanan dan fasilitas pendukung, perpustakaan diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat di tengah aktivitas sehari-hari.

    (Sf/Rs)