Cari disini...
Seputar Kaltim
MoU antara Unmul dengan International Association of Business Communicators (IABC Indonesia), VMCS (Vera Makki Communications & Social Impact) Advisory, dan NoLimit Indonesia pada Jumat (20/9/2024). (Foto: Dokumentasi Unmul/Seputarfakta.com)
Samarinda - Universitas Mulawarman (Unmul) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan International Association of Business Communicators (IABC Indonesia), VMCS (Vera Makki Communications & Social Impact) Advisory, dan NoLimit Indonesia pada Jumat (20/9/2024).
Acara yang berlangsung di Gedung Teater Unmul ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, baik dari perguruan tinggi maupun industri komunikasi dan teknologi.
IABC Indonesia merupakan cabang dari IABC global yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat, dan berfokus pada pengembangan komunikasi profesional di berbagai bidang seperti Public Relations, Corporate Affairs, dan Corporate Social Responsibility.
Kemudian VMCS Advisory adalah perusahaan konsultan yang bergerak dalam manajemen reputasi. Sementara itu NoLimit Indonesia dikenal sebagai perusahaan teknologi yang mengkhususkan diri dalam analisis data media online menggunakan big data dan kecerdasan buatan (AI).
Penandatanganan MoU dilakukan olehRektor Unmul, Abdunnur yang diwakili oleh Wakil Rektor 4 Universitas Mulawarman, Nataniel Dengen. Pihak lainnya yang menandatangani MoU adalah Presiden IABC Indonesia sekaligus CEO VMCS Advisory, Elvera N. Makki, serta CEO NoLimit Indonesia, Aqsath R. Naradhipa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 4 Universitas Mulawarman, Nataniel Dengen, menyampaikan pentingnya kerja sama ini untuk pengembangan komunikasi antar lembaga dan perguruan tinggi.
Ia menilai langkah ini sangat strategis dalam mendukung pembangunan inovasi yang diperlukan Indonesia menuju Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah langkah awal yang penting untuk membangun komunikasi antar lembaga dan perguruan tinggi guna mendorong inovasi yang dibutuhkan untuk masa depan Indonesia," ujar Nataniel.
Nota kesepahaman ini mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan berbagai kerja sama dalam bidang akademik serta riset.
Ia menuturkan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjawab tantangan di era digitalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat. Komunikasi yang efektif dinilai sebagai faktor kunci dalam upaya ini.
Menurutnya saat ini dunia korporasi dan akademisi semakin dituntut untuk berkolaborasi guna meningkatkan reputasi, kredibilitas, serta kepercayaan dari para pemangku kepentingan.
Selain penandatanganan MoU juga ada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) antara lima fakultas di Unmul, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Presiden IABC Indonesia, Elvera N. Makki, juga menekankan pentingnya pengelolaan reputasi kampus di era digital. Menurutnya, reputasi yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memperbaiki peringkat perguruan tinggi secara global.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan reputasi tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga mahasiswa melalui keunggulan akademis dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan budaya.
“Reputasi sangat penting dikelola oleh perguruan tinggi di era digital dan media sosial yang semakin menuntut transparansi dan komunikasi aktif dengan pemangku kepentingannya," ungkap Elvera.
Kemudian CEO NoLimit Indonesia, Aqsath R. Naradhipa, dalam pemaparannya membahas pentingnya pemanfaatan big data dan AI di dunia akademik. Menurutnya, teknologi ini mampu membantu akademisi dalam melakukan penelitian yang lebih akurat dan mendapatkan data yang real-time.
Ia juga menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan workshop Big Data bagi akademisi di Indonesia sebagai langkah awal untuk pengembangan lebih lanjut.
