Cari disini...
Seputar Kaltim
Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Erliani Budi Lestari saat ditemui di Auditorium Balai Kota. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Erliani Budi Lestari menyampaikan, implementasi verifikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital turut berdampak pada peningkatan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Sebelum program Perlinsos diterapkan, capaian aktivasi IKD di Balikpapan masih berada di bawah 10 persen. Namun, dalam waktu sekitar satu bulan sejak pelaksanaan program tersebut, angkanya meningkat menjadi sekitar 18 persen.
“Peningkatannya sangat signifikan. Kami berharap hingga akhir tahun nanti capaian aktivasi IKD bisa mencapai 30 persen sesuai target nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra),” jelas Erliani kepada awak media saat ditemui di Balikpapan, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, Balikpapan merupakan salah satu dari 43 kabupaten dan kota di Indonesia yang menjadi daerah percontohan (piloting) pelaksanaan verifikasi Perlinsos berbasis digital.
Meskipun capaian di setiap daerah berbeda-beda, seluruh daerah tersebut diarahkan untuk mencapai target nasional sebesar 30 persen.
“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan,” jelasnya.
Selain mencatat peningkatan aktivasi IKD, Balikpapan juga memperoleh apresiasi dari Ditjen Dukcapil atas keberhasilannya dalam pelaksanaan verifikasi Perlinsos melalui teknologi pengenalan wajah (face recognition).
“Balikpapan masuk dalam 10 besar nasional untuk total transaksi face recognition pada program Perlinsos. Bahkan posisinya berada di peringkat keenam dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Ini merupakan capaian yang sangat baik,” ungkapnya.
Atas prestasi tersebut, Pemkot Balikpapan menerima penghargaan dari Ditjen Dukcapil berupa plakat dan piagam penghargaan. Selain itu, pemkot juga memperoleh bantuan masing-masing satu unit perangkat Starlink dan satu unit telepon genggam.
“Bantuan itu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan,” tuturnya.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas tingginya capaian transaksi verifikasi identitas menggunakan teknologi face recognition dalam pelaksanaan Program Perlinsos berbasis digital.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Erliani Budi Lestari saat ditemui di Auditorium Balai Kota. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), melalui Direktur Bina Aparatur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri, Erliani Budi Lestari menyampaikan, implementasi verifikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) berbasis digital turut berdampak pada peningkatan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Sebelum program Perlinsos diterapkan, capaian aktivasi IKD di Balikpapan masih berada di bawah 10 persen. Namun, dalam waktu sekitar satu bulan sejak pelaksanaan program tersebut, angkanya meningkat menjadi sekitar 18 persen.
“Peningkatannya sangat signifikan. Kami berharap hingga akhir tahun nanti capaian aktivasi IKD bisa mencapai 30 persen sesuai target nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra),” jelas Erliani kepada awak media saat ditemui di Balikpapan, Kamis (6/8/2026).
Ia menambahkan, Balikpapan merupakan salah satu dari 43 kabupaten dan kota di Indonesia yang menjadi daerah percontohan (piloting) pelaksanaan verifikasi Perlinsos berbasis digital.
Meskipun capaian di setiap daerah berbeda-beda, seluruh daerah tersebut diarahkan untuk mencapai target nasional sebesar 30 persen.
“Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan,” jelasnya.
Selain mencatat peningkatan aktivasi IKD, Balikpapan juga memperoleh apresiasi dari Ditjen Dukcapil atas keberhasilannya dalam pelaksanaan verifikasi Perlinsos melalui teknologi pengenalan wajah (face recognition).
“Balikpapan masuk dalam 10 besar nasional untuk total transaksi face recognition pada program Perlinsos. Bahkan posisinya berada di peringkat keenam dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Ini merupakan capaian yang sangat baik,” ungkapnya.
Atas prestasi tersebut, Pemkot Balikpapan menerima penghargaan dari Ditjen Dukcapil berupa plakat dan piagam penghargaan. Selain itu, pemkot juga memperoleh bantuan masing-masing satu unit perangkat Starlink dan satu unit telepon genggam.
“Bantuan itu dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan,” tuturnya.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas tingginya capaian transaksi verifikasi identitas menggunakan teknologi face recognition dalam pelaksanaan Program Perlinsos berbasis digital.
(Sf/Lo)