Seputar Kaltim

    Permintaan Tinggi, DPKH Kaltim Lirik Lahan Eks Tambang Jadi Lumbung Pakan Domba

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Juni 2026 pukul 19:09 WITA

    DPKH Kaltim mendorong penerapan pola Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) di kawasan pascatambang. (Foto: Generate Gemini AI)

    Samarinda - Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas ternak domba di Kalimantan Timur (Kaltim) memaksa pemerintah daerah memutar otak untuk memperluas kapasitas produksi. 

    Ketersediaan pakan ternak yang selama ini menjadi kendala utama, kini dicarikan solusi yang cukup berani, yakni memanfaatkan lahan pascatambang batu bara.

    Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim menilai bahwa pengembangan populasi domba memiliki peluang besar untuk mendukung ketahanan pangan lokal, sekaligus mendongkrak ekonomi para peternak. 

    Namun, ambisi ini terbentur pada minimnya lahan untuk budidaya hijauan pakan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kaltim, Fadli Sufiani, mengungkapkan bahwa lahan eks tambang yang selama ini terbengkalai memiliki potensi strategis untuk dialihfungsikan.

    "Untuk menunjang program peningkatan populasi domba, ketersediaan hijauan pakan menjadi perhatian utama. Karena itu, lahan pascatambang direncanakan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pakan ternak guna menjamin pasokan secara berkelanjutan," tutur Fadli.

    Langkah ini, lanjut Fadli, tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekologi semata, tetapi juga didorong untuk menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat yang bermukim di sekitar area lingkar tambang.

    Namun, menyulap lahan kritis bekas galian tambang menjadi kawasan peternakan yang subur tentu bukan perkara mudah. 

    Untuk memastikan rencana ini tidak hanya menjadi wacana di atas kertas, DPKH Kaltim menyatakan telah menggandeng pihak akademisi.

    "Kami berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman dalam penyusunan berbagai kajian dan pengembangan teknologi peternakan. Dengan adanya dukungan riset, diharapkan bisa menghasilkan model pengelolaan yang benar-benar sesuai dengan karakteristik lahan eks tambang," tegasnya.

    Selain menyiapkan infrastruktur pakan di lahan pasca tambang, DPKH Kaltim juga terus menjajaki komunikasi dengan sektor swasta. 

    Keterlibatan investor dinilai sangat krusial agar realisasi program kawasan peternakan terpadu ini bisa berjalan lebih cepat dan terukur.

    Ke depannya, jika model pakan dari lahan eks tambang ini berhasil diterapkan untuk domba, DPKH juga menargetkan pengembangan komoditas lain melalui Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) agar produktivitas peternakan rakyat semakin terorganisasi.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Permintaan Tinggi, DPKH Kaltim Lirik Lahan Eks Tambang Jadi Lumbung Pakan Domba

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    01 Juni 2026 pukul 19:09 WITA

    DPKH Kaltim mendorong penerapan pola Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) di kawasan pascatambang. (Foto: Generate Gemini AI)

    Samarinda - Tingginya permintaan pasar terhadap komoditas ternak domba di Kalimantan Timur (Kaltim) memaksa pemerintah daerah memutar otak untuk memperluas kapasitas produksi. 

    Ketersediaan pakan ternak yang selama ini menjadi kendala utama, kini dicarikan solusi yang cukup berani, yakni memanfaatkan lahan pascatambang batu bara.

    Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim menilai bahwa pengembangan populasi domba memiliki peluang besar untuk mendukung ketahanan pangan lokal, sekaligus mendongkrak ekonomi para peternak. 

    Namun, ambisi ini terbentur pada minimnya lahan untuk budidaya hijauan pakan.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKH Kaltim, Fadli Sufiani, mengungkapkan bahwa lahan eks tambang yang selama ini terbengkalai memiliki potensi strategis untuk dialihfungsikan.

    "Untuk menunjang program peningkatan populasi domba, ketersediaan hijauan pakan menjadi perhatian utama. Karena itu, lahan pascatambang direncanakan dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pakan ternak guna menjamin pasokan secara berkelanjutan," tutur Fadli.

    Langkah ini, lanjut Fadli, tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekologi semata, tetapi juga didorong untuk menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat yang bermukim di sekitar area lingkar tambang.

    Namun, menyulap lahan kritis bekas galian tambang menjadi kawasan peternakan yang subur tentu bukan perkara mudah. 

    Untuk memastikan rencana ini tidak hanya menjadi wacana di atas kertas, DPKH Kaltim menyatakan telah menggandeng pihak akademisi.

    "Kami berkolaborasi dengan Universitas Mulawarman dalam penyusunan berbagai kajian dan pengembangan teknologi peternakan. Dengan adanya dukungan riset, diharapkan bisa menghasilkan model pengelolaan yang benar-benar sesuai dengan karakteristik lahan eks tambang," tegasnya.

    Selain menyiapkan infrastruktur pakan di lahan pasca tambang, DPKH Kaltim juga terus menjajaki komunikasi dengan sektor swasta. 

    Keterlibatan investor dinilai sangat krusial agar realisasi program kawasan peternakan terpadu ini bisa berjalan lebih cepat dan terukur.

    Ke depannya, jika model pakan dari lahan eks tambang ini berhasil diterapkan untuk domba, DPKH juga menargetkan pengembangan komoditas lain melalui Program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) agar produktivitas peternakan rakyat semakin terorganisasi.

    (Sf/Lo)