"Melalui acara ini ia berharap dapat memberikan wawasan baru dan menginspirasi generasi muda untuk lebih proaktif dalam mengambil peran dalam pembangunan bangsa, baik di tingkat lokal maupun nasional," harap Naradipha.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

MoU antara Unmul dengan International Association of Business Communicators (IABC Indonesia), VMCS (Vera Makki Communications & Social Impact) Advisory, dan NoLimit Indonesia pada Jumat (20/9/2024). (Foto: Dokumentasi Unmul/Seputarfakta.com)
Samarinda - Universitas Mulawarman (Unmul) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan International Association of Business Communicators (IABC Indonesia), VMCS (Vera Makki Communications & Social Impact) Advisory, dan NoLimit Indonesia pada Jumat (20/9/2024).
Acara yang berlangsung di Gedung Teater Unmul ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, baik dari perguruan tinggi maupun industri komunikasi dan teknologi.
IABC Indonesia merupakan cabang dari IABC global yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat, dan berfokus pada pengembangan komunikasi profesional di berbagai bidang seperti Public Relations, Corporate Affairs, dan Corporate Social Responsibility.
Kemudian VMCS Advisory adalah perusahaan konsultan yang bergerak dalam manajemen reputasi. Sementara itu NoLimit Indonesia dikenal sebagai perusahaan teknologi yang mengkhususkan diri dalam analisis data media online menggunakan big data dan kecerdasan buatan (AI).
Penandatanganan MoU dilakukan olehRektor Unmul, Abdunnur yang diwakili oleh Wakil Rektor 4 Universitas Mulawarman, Nataniel Dengen. Pihak lainnya yang menandatangani MoU adalah Presiden IABC Indonesia sekaligus CEO VMCS Advisory, Elvera N. Makki, serta CEO NoLimit Indonesia, Aqsath R. Naradhipa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 4 Universitas Mulawarman, Nataniel Dengen, menyampaikan pentingnya kerja sama ini untuk pengembangan komunikasi antar lembaga dan perguruan tinggi.
Ia menilai langkah ini sangat strategis dalam mendukung pembangunan inovasi yang diperlukan Indonesia menuju Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
"Ini adalah langkah awal yang penting untuk membangun komunikasi antar lembaga dan perguruan tinggi guna mendorong inovasi yang dibutuhkan untuk masa depan Indonesia," ujar Nataniel.
Nota kesepahaman ini mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan berbagai kerja sama dalam bidang akademik serta riset.
Ia menuturkan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjawab tantangan di era digitalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat. Komunikasi yang efektif dinilai sebagai faktor kunci dalam upaya ini.
Menurutnya saat ini dunia korporasi dan akademisi semakin dituntut untuk berkolaborasi guna meningkatkan reputasi, kredibilitas, serta kepercayaan dari para pemangku kepentingan.
Selain penandatanganan MoU juga ada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Agreement (IA) antara lima fakultas di Unmul, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Presiden IABC Indonesia, Elvera N. Makki, juga menekankan pentingnya pengelolaan reputasi kampus di era digital. Menurutnya, reputasi yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan publik dan memperbaiki peringkat perguruan tinggi secara global.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan reputasi tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga mahasiswa melalui keunggulan akademis dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan budaya.
“Reputasi sangat penting dikelola oleh perguruan tinggi di era digital dan media sosial yang semakin menuntut transparansi dan komunikasi aktif dengan pemangku kepentingannya," ungkap Elvera.
Kemudian CEO NoLimit Indonesia, Aqsath R. Naradhipa, dalam pemaparannya membahas pentingnya pemanfaatan big data dan AI di dunia akademik. Menurutnya, teknologi ini mampu membantu akademisi dalam melakukan penelitian yang lebih akurat dan mendapatkan data yang real-time.
Ia juga menyampaikan rencana untuk menyelenggarakan workshop Big Data bagi akademisi di Indonesia sebagai langkah awal untuk pengembangan lebih lanjut.
"Melalui acara ini ia berharap dapat memberikan wawasan baru dan menginspirasi generasi muda untuk lebih proaktif dalam mengambil peran dalam pembangunan bangsa, baik di tingkat lokal maupun nasional," harap Naradipha.
(Sf/Rs